Home Highlight Tidak Bisa Jahit? Tenang Robot Humanoid China Bisa Menyulam Seperti Manusia, Teknologi...

Tidak Bisa Jahit? Tenang Robot Humanoid China Bisa Menyulam Seperti Manusia, Teknologi AI Masuk Level Baru!

362
0
Robot Humanoid China Bisa Menyulam Seperti Manusia - sumber foto Instagram Uncover.Robotic
Robot Humanoid China Bisa Menyulam Seperti Manusia - sumber foto Instagram Uncover.Robotic

Halo Urbie’s! Dunia robotika kembali mencatat lompatan penting. Kali ini datang dari China, lewat sebuah demonstrasi yang mungkin terdengar sederhana—menyulam dengan tangan—namun sejatinya menjadi tonggak besar dalam pengembangan humanoid robot. Perusahaan rintisan TARS Robotics sukses memamerkan kemampuan robot humanoid mereka melakukan bordir tangan dua tangan dengan presisi tinggi, sebuah tugas yang selama ini identik dengan keahlian manusia.

Robot Humanoid China Pamer Bordir Tangan Presisi Tinggi

Pada 22 Desember, TARS Robotics menggelar demonstrasi publik yang langsung menarik perhatian komunitas teknologi global. Dalam acara tersebut, robot humanoid mereka terlihat dengan tenang memasukkan benang ke lubang jarum, lalu menyulam sebuah logo menggunakan kedua tangan secara sinkron. Gerakannya halus, stabil, dan yang paling mengejutkan: tingkat akurasinya mencapai sub-milimeter.

Bagi Urbie’s yang mungkin belum akrab dengan dunia robot industri, tugas seperti ini bukan perkara mudah. Robot konvensional biasanya unggul dalam pekerjaan berulang dengan objek kaku—seperti merakit komponen logam atau mengelas. Namun, bekerja dengan kain, benang, dan jarum berarti berhadapan dengan material lunak yang mudah berubah bentuk dan tidak pernah sepenuhnya konsisten. Di sinilah tantangan besar robotika modern berada.

Mengapa Bordir Jadi Ujian Penting bagi Robot?

Menyulam secara manual menuntut koordinasi visual, kontrol tekanan, serta sinkronisasi dua tangan secara simultan. Sedikit saja kesalahan sudut atau kekuatan, benang bisa kusut atau kain rusak. Fakta bahwa robot humanoid TARS mampu melakukan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam fine motor control—kemampuan motorik halus yang selama ini menjadi “tembok besar” bagi humanoid robot.

Demonstrasi ini juga menegaskan bahwa robot tak lagi hanya dirancang untuk lingkungan pabrik yang steril dan terkontrol. Mereka mulai masuk ke ranah pekerjaan presisi yang lebih dekat dengan aktivitas manusia sehari-hari, termasuk kerajinan tangan, perawatan, hingga layanan personal.

Teknologi di Balik Gerakan Halus Robot TARS

Menurut TARS Robotics, kunci dari kemampuan ini terletak pada sistem tertutup yang mereka sebut sebagai pendekatan “Data–AI–Physics”. Sistem ini menghubungkan tiga elemen utama: pengumpulan data dunia nyata, model embodied AI, dan eksekusi fisik langsung oleh robot.

Berbeda dengan pendekatan lama yang sangat bergantung pada simulasi, sistem ini memungkinkan robot belajar dari interaksi nyata dengan objek di sekitarnya. Data yang dikumpulkan kemudian diproses oleh AI untuk memahami perilaku material—bagaimana kain melipat, bagaimana benang menegang—lalu diterjemahkan kembali menjadi gerakan fisik yang presisi. Dengan kata lain, jarak antara simulasi dan dunia nyata dipangkas secara signifikan.

Baca Juga:

Dari Startup Baru ke Sorotan Global

Yang membuat pencapaian ini makin menarik, TARS Robotics terbilang pemain baru. Perusahaan ini baru didirikan pada Februari 2025, namun pergerakannya terbilang agresif. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka sudah melangkah dari riset internal ke demonstrasi publik yang viral.

Kepercayaan investor pun mengalir deras. TARS Robotics dilaporkan telah mengantongi pendanaan awal lebih dari 240 juta dolar AS. Angka ini mencerminkan besarnya minat industri terhadap humanoid robot serbaguna—bukan sekadar mesin otomatis, tetapi sistem cerdas yang mampu beradaptasi dengan dunia manusia.

Implikasi Besar untuk Masa Depan Humanoid Robot

Keberhasilan robot melakukan bordir tangan membuka banyak kemungkinan baru. Di masa depan, kemampuan serupa bisa diterapkan pada bidang medis, seperti membantu operasi mikro atau rehabilitasi. Di sektor manufaktur, robot humanoid dengan ketangkasan tinggi berpotensi menangani produksi barang bernilai tinggi yang membutuhkan sentuhan halus.

Lebih jauh lagi, demonstrasi ini memperkuat narasi bahwa humanoid robot bukan lagi sekadar konsep futuristik. Mereka perlahan bergerak menuju peran nyata dalam kehidupan sehari-hari, berdampingan dengan manusia, bukan menggantikannya secara kaku.

China dan Ambisi Robotika Global

Langkah TARS Robotics juga menegaskan posisi China sebagai salah satu pusat inovasi robotika dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini tak hanya fokus pada skala produksi, tetapi juga pada kualitas kecerdasan dan fleksibilitas sistem robot. Humanoid robot dengan kemampuan presisi tinggi menjadi simbol ambisi tersebut.

Bagi Urbie’s yang mengikuti perkembangan teknologi, demonstrasi bordir ini mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya besar. Ia menjadi penanda bahwa era robot dengan “tangan manusia” semakin dekat—robot yang tak hanya kuat dan cepat, tetapi juga teliti, lembut, dan adaptif.

Jika hari ini robot bisa menyulam logo dengan benang dan jarum, bukan tak mungkin esok mereka membantu tugas-tugas rumit lain yang selama ini hanya bisa dilakukan oleh tangan manusia. Dan dari panggung kecil di China, masa depan humanoid robot tampaknya sedang dijahit dengan sangat rapi.