
Hi Urbie’s,
Bayangkan jika setiap perjalanan wisata yang kita lakukan tak hanya memberi pengalaman tak terlupakan, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian lokal. Inilah yang tengah diupayakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) lewat program pelatihan “Menggali Peluang Bisnis Berbasis Pariwisata Sirkular” di kawasan Mandalika, Lombok Tengah.
Pelatihan yang digelar pada 6–7 Agustus 2025 ini menggandeng Wise Steps Foundation dan Konsorsium Lombok Eco Kriya. Tujuannya jelas: membekali masyarakat desa wisata dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan bisnis hijau berbasis ekonomi sirkular. Tak main-main, 100 peserta dari berbagai elemen masyarakatâ€â€mulai dari perangkat desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga organisasi perempuanâ€â€ikut ambil bagian.
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kemenpar, Ika Kusuma Permana Sari, menegaskan bahwa ekonomi sirkular bukan sekadar solusi mengatasi persoalan sampah, tetapi juga pintu masuk bagi masyarakat untuk berdaya secara ekonomi. “Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam menciptakan ekosistem wisata yang bersih, lestari, dan inklusif,” ujarnya.
Pelatihan ini dikemas interaktif dengan kombinasi materi teori, studi kasus inspiratif, hingga workshop praktis. Para peserta mempelajari konsep ekonomi sirkular, mendengar kisah sukses Ninē-ninē Studio dan Bank Sampah Bintang Sejahtera, lalu memetakan ide bisnis hijau sesuai potensi lokal.
Baca Juga:
- The Batman 2 Mulai Produksi, Siap Tayang Oktober 2027!
- Tissa Biani Tunjukkan Kedewasaan Emosional Lewat Single “Tegar”, Kolaborasi Spesial Bareng…
- Jangan Asal Connect! Bahaya Tersembunyi di Wi-Fi Publik Bandara
Direktur Eksekutif Wise Steps Foundation, Ayu Masita, berharap generasi muda Lombok menjadi garda terdepan dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan. “Pengembangan bisnis hijau harus dimulai dari akar rumput,” tegasnya.
Tak hanya pengetahuan, peserta juga menerima panduan pemilahan sampah, kantong ramah lingkungan, dan contoh produk daur ulangâ€â€bukti nyata bahwa aksi keberlanjutan bisa dimulai dari langkah kecil.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menilai kegiatan ini sebagai bagian dari agenda jangka panjang Kemenpar untuk mengintegrasikan ekonomi sirkular dalam pengembangan desa wisata. Menpar bahkan membuka peluang kolaborasi hasil inovasi masyarakat dengan Koperasi Merah Putihâ€â€Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dengan sinergi ini, ekosistem pariwisata lokal akan terhubung lebih erat: petani, pengrajin, penyedia akomodasi, kuliner, dan pemandu wisata saling mendukung dalam sistem ekonomi yang sehat dan adil. Lebih dari itu, desa wisata akan memiliki akses pembiayaan, pasar yang lebih luas, dan kelembagaan yang kuat untuk bersaing di kancah global.
Urbie’s, inisiatif seperti ini membuktikan bahwa pariwisata tak hanya soal destinasi indah, tapi juga tentang menciptakan masa depan yang lebih hijau, adil, dan sejahtera bagi semua.

















































