Hi Urbie’s, saat papan seluncur mulai menyentuh aspal dan roda berderak serempak di jalanan, satu hal jadi pasti: tak ada yang bisa menghentikan mereka. Itulah energi yang terasa dalam 76 Skate to Bali, sebuah pergerakan skateboarding yang mempertemukan ratusan skater dari berbagai penjuru Indonesia dalam satu irama, satu jalur, dan satu semangat yang sama.
Minggu lalu, sekitar 180-an skater turun ke jalanan Bali. Mereka datang dari berbagai komunitas, dengan dominasi skater lokal Bali serta perwakilan dari seluruh provinsi di Pulau Jawa. Tanpa sekat, tanpa atribut berlebihan, mereka meluncur bersama melewati kawasan Kuta hingga Pandawa, menjadikan jalanan Pulau Dewata sebagai ruang ekspresi kolektif.
Lebih dari Sekadar Skate Session
76 Skate to Bali bukan sekadar agenda skating massal. Acara ini lahir sebagai bentuk apresiasi terhadap komunitas skate Indonesia yang selama ini tumbuh dari jalanan, trotoar, hingga skate park lokal. Diinisiasi dan dipersatukan oleh salah satu komunitas street culture, Yang Penting Heppiii (@yangpentingheppiii), pergerakan ini menjadi simbol solidaritas lintas daerah dalam kultur skateboard.
Di sini, skateboarding tidak diperlakukan sebagai olahraga kompetitif semata, melainkan sebagai bahasa universal anak jalanan modernâ€â€bahasa yang bicara tentang kebebasan, keberanian, dan rasa saling menghormati. Semua skater hadir dengan satu kesadaran yang sama: turun ke jalan, berbagi ruang, dan menikmati perjalanan.
Bali, Rumah Kedua Para Skater
Pemilihan Bali sebagai lokasi bukanlah keputusan acak. Pulau Dewata telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi skateboard terbaik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Infrastruktur skate park yang mumpuni, atmosfer yang terbuka terhadap budaya urban, serta lanskap alam yang ikonik menjadikan Bali magnet bagi para skater.
Bagi banyak peserta, Bali bukan hanya tempat liburan, tapi ruang bermain yang ideal. Skate park bertaraf internasional yang tersebar di berbagai titik memberi ruang aman sekaligus menantang untuk eksplorasi trik. Tak heran jika Bali kerap menjadi titik temu komunitas skate, baik lokal maupun internasional.
Jalanan sebagai Panggung Bersama
Yang membuat 76 Skate to Bali terasa berbeda adalah keberanian para skater untuk menghidupkan jalanan. Beriringan di area Kuta hingga Pandawa, mereka menjadikan ruang publik sebagai panggung bersamaâ€â€tentu dengan tetap menjaga keselamatan dan kebersamaan.
Aksi skating massal ini menarik perhatian wisatawan dan warga lokal. Banyak yang berhenti sejenak, mengabadikan momen, atau sekadar tersenyum melihat ratusan papan seluncur meluncur serempak. Bukan sensasi yang dicari, melainkan kehadiranâ€â€bahwa skateboarding adalah bagian dari denyut kota.
Baca Juga:
- Katy Perry & Justin Trudeau Resmi Go Public di Instagram, Dunia Hebboh Lihat Momen Mesra di Jepang
- Cara Memilih Susu Pertumbuhan Anak: Nutrisi Tepat dan Belanja Online Aman
- Tips Popok Bayi Aman di Momen Hari Kesehatan Nasional
Merayakan Komunitas, Bukan Ego
Urbie’s, salah satu nilai paling kuat dari 76 Skate to Bali adalah hilangnya batas antara komunitas besar dan kecil. Tidak ada kasta, tidak ada panggung utama. Semua setara di atas papan. Skater senior dan pemula meluncur berdampingan, saling menyemangati, saling menunggu.
Acara ini menjadi ruang aman untuk bertukar cerita, berbagi pengalaman, dan memperkuat jaringan antar komunitas skate Indonesia. Di tengah dunia yang makin individualistis, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa kultur street justru tumbuh dari kebersamaan.
Skateboarding sebagai Gaya Hidup
Lebih jauh, 76 Skate to Bali menegaskan posisi skateboarding sebagai gaya hidup urban, bukan sekadar tren. Skateboarding membawa nilai konsistensi, keberanian jatuh lalu bangkit, serta loyalitas terhadap komunitas. Nilai-nilai inilah yang membuat kultur ini terus hidup, lintas generasi.
Bagi para peserta, perjalanan ke Bali, meluncur bersama, hingga berbagi ruang publik adalah bagian dari proses merawat identitas. Skate bukan hanya soal trik, tapi soal perjalananâ€â€secara fisik maupun mental.
Energi yang Terus Bergerak
76 Skate to Bali mungkin telah selesai, tapi energinya masih terasa. Di media sosial, dokumentasi acara ini terus beredar, menjadi inspirasi bagi komunitas skate di kota-kota lain. Sebuah pesan tersampaikan dengan jelas: skateboarding Indonesia hidup, bergerak, dan saling menguatkan.
Urbie’s, ketika ratusan skater turun ke jalan dengan semangat yang sama, kita tidak hanya menyaksikan aksi olahraga ekstrem. Kita sedang melihat budaya urban Indonesia yang tumbuh dengan caranya sendiriâ€â€bebas, kolektif, dan penuh energi. Dan seperti slogan tak tertulis mereka: no one can stop them.








