Home Entertainment Netflix Garap Versi Korea Beauty and the Beast dengan Nuansa Kampus Modern

Netflix Garap Versi Korea Beauty and the Beast dengan Nuansa Kampus Modern

74
0
Netflix Garap Versi Korea Beauty and the Beast dengan Nuansa Kampus Modern
Foto: Netflix korea

Hai Urbie’s, Netflix kembali memperkuat jajaran drama Korea dengan mengonfirmasi produksi serial terbaru berjudul Beauty in the Beast (judul sementara). Serial ini disebut-sebut sebagai reinterpretasi modern dari kisah klasik Beauty and the Beast, dibalut dengan elemen fantasi remaja dan latar kehidupan kampus yang penuh dinamika. Dengan jajaran pemeran muda yang tengah naik daun serta tim kreatif berpengalaman, drama ini langsung menarik perhatian sejak pengumumannya.

Beauty in the Beast merupakan drama romantis fantasi remaja yang berfokus pada kisah Ha Min-soo, seorang mahasiswi yang menyimpan rahasia besar dalam hidupnya. Di balik penampilannya sebagai gadis biasa, Min-soo sebenarnya adalah manusia serigala yang bisa berubah wujud ketika emosinya tak terkendali. Demi bertahan hidup secara normal, ia telah menekan perasaan dan tindakannya sejak kecil, menjalani pendidikan ketat, hingga akhirnya berhasil memasuki dunia perkuliahan yang selama ini hanya bisa ia impikan.

Memasuki kampus menjadi titik balik kehidupan Min-soo. Dunia baru yang penuh kebebasan, interaksi sosial, dan tantangan emosional perlahan menguji batas kendali dirinya. Di tengah kehidupan kampus yang penuh gejolak, Min-soo dipertemukan dengan dua sosok penting yang akan mengubah hidupnya: senior kampus bernama Hae-joon dan Do-ha, manusia serigala lain dengan kepribadian yang sangat berbeda darinya. Dari sinilah konflik, romansa, dan pencarian jati diri mulai berkembang.

Kim Min-joo dipercaya memerankan karakter Ha Min-soo. Aktris muda ini dikenal memiliki spektrum akting yang luas melalui berbagai proyek film dan drama sebelumnya. Dalam Beauty in the Beast, Min-joo menampilkan sosok Min-soo sebagai gadis yang selalu menahan diri, namun di balik itu menyimpan rasa ingin tahu besar terhadap dunia. Ia bermimpi menjalani kehidupan normal, menjelajahi banyak tempat, dan melakukan hal-hal sederhana yang selama ini terasa mustahil baginya.

Baca Juga:

Moon Sang-min akan memerankan Hae-joon, sosok senior kampus yang dijuluki “Big Dog”. Kesan pertama Hae-joon terbilang intimidatif dengan raut wajah dingin dan tatapan tajam, namun di balik itu ia memiliki kepribadian lembut dan penuh empati. Meski biasanya acuh terhadap sekitar, Hae-joon justru tertarik pada Min-soo yang kerap menunjukkan perilaku aneh di dekatnya. Hubungan mereka berkembang secara perlahan, menghadirkan dinamika emosional yang menjadi salah satu daya tarik utama drama ini.

Sementara itu, Romon berperan sebagai Do-ha, manusia serigala berjiwa bebas yang hidup mengikuti insting dan dorongan hatinya. Berbeda dengan Min-soo yang menekan emosinya, Do-ha justru bertindak tanpa ragu. Karakter ini merasa frustrasi sekaligus khawatir melihat Min-soo yang terus menahan diri, menciptakan konflik emosional yang kompleks antara sesama manusia serigala. Interaksi ketiganya diprediksi akan menjadi pusat cerita yang penuh ketegangan sekaligus romansa.

Dari sisi produksi, Beauty in the Beast berada di tangan sutradara Jin Hyuk, sosok di balik kesuksesan sejumlah drama populer yang dikenal dengan visual sensual dan penggambaran karakter yang halus. Skenario ditulis oleh Jin Han-sae, penulis yang telah mencuri perhatian global lewat karya-karya orisinalnya di Netflix. Kombinasi keduanya menghadirkan ekspektasi tinggi terhadap kualitas cerita dan penyajian visual drama ini. Studio 329 sebagai rumah produksi juga menambah kredibilitas proyek, mengingat rekam jejaknya dalam menghasilkan serial-serial sukses.

Dengan konsep fantasi yang segar, romansa kampus, dan isu penerimaan diri, Beauty in the Beast berpotensi menjadi drama yang relevan bagi penonton muda sekaligus penggemar kisah cinta dengan sentuhan magis. Netflix tampaknya kembali serius menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi emosional penontonnya. Urbie’s, siap menantikan transformasi kisah klasik ini dalam versi Korea yang lebih modern dan emosional?