Home Highlight Trump Luncurkan “Trump Gold Card”, Jalur Cepat Visa AS Seharga $1 Juta!

Trump Luncurkan “Trump Gold Card”, Jalur Cepat Visa AS Seharga $1 Juta!

296
0
ilustrasi Trump Gold Card - sumber foto Instagram
ilustrasi Trump Gold Card - sumber foto Instagram

Hi Urbie’s! Dunia politik Amerika Serikat kembali bergemuruh. Kali ini bukan soal kampanye, debat, atau kebijakan dagang, melainkan sebuah program baru yang mengundang perhatian global—bahkan sejak menit pertama diumumkan. Presiden AS, Donald Trump, meluncurkan skema imigrasi baru bernama Trump Gold Card, sebuah kartu eksklusif yang menawarkan jalur cepat menuju visa AS bagi orang asing kaya raya yang mampu membayar setidaknya $1 juta atau sekitar Rp15,8 miliar.

Bukan Amerika namanya kalau kebijakannya tidak menimbulkan kontroversi. Meski baru diperkenalkan, Trump Gold Card langsung memicu respons beragam, dari yang menyebutnya peluang ekonomi besar hingga yang menilai ini sebagai bentuk “visa premium” yang hanya menguntungkan kalangan superkaya.

Jalur Cepat Visa AS: “It’s Going to Sell Like Crazy”

Dalam gaya komunikasinya yang khas, Trump mempromosikan program ini dengan penuh percaya diri. Ia menyebut bahwa kartu tersebut “akan laku keras” karena dianggap sebagai “bargain,” atau penawaran murah untuk manfaat sebesar jalur cepat menuju kewarganegaraan.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menuliskan bahwa program ini akan memberikan “direct path to Citizenship for all qualified and vetted people. SO EXCITING! Our Great American Companies can finally keep their invaluable Talent.” Dengan kata lain, Trump Gold Card diklaim sebagai cara untuk mempertahankan talenta internasional yang dinilai penting untuk perusahaan-perusahaan besar di Amerika.

Namun, ucapan tersebut memunculkan tanda tanya besar: apakah benar ini tentang talenta? Atau hanya kesempatan bagi para miliarder global untuk membeli akses yang selama ini sulit didapat?

Trump Gold Card dan Platinum Edition Seharga $5 Juta

Program ini tidak berhenti sampai di situ, Urbie’s. Selain Gold Card standar seharga $1 juta, situs resmi program tersebut menyebut akan hadir versi “Platinum”. Dengan harga fantastis $5 juta, versi Platinum menawarkan keistimewaan yang jauh lebih besar, termasuk keringanan pajak serta akses layanan prioritas.

Jika Gold Card saja sudah mengundang perdebatan, versi Platinum jelas membuat publik makin heboh. Banyak pihak menilai kebijakan ini seperti membuka pintu belakang bagi mereka yang punya uang, sementara ribuan imigran berpenghasilan rendah justru berjuang menghadapi deportasi dan proses legal yang panjang.

Kontras di Tengah Kebijakan Imigrasi yang Semakin Ketat

Yang membuat pengumuman ini makin kontroversial adalah timing-nya. Washington saat ini tengah memperketat kebijakan imigrasi. Pemerintah meningkatkan biaya visa kerja, memperketat proses verifikasi, dan mempercepat deportasi bagi imigran tanpa dokumen. Ribuan keluarga dipulangkan ke negara asal mereka, sementara proses legalisasi bagi imigran pekerja justru makin sulit.

Di tengah situasi itu, munculnya Gold Card dianggap paradoks. Ketika kebanyakan pendatang harus melewati proses panjang dan penuh hambatan, mereka yang mampu membayar jutaan dolar bisa mendapatkan jalur cepat, lengkap dengan akses ke kewarganegaraan.

Sejumlah pakar kebijakan imigrasi menyebut ini sebagai langkah yang memperlebar kesenjangan. Amerika memang sudah lama mengenal visa berbasis investasi, tetapi Gold Card level Trump ini dianggap sebagai langkah yang lebih agresif—dan lebih terang-terangan komersial.

Baca Juga:

Dipuji sebagai Peluang Ekonomi, Dikritik sebagai “Visa Billionaire”

Pendukung Trump menilai skema ini sebagai strategi untuk membawa modal asing dan talenta global ke Amerika Serikat. Dengan banyaknya perusahaan teknologi dan industri besar yang membutuhkan tenaga ahli, mereka percaya program ini dapat menarik investor dengan cepat.

Namun, para pengkritik menilai hal sebaliknya. Banyak yang menyebut Gold Card sebagai “visa billionaires,” sebuah mekanisme yang memungkinkan orang kaya melompati antrean panjang yang harus dilalui orang biasa. Di media sosial, diskusi pun membara—ada yang menyebut ini solusi ekonomi, ada pula yang menyebutnya “jualan kewarganegaraan.”

Urbie’s, perdebatan ini mengingatkan kita bahwa imigrasi selalu menjadi topik panas di Amerika. Setiap perubahan kebijakan pasti mengguncang banyak sisi, terutama ketika menyangkut akses, privilege, dan keadilan.

Apa yang Sebenarnya Ditawarkan Trump Gold Card?

Meski detail lengkapnya masih terus diperbarui, situs resmi skema ini mencantumkan manfaat inti berupa jalur cepat visa, proses verifikasi prioritas, dan kesempatan mendapatkan kewarganegaraan lebih cepat bagi mereka yang memenuhi syarat.

Gold Card juga disebut akan mempermudah akses bagi talenta global di bidang teknologi, bisnis, hingga sains. Hal ini membuat sebagian pihak menilai skema ini sebagai bentuk “brain gain,” upaya menarik otak-otak hebat dari seluruh dunia.

Namun tetap saja, pertanyaan besar menggantung: apakah inovasi ini benar untuk kepentingan negara? Atau hanya peluang bisnis bagi Trump dan kelompoknya?

Kebijakan Baru yang Pasti Mengundang Perdebatan Panjang

Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, satu hal jelas: Trump Gold Card menjadi salah satu langkah kebijakan imigrasi paling berani, paling mahal, dan paling membelah opini publik dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi sebagian orang, ini adalah peluang emas untuk mengakses Amerika Serikat dengan cara lebih cepat. Bagi yang lain, ini adalah simbol komersialisasi imigrasi yang makin terlihat terang-terangan.

Urbie’s, apakah ini masa depan kebijakan imigrasi global? Atau hanya langkah kontroversial lain dari Donald Trump? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, dunia akan terus mengamati setiap langkah berikutnya.