
Hi Urbie’s!
Buat kamu yang sering beraktivitas antara Bogor dan Jakarta, pasti sudah nggak asing lagi dengan Stasiun Pondok Rajeg. Stasiun yang berada di lintas Nambo ini kini makin ramai dan berkembang pesat sejak kembali dioperasikan pada 19 Oktober 2024 lalu. Setahun berjalan, kehadiran stasiun ini terbukti menjadi simpul penting transportasi di Kabupaten Bogor sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa Stasiun Pondok Rajeg kini melayani ribuan pengguna Commuter Line setiap bulannya. “Stasiun ini telah menjadi simpul transportasi bagi masyarakat Kabupaten Bogor untuk mobilitas menuju Jakarta dan Bogor,” ujarnya pada Selasa (21/10). Menariknya, volume pengguna di stasiun ini meningkat signifikan hingga 50 persen dibandingkan awal tahun 2025. Saat reaktivasi perdana, jumlah pengguna hanya sekitar 8.550 orang per bulan, tapi kini melonjak menjadi 42 ribu pengguna setiap bulannya.
Kenaikan jumlah penumpang ini juga diikuti oleh peningkatan layanan. Lintas Nambo yang awalnya hanya melayani 24 perjalanan per hari, kini telah berkembang menjadi 32 perjalanan Commuter Line setiap harinya. Artinya, kapasitas angkut pun bertambah dari 57 ribu menjadi sekitar 94 ribu orang per hari. Dengan frekuensi perjalanan yang lebih padat, masyarakat punya lebih banyak pilihan waktu untuk bepergianâ€â€baik menuju pusat kota Jakarta maupun arah Bogor.
Baca Juga:
- Krisdayanti Raih Medali Perak di World Kungfu Championships 2025, Diva Indonesia yang Menaklukkan Dunia!
- Fatin Shidqia Comeback dengan Album ‘Cerita Kita’: Kisah Keberanian dan Kejujuran…
- Film Baru ‘Jumanji’ Mulai Syuting November, Brittany O’Grady Jadi Wajah Baru di Dunia Petualangan
Selain mempermudah mobilitas, keberadaan Stasiun Pondok Rajeg juga membawa efek domino bagi perekonomian lokal. Di sekitar area stasiun, mulai bermunculan usaha-usaha kecil seperti kafe, toko, dan warung yang memanfaatkan arus penumpang harian. Bahkan, sejumlah proyek perumahan baru mulai tumbuh, memperlihatkan peningkatan nilai ekonomi kawasan. “Transportasi berbasis rel telah menjadi penggerak terbentuknya kantong-kantong ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mengubah gaya hidup masyarakat menuju mobilitas yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tambah Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan.
KAI Commuter sendiri berkomitmen terus mengoptimalkan layanan dan konektivitas antarmoda di lintas Nambo. Kolaborasi dengan para pemangku kepentingan juga akan diperkuat agar jaringan transportasi publik di wilayah aglomerasi Bogor makin efisien dan terintegrasi.
Pertumbuhan signifikan yang terjadi di Stasiun Pondok Rajeg bukan hanya soal angka penumpang, tapi juga simbol perubahan mobilitas masyarakat. Kini, Commuter Line lintas Nambo tak hanya jadi alat transportasi, melainkan bagian dari gaya hidup urban baru yang ramah lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.







