Home Highlight Awal 2026 yang Kontroversial, Manga Buatan AI di Puncak Chart Jepang, Bikin...

Awal 2026 yang Kontroversial, Manga Buatan AI di Puncak Chart Jepang, Bikin Industri Manga Gempar!

219
0
My Dear Wife, Will You Be My Lover? Manga Buatan AI - sumber foto Istimewa
My Dear Wife, Will You Be My Lover? Manga Buatan AI - sumber foto Istimewa

Hi Urbie’s! para pecinta manga dan anime tanah air! Bayangin nih, kita baru aja masuk minggu pertama tahun 2026, eh udah langsung disuguhi drama besar di dunia manga Jepang. Sebuah manga buatan AI berhasil menduduki posisi teratas di kategori Young Adult pada Comic CmoA – platform ebook manga terbesar di Jepang. Judulnya? My Dear Wife, Will You Be My Lover? (terjemahan bebas: “Istriku yang Tercinta, Maukah Kau Menjadi Kekasihku?”).

Ceritanya sederhana tapi panas: pasangan suami-istri paruh baya yang lagi berjuang nyalain lagi api gairah seksual mereka. Manga empat volume ini dirilis tanggal 28 Desember 2025 oleh kreator bernama Mamaya dan diterbitkan Studio Zoon. Dan boom! Per 6 Januari 2026, dia jadi best-seller nomor satu di kategori dewasa muda, bahkan nyelonong ke peringkat 9 overall di seluruh chart Comic CmoA.

Tapi tunggu dulu, Urbie’s – ini bukan manga biasa. Deskripsi resmi di store-nya terang-terangan bilang: “Karya ini dibuat menggunakan gambar yang dihasilkan AI.” Yep, artwork-nya full AI-generated. Nggak ada tangan manusia yang menggambar panel demi panel seperti mangaka tradisional.

Kenapa Bisa Viral (dan Dikritik Habis-habisan)?

Meski terbuka soal penggunaan AI, manga ini tetep laris manis. Tapi, kalau kita intip review pembaca di Comic CmoA, rating-nya cuma 3.1 bintang – jauh di bawah manga-manga di bawahnya yang punya 3.8 sampai 4.3 bintang. Keluhan utama? Dialog terlalu panjang dan membosankan, artwork jelek dengan karakter yang sering copy-paste, background datar, dan adegan intim (yang jadi daya tarik utama) malah jarang muncul.

Beberapa reviewer bilang, “Hanya momen sex-nya yang lumayan, sisanya bikin ngantuk.” Tapi anehnya, justru itu nggak menghalangi penjualan. Banyak yang curiga ada review positif palsu atau bot yang nge-push rating. Ada juga yang memuji visual karakternya yang “sexy dan konsisten” – kelebihan AI memang di situ, bisa bikin desain cantik tanpa capek.

Reaksi dari Komunitas: Antara Marah dan Pasrah

Bagian paling panas dari drama ini adalah reaksi fans dan kreator. Beberapa pembaca kecewa berat sampai ancam boikot Comic CmoA karena izinin konten AI dijual bebas. “Kenapa platform sebesar ini buka pintu buat AI? Ini Pandora’s Box!” kata salah satu komentar yang banyak di-quote.

Yang lebih bikin miris, suara dari dalam industri sendiri. Kazuaki Ishibashi, editor legendaris yang pernah handle Mob Psycho 100 dan The World God Only Knows, nge-post di X (dulu Twitter) yang langsung viral. Dia bilang: “Review-review nggak terlalu ramai, dan pembaca kayaknya nggak peduli apakah ilustratornya AI atau bukan. Yang khawatir cuma kita para kreator aja kali ya. Akhirnya era ini datang juga. Kayaknya tahun ini bakal meledak popularitasnya.”

Baca Juga:

Ishibashi nggak sendirian. Banyak mangaka dan illustrator yang selama ini khawatir AI bakal gantikan pekerjaan mereka. Bayangin, dulu mangaka harus begadang berbulan-bulan gambar ratusan halaman, sekarang cukup prompt AI dan edit sedikit – jadi dalam hitungan hari. Biaya produksi murah, waktu cepat, tapi… apakah ini masih “seni”?

Apa Artinya Buat Masa Depan Manga di 2026?

Urbie’s, ini baru awal tahun, tapi sudah jadi tanda besar. Kalau manga AI bisa topping chart meski dikritik habis-habisan, artinya pembaca masa kini lebih prioritasin konten cepat dan murah daripada proses kreatif manusia. Apalagi di genre romansa dewasa yang sering cari visual appealing dan cerita ringan.

Tahun 2026 diprediksi bakal banjir manga AI. Platform lain mungkin ikut-ikutan, atau justru bikin aturan ketat larang AI seperti yang dilakukan beberapa situs Barat. Di Jepang, Comic CmoA yang buka gerbang ini bisa jadi game changer – atau malah pemicu perang antara tradisional vs teknologi.

Buat kita di Indonesia yang doyan baca manga bajakan atau legal via app, ini juga warning. Bakal semakin sulit bedain mana karya asli mana yang AI. Dan yang paling penting: apakah kita masih mau dukung mangaka manusia yang berjuang mati-matian, atau cukup dengan yang “cukup bagus” dari mesin?

Menurut kalian, Urbie’s? Apakah AI bakal bunuh industri manga, atau justru bikin lebih inovatif? Share pendapatmu di komentar ya! Kita bahas bareng-bareng. Siapa tahu, tahun ini kita liat revolusi besar di dunia komik Jepang.