Home Highlight BPBD DKI Umumkan Peringatan Rob 1–10 Desember 2025: Warga Pesisir Diminta Waspada...

BPBD DKI Umumkan Peringatan Rob 1–10 Desember 2025: Warga Pesisir Diminta Waspada Supermoon

617
0
BPBD DKI Umumkan Peringatan Rob 1–10 Desember 2025 - sumber foto bpbd Jakarta
BPBD DKI Umumkan Peringatan Rob 1–10 Desember 2025 - sumber foto bpbd Jakarta

Hi Urbie’s!, Desember baru dimulai, tapi warga Jakarta—khususnya yang tinggal di kawasan pesisir utara—sudah harus memasang kewaspadaan ekstra. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi mengumumkan peringatan waspada banjir pesisir atau rob yang diprediksi berlangsung 1–10 Desember 2025, dengan puncak pasang maksimum antara pukul 07.00–13.00 WIB.

Peringatan ini disampaikan setelah BPBD mencermati potensi peningkatan tinggi muka air laut akibat fenomena alam yang datang bersamaan: pasang maksimum laut, fase bulan purnama, dan perigee, atau yang lebih akrab kita kenal sebagai supermoon. Kombinasi tiga fenomena ini membuat gravitasi bulan terhadap bumi semakin kuat—dan itu berarti air laut berpotensi naik lebih tinggi dari biasanya.

Fenomena Alam yang Datang Bersamaan

Menurut penjelasan BPBD, rob kali ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ada “tiga serangkai” faktor alam yang memengaruhi:

1. Pasang Maksimum Air Laut

Pada periode awal Desember, air laut di wilayah pesisir utara Jakarta memang mengalami fase pasang tertinggi. Kondisi ini kerap terjadi secara berkala, namun menjadi lebih serius ketika bertemu dengan fenomena bulan lainnya.

2. Fase Bulan Purnama

Saat bulan purnama, gaya tarik bulan terhadap air laut sedang dalam intensitas tinggi. Ini membuat permukaan laut cenderung naik lebih signifikan. Efeknya bisa terasa hingga ke wilayah pemukiman yang berada tak jauh dari garis pantai.

3. Perigee (Supermoon)

Nah, ini yang membuat situasinya semakin perlu diwaspadai, Urbie’s! Perigee adalah saat bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi. Ketika bulan purnama dan perigee terjadi bersamaan, kita menyebutnya supermoon. Artinya, ukuran bulan tampak lebih besar, sekaligus meningkatkan gaya tarik terhadap air laut.

Kombinasi ketiga fenomena ini kemudian memicu naiknya debit air laut—dan di titik-titik pesisir yang rendah, air bisa melimpas hingga ke jalan, rumah, bahkan area permukiman padat.

Wilayah Pesisir Utara Jadi Fokus

Meskipun BPBD tidak merinci kawasan spesifik dalam pengumuman awal, wilayah pesisir utara Jakarta yang selama ini paling rentan terhadap rob antara lain:

  • Penjaringan dan Pluit, Jakarta Utara
  • Muara Baru
  • Kamal Muara
  • Cilincing
  • Kawasan sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa

Kawasan-kawasan ini secara historis kerap mengalami genangan saat pasang tinggi, terlebih bila bersamaan dengan curah hujan lokal.

Baca Juga:

BPBD mengingatkan bahwa potensi rob bisa muncul tiba-tiba dalam rentang waktu peringatan. Karena itu, warga diminta untuk terus memantau pembaruan informasi dari kanal resmi BPBD.

Dampak Rob: Dari Aktivitas Warga hingga Transportasi

Saat rob datang, dampak yang terjadi tidak hanya berupa genangan air. Banyak aktivitas warga yang terdampak, mulai dari akses jalan yang terganggu, kendaraan yang sulit melintas, hingga risiko air asin merusak fasilitas vital seperti elektronik, kendaraan, dan infrastruktur rumah.

Secara ekonomi, rob juga berpotensi menghambat aktivitas pelabuhan, mengganggu nelayan yang baru pulang melaut, dan memicu kerugian bagi pelaku usaha kecil di pesisir.

Dalam beberapa kasus, rob juga memperlambat sistem drainase sehingga genangan bisa bertahan lebih lama, terutama saat terjadi hujan bersamaan.

Imbauan BPBD kepada Warga

Dalam pengumumannya, BPBD DKI memberikan sejumlah imbauan penting kepada warga Jakarta, terutama yang tinggal di kawasan pesisir dan daerah rawan banjir:

1. Amankan Barang-Barang Berharga

Pindahkan barang yang mudah rusak atau penting ke tempat yang lebih tinggi. Air rob mengandung garam, sehingga dapat mempercepat korosi atau merusak elektronik.

2. Periksa Instalasi Listrik

Pastikan kabel dan colokan listrik berada di area yang aman dari genangan.

3. Siapkan Jalur Evakuasi

Khusus bagi warga di daerah paling rawan, siapkan rute evakuasi dan koordinasi dengan RT/RW setempat.

4. Hindari Berkendara di Area Tergenang

Selain berisiko mogok, kendaraan yang terkena air asin dalam durasi lama bisa mengalami kerusakan yang lebih parah.

5. Pantau Informasi Resmi

BPBD menyarankan warga aktif memantau info via:

  • Website resmi BPBD
  • Media sosial @bpbddkijakarta
  • Aplikasi pemantau banjir seperti Jakarta Kini (JAKI)

Upaya Pemerintah: Antisipasi dan Koordinasi

Di sisi lain, BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Lingkungan Hidup, hingga Sudin Bina Marga sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, seperti:

  • Menyiagakan pompa mobile di titik rawan
  • Membersihkan saluran air dan pintu air
  • Menyiapkan petugas monitoring 24 jam
  • Memastikan jalur evakuasi siap digunakan

Upaya ini dilakukan agar dampak rob dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga aktivitas warga tetap bisa berjalan dengan aman.

Tetap Tenang, Tetap Waspada, Urbie’s!

Rob memang bukan fenomena baru bagi warga pesisir Jakarta, namun bukan berarti bisa diabaikan. Dengan adanya peringatan resmi BPBD DKI Jakarta untuk periode 1–10 Desember 2025, warga diharapkan lebih siap dan waspada menghadapi kondisi pasang air laut yang diperkirakan mencapai puncaknya pada pukul 07.00–13.00 WIB.

Tetap pantau informasi resmi, tetap jaga keselamatan keluarga, dan semoga aktivitasmu selama Desember tetap lancar meski supermoon sedang memengaruhi laut di utara kota.

Stay safe, Urbie’s!