Home Entertainment “Stecu Stecu” Tembus Global: Lagu Indonesia Satu-Satunya di TikTok Global Top 20...

“Stecu Stecu” Tembus Global: Lagu Indonesia Satu-Satunya di TikTok Global Top 20 Songs of 2025

677
0
Stecu Stecu Faris Adam - sumber foto Instagram farisssadammm
Stecu Stecu Faris Adam - sumber foto Instagram farisssadammm

Hi Urbie’s! Industri musik Indonesia kembali mencetak sejarah di panggung global. Lagu “Stecu Stecu” milik penyanyi asal Indonesia Faris Adam resmi masuk TikTok Global Top 20 Songs of 2025, dan lebih membanggakan lagi—menjadi satu-satunya lagu dari Indonesia sekaligus Asia Tenggara yang berhasil menembus daftar prestisius tersebut.

Dalam daftar yang dirilis TikTok pada 10 Desember 2025, “Stecu Stecu” sukses mengamankan peringkat ke-8, mengungguli deretan lagu global dari musisi papan atas dunia. Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa musik lokal Indonesia mampu bersaing, bahkan bersinar, di tengah arus globalisasi industri digital.

Mengalahkan Deretan Nama Besar Dunia

Prestasi “Stecu Stecu” terasa semakin monumental karena posisinya berada di atas lagu-lagu global populer, seperti “Anxiety” milik Doechii, “Sparks” dari Coldplay, “ocean eyes” oleh Billie Eilish, hingga “That’s So True” dari Gracie Abrams. Di antara rilisan kontemporer, lagu Faris Adam hanya berada di bawah “APT.” kolaborasi ROSÉ dan Bruno Mars yang menempati posisi keenam.

Fakta ini menegaskan bahwa kekuatan “Stecu Stecu” bukan semata karena viral sesaat, melainkan karena daya tarik lintas budaya yang mampu menjangkau audiens global—tanpa harus kehilangan identitas lokalnya.

Perpaduan Bahasa dan Budaya yang Autentik

Dirilis pada 5 Maret 2025 oleh Alfatih Record, “Stecu Stecu” ditulis oleh Farid Egall dan menghadirkan warna berbeda lewat perpaduan Bahasa Indonesia dengan dialek Indonesia Timur khas Maluku. Liriknya sederhana, catchy, dan dibalut dengan nuansa santai yang terasa jujur serta dekat dengan keseharian pendengarnya.

Pendekatan ini justru menjadi kekuatan utama lagu tersebut. Alih-alih mengikuti formula pop global, “Stecu Stecu” tampil apa adanya—mewakili suara daerah yang autentik, namun dikemas dengan sentuhan modern yang mudah diterima lintas generasi dan negara.

Viral di Berbagai Konten, Bukan Sekadar Dance Challenge

Secara statistik, “Stecu Stecu” telah digunakan lebih dari 17,3 juta kali di TikTok secara global. Menariknya, lagu ini tidak hanya populer sebagai latar dance challenge, tetapi juga merambah ke berbagai jenis konten, mulai dari resep masakan, tutorial makeup, video komedi, hingga vlog keseharian.

Di Indonesia sendiri, tren ini turut diikuti oleh sejumlah figur publik dan selebritas, seperti Jennifer Coppen, Rachel Vennya, Fuji, Erika Carlina, Jessica Jane, hingga Aurel Hermansyah, yang semakin memperluas jangkauan lagu ini di kalangan pengguna media sosial.

Baca Juga:

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana sebuah lagu bisa hidup lebih panjang ketika mampu beradaptasi dengan berbagai konteks visual dan emosi, bukan hanya terpaku pada satu tren tertentu.

Puncak Klasik yang Bangkit Kembali

Sementara itu, posisi puncak TikTok Global Top Songs of 2025 ditempati oleh lagu klasik “Pretty Little Baby” milik Connie Francis, yang pertama kali dirilis pada 1962. Lagu ini digunakan lebih dari 28,4 juta kali sepanjang 2025, terutama dalam konten bertema keluarga, hewan peliharaan, hubungan, hingga bunga.

Total tayangannya mencapai 68,6 miliar views, angka yang luar biasa untuk lagu berusia lebih dari enam dekade. Bahkan, popularitas barunya ini mendorong Connie Francis yang kini berusia 87 tahun untuk ikut bergabung ke TikTok, membuktikan bahwa musik lintas generasi masih memiliki ruang besar di era digital.

Kebanggaan Baru Musik Indonesia

Keberhasilan “Stecu Stecu” menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di daftar global ini bukan hanya kebanggaan bagi Faris Adam, tetapi juga bagi ekosistem musik Indonesia secara keseluruhan. Capaian ini menegaskan bahwa identitas lokal bukan penghalang untuk mendunia, justru bisa menjadi pembeda yang kuat di tengah lautan konten global.

Bagi Urbie’s, kisah “Stecu Stecu” adalah pengingat bahwa musik Indonesia punya potensi besar untuk berbicara di level internasional—selama ia jujur pada akarnya dan berani tampil apa adanya. Dari Maluku ke panggung global, langkah Faris Adam hari ini bisa menjadi jalan pembuka bagi musisi Indonesia lainnya di masa depan.