Hi Urbie’s!
Isu lingkungan dan keberlanjutan kini bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi bagian penting dari kehidupan urban modern. Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan ruang hijau di perkotaan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berdampak nyata. Semangat inilah yang diusung oleh Ascott Regional Jabotabek dalam perayaan World Environmental Education Day yang diperingati setiap 26 Januari.
Bertempat di Universitas Trilogi, Jakarta, Ascott Regional Jabotabek menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program edukasi lingkungan dan urban farming. Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Jakarta Berkebun dan Trilogi Berkebun, menghadirkan sinergi antara praktisi, akademisi, serta komunitas dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan berbasis aksi nyata.
Program ini diikuti oleh perwakilan dari lebih dari 20 properti yang berada di bawah portofolio The Ascott Limited. Mulai dari Ascott, Citadines, Oakwood, Somerset, Harris, Vertu, Yello, Pesona Alam, hingga The Botanica Sanctuary, seluruh brand tersebut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Partisipasi kolektif ini menjadi cerminan kuatnya semangat kolaborasi dan rasa tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, khususnya di kawasan perkotaan seperti Jabodetabek.
Dalam sambutannya, Reza Syah Putra selaku Corporate Director of Operations Excellence menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki makna penting dalam peringatan World Environmental Education Day. Ia menyampaikan bahwa Ascott percaya kerja sama dengan mitra yang memiliki visi sejalan mampu menghadirkan inspirasi positif sekaligus kontribusi nyata bagi generasi mendatang. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan menjadikan program ini memiliki dampak positif yang berkelanjutan.
Baca Juga:
- Dracin CEO Dilarang di China, Fajar Sadboy Malah Bangun Sadboy Cinematic Universe di Iklan Redmi
- Dari Runway ke Ramadan, Koleksi Anggun dengan Sentuhan Arabian Elegan
- Inilah 5 Alasan Kenapa Saat Travelling ke Luar Negri Sampai Bandara Harus 3 Jam Sebelum Keberangkatan
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi lingkungan yang dikemas secara interaktif dan dipandu oleh para ahli urban farming serta pertanian dari Universitas Trilogi. Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan wawasan menyeluruh mengenai konsep urban farming, mulai dari teknik budidaya tanaman di area terbatas, proses perawatan yang efisien, hingga metode panen berkelanjutan yang ramah lingkungan. Edukasi ini dirancang untuk membuka perspektif bahwa praktik pertanian dapat diterapkan di lingkungan urban dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon secara langsung di area kampus. Para peserta dibimbing oleh Dr. Ahmad Rifqi Fauzi, S.P., M.Si dari Tim Ahli Pusat Studi Pertanian Perkotaan Universitas Trilogi. Dalam sesi ini, peserta mempelajari teknik penanaman yang tepat guna mendukung pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang serta memaksimalkan manfaat ekologisnya. Pohon alpukat dipilih sebagai simbol keberlanjutan, sumber kehidupan, sekaligus representasi komitmen jangka panjang terhadap pelestarian lingkungan.
Sebagai penanda komitmen berkelanjutan, Ascott turut memasang papan Ascott Cares di lokasi kegiatan. Papan ini menjadi simbol dedikasi Ascott terhadap isu lingkungan dan komunitas, sekaligus pengingat jangka panjang atas kolaborasi yang telah terjalin bersama mitra dan komunitas. Inisiatif ini juga menegaskan posisi Ascott tidak hanya sebagai pelaku industri hospitality, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kota yang peduli terhadap keberlanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini sejalan dengan program Ascott Cares, khususnya pada pilar Environment dan Community. Melalui edukasi, kolaborasi, dan praktik berkelanjutan, Ascott berupaya menciptakan dampak positif yang tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Bagi Urbie’s, langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta dan institusi pendidikan dapat bersinergi untuk membangun kota yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.








