Peran Lula Lahfah dalam Harusnya Horor Kembali Disorot Usai Kepergiannya
Foto: ig@ybrav

Hi Urbie’s!
Kepergian Lula Lahfah menjadi kabar duka yang mengguncang banyak pihak, terutama mereka yang mengikuti perjalanan kreatifnya di dunia hiburan digital dan seni pertunjukan. Sosok yang dikenal dengan gaya ekspresif, cerdas, dan penuh karakter ini meninggalkan lebih dari sekadar kenangan personal. Ia juga meninggalkan jejak karya yang belum sepenuhnya disaksikan publik, salah satunya keterlibatannya dalam film Harusnya Horor.

Film Harusnya Horor belakangan kembali menjadi perbincangan, bukan hanya karena konsepnya yang unik, tetapi juga karena proyek ini menandai debut Reza Oktovian sebagai sutradara layar lebar. Reza Oktovian, atau yang akrab disapa Reza Arap, selama ini dikenal luas sebagai kreator digital, musisi, sekaligus figur berpengaruh di industri kreatif Indonesia. Keputusan Reza untuk terjun ke dunia perfilman lewat genre horor-komedi dianggap sebagai langkah berani dan penuh eksplorasi.

Dalam proyek tersebut, Lula Lahfah tercatat sebagai salah satu pemeran yang terlibat sejak tahap awal produksi. Keterlibatan ini menjadi menarik karena mempertemukan dua figur kreatif yang sama-sama tumbuh dari ekosistem digital, namun berani melangkah ke medium yang lebih luas. Bagi Lula, Harusnya Horor bukan sekadar proyek akting biasa, melainkan bagian dari fase baru perjalanan kariernya di dunia seni peran.

Genre horor-komedi yang diusung Harusnya Horor sendiri menawarkan pendekatan berbeda dari film horor konvensional. Alih-alih hanya mengandalkan ketegangan dan jumpscare, film ini mencoba memadukan unsur humor dengan atmosfer horor, menciptakan ruang narasi yang lebih segar dan relevan dengan selera penonton muda. Di sinilah karakter Lula Lahfah dinilai memiliki peran penting, mengingat kemampuannya membawakan ekspresi komedik yang natural tanpa kehilangan kedalaman emosi.

Baca Juga:

Meski detail peran yang dimainkan Lula belum sepenuhnya diungkap ke publik, banyak pihak menilai kehadirannya memberi warna tersendiri dalam dinamika cerita. Lula dikenal sebagai figur yang berani bereksperimen dengan karakter, tidak takut tampil berbeda, dan selalu membawa energi autentik ke setiap karya yang dijalaninya. Hal ini membuat keterlibatannya dalam Harusnya Horor kini terasa semakin bermakna, terutama setelah kepergiannya.

Bagi Reza Oktovian, film ini juga memiliki nilai personal yang kuat. Harusnya Horor bukan hanya debut penyutradaraan, tetapi juga simbol peralihan dari dunia digital ke industri film yang lebih kompleks. Kolaborasinya dengan Lula Lahfah menjadi bagian dari perjalanan kreatif tersebut, sebuah kolaborasi yang kini dikenang sebagai salah satu momen penting dalam proses kreatif film ini.

Kepergian Lula Lahfah membuat publik melihat Harusnya Horor dari sudut pandang yang berbeda. Film ini tidak lagi sekadar proyek debut seorang kreator besar, melainkan juga menjadi ruang terakhir di mana Lula mengekspresikan dirinya melalui medium film. Karya ini pun dipandang sebagai bentuk peninggalan artistik yang menyimpan nilai emosional, baik bagi rekan-rekan terdekat maupun para penikmat karya seni.

Urbie’s, kisah Lula Lahfah mengingatkan kita bahwa setiap karya memiliki jejak waktu dan makna yang bisa berubah seiring peristiwa. Harusnya Horor kini bukan hanya tentang horor dan komedi, tetapi juga tentang memori, dedikasi, dan perjalanan kreatif yang terhenti terlalu cepat. Publik pun menanti bagaimana film ini kelak dirilis dan diterima, sebagai bentuk penghormatan terhadap karya dan semangat yang ditinggalkan Lula Lahfah.