Hai Urbie’s, Bandara sebagai pintu gerbang kota, menjadi lokasi yang strategis untuk bisnis restoran. Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, bisnis restoran di bandara menawarkan peluang besar bagi pengusaha untuk menyajikan cita rasa yang lezat kepada para penumpang yang bepergian.
Dengan demikian, restoran di bandara tidak hanya memenuhi kebutuhan makan penumpang, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang berkesan. Oleh karena itu, pengusaha restoran perlu memahami kebutuhan dan preferensi penumpang untuk menyajikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Baca Juga:
- Laoshugan Doll! Tren Aneh tapi Lucu di Kalangan Gen Z China yang Bikin Persahabatan Makin Dekat!
- Buttonscarves Paris Takeover: Ketika Modest Fashion Indonesia Bersinar di Kota Mode Dunia
- Penelitian Ungkap: Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Ancaman Serius bagi Kesehatan
Namun Harga restoran atau makanan di bandara seringkali berbeda dengan di tempat lain karena beberapa faktor, seperti:
- Biaya Sewa: Bandara memiliki biaya sewa yang tinggi untuk ruang komersial, yang kemudian dibebankan kepada konsumen.
- Target Pasar: Penumpang bandara seringkali memiliki waktu tunggu yang lama dan membutuhkan makanan cepat saji, sehingga harga menjadi lebih tinggi.
- Ketersediaan Ruang: Ruang di bandara terbatas, sehingga biaya sewa menjadi lebih mahal.
- Pajak dan Biaya Lainnya: Bandara memiliki pajak dan biaya lainnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi lain.
- Kenyamanan dan Kemudahan: Restoran di bandara menawarkan kenyamanan dan kemudahan bagi penumpang yang sedang menunggu keberangkatan atau transit.
Dengan demikian, harga restoran di bandara cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan di tempat lain, namun yang perlu diingat biasanya beberapa bandara memiliki aturan yang berbeda-beda untuk usaha.








