hi Urbie’s, kalau selama ini kita menganggap ekor hanya milik hewan, Jepang baru saja menantang cara pandang itu. Para peneliti di Keio University kembali membuktikan reputasi Jepang sebagai pusat inovasi teknologi dunia dengan memperkenalkan ekor robotik untuk manusia bernama Arqueâ€â€sebuah perangkat berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh secara real-time.
Sekilas terdengar seperti teknologi fiksi ilmiah atau eksperimen cosplay futuristik. Namun di balik bentuknya yang unik, Arque membawa terobosan serius dalam dunia human balance technology, membuka kemungkinan baru bagi keselamatan kerja, rehabilitasi medis, hingga augmentasi manusia. Tak heran jika publik menjulukinya sebagai teknologi yang “mengaktifkan Monkey Mode”.
Cara Kerja Arque: Naluri Baru yang Dibantu AI
Arque dikembangkan dengan pendekatan biomimetikâ€â€meniru cara alam bekerja. Pada hewan seperti monyet, ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan tambahan saat bergerak di medan sulit. Prinsip inilah yang diterapkan tim Keio University ke dalam tubuh manusia, dengan bantuan otot buatan (artificial muscles) dan sistem sensor cerdas.
Saat pengguna bergerak, berjalan, atau hampir kehilangan keseimbangan, sensor pada Arque langsung membaca arah gerakan tubuh. Dalam hitungan milidetik, ekor robotik ini akan bergerak ke arah berlawanan untuk menstabilkan posisi tubuh. Reaksinya nyaris instan, seolah-olah manusia memiliki refleks tambahan yang sebelumnya tidak pernah ada.
Teknologi ini membuat Arque bukan sekadar alat bantu pasif, melainkan sistem aktif yang bekerja selaras dengan tubuhâ€â€menciptakan sensasi seperti naluri baru yang terintegrasi secara alami.
Awalnya untuk Lansia, Kini Melampaui Ekspektasi
Menariknya, Arque awalnya dikembangkan untuk tujuan yang sangat humanis: membantu lansia menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh. Di Jepang, isu penuaan populasi menjadi perhatian serius, sehingga solusi berbasis teknologi menjadi kebutuhan nyata.
Namun, seiring pengembangan, potensi Arque ternyata jauh lebih luas. Para peneliti menyadari bahwa sistem keseimbangan aktif ini bisa diterapkan ke berbagai bidang lain yang membutuhkan stabilitas tubuh ekstra.

Revolusi Keselamatan Pekerja Industri
Di sektor industri, terutama pada pekerjaan berisiko tinggi seperti konstruksi, manufaktur berat, dan logistik, kehilangan keseimbangan bisa berakibat fatal. Arque berpotensi menjadi lapisan keselamatan baru bagi pekerja, membantu mereka tetap stabil saat membawa beban berat, bekerja di ketinggian, atau bergerak di permukaan yang tidak rata.
Alih-alih menggantikan manusia dengan robot sepenuhnya, teknologi ini justru memperkuat kemampuan manusiaâ€â€konsep yang kini dikenal sebagai human augmentation.
Harapan Baru dalam Dunia Rehabilitasi
Dalam bidang medis, khususnya rehabilitasi fisik, Arque membuka jalan baru bagi pasien yang mengalami gangguan keseimbangan akibat stroke, cedera saraf, atau gangguan motorik lainnya. Dengan bantuan ekor robotik, pasien dapat berlatih berjalan dan bergerak dengan risiko jatuh yang lebih rendah.
Pendekatan ini tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga psikologis. Rasa aman yang meningkat dapat mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan kepercayaan diri pasien.
Baca Juga:
- The Housemaid (2025): Saat Pelakor dan Istri Bersatu dalam Thriller Psikologis yang Bikin Merinding
- Harga Logam Mulia Dunia Terkoreksi Tajam: Emas, Perak, hingga Platinum Dihantam Aksi Ambil Untung
- ChatGPT Kena Pajak! OpenAI Resmi Dipungut PPN oleh DJP
Dari Assistive Robotics hingga Evolusi Manusia
Arque juga masuk dalam ranah assistive robotics, teknologi yang dirancang untuk mendukung aktivitas manusia sehari-hari. Namun, di titik tertentu, batas antara bantuan dan evolusi menjadi semakin kabur.
Ketika manusia mulai menambahkan “organ eksternal” yang memperluas kemampuan alaminya, pertanyaan besar pun muncul: apakah ini sekadar alat bantu, atau langkah awal menuju manusia versi baru?
Julukan “Monkey Mode” yang viral di media sosial mungkin terdengar bercanda, tetapi mencerminkan rasa kagum sekaligus keheranan publik terhadap kemungkinan tersebut. Manusia dengan ekor bukan lagi imajinasi kartunâ€â€melainkan eksperimen nyata di laboratorium Jepang.
Jepang dan Konsistensi Inovasi Teknologi
Inovasi seperti Arque kembali menegaskan posisi Jepang sebagai negara yang tidak takut bereksperimen di persimpangan teknologi, biologi, dan kemanusiaan. Alih-alih hanya fokus pada kecanggihan visual, riset seperti ini berangkat dari kebutuhan nyata dan berujung pada solusi lintas sektor.
Meski masih dalam tahap pengembangan dan belum digunakan secara massal, Arque menunjukkan ke mana arah masa depan teknologi bergerak: bukan menggantikan manusia, tetapi memperkuatnya.
Masa Depan di Ujung Ekor
Bagi Urbie’s, Arque adalah pengingat bahwa masa depan tidak selalu datang dalam bentuk robot humanoid atau AI di layar. Kadang, masa depan hadir sebagai sesuatu yang menempel di punggung kitaâ€â€bergerak diam-diam, menjaga keseimbangan, dan mungkin, tanpa kita sadari, mengubah cara kita menjadi manusia.
Jika teknologi ini terus berkembang, bukan tak mungkin “Monkey Mode” akan menjadi standar baru dalam dunia keselamatan, kesehatan, dan augmentasi manusia. Jepang sekali lagi membuktikan: ketika inovasi bertemu keberanian, batas antara manusia dan teknologi akan terus bergeser.








