Home Entertainment Marjan Cinematic Universe 2026 Hadir dengan Dunia Cyberpunk, Angkat Kisah Koruptor Tanpa...

Marjan Cinematic Universe 2026 Hadir dengan Dunia Cyberpunk, Angkat Kisah Koruptor Tanpa Sentuhan AI

32
0
Marjan Cinematic Universe 2026 Hadir dengan Dunia Cyberpunk, Angkat Kisah Koruptor Tanpa Sentuhan AI
Foto: Instagram/Marjan

Hi Urbie’s! Marjan kembali membuktikan posisinya sebagai brand yang selalu dinanti setiap Ramadan. Lewat Marjan Cinematic Universe edisi 2026, mereka sekali lagi berhasil mengguncang dengan pendekatan cerita yang jauh dari kata biasa. Jika pada tahun-tahun sebelumnya Marjan dikenal lewat kisah keluarga, nilai kebersamaan, dan drama emosional yang hangat, kali ini arah ceritanya berbelok tajam ke dunia yang lebih gelap, futuristik, dan penuh kritik sosial.

Iklan Ramadan 2026 ini mengambil latar dunia cyberpunk, sebuah semesta futuristik dengan kota digital yang megah, dingin, dan sarat teknologi. Ceritanya berpusat pada perjalanan seorang koruptor yang berusaha melarikan diri dari masa lalunya dengan masuk ke kota futuristik tersebut. Dari detik awal teaser dirilis, nuansa tegang langsung terasa. Visual yang kelam, permainan cahaya neon, hingga tata kota futuristik yang padat membuat iklan ini terasa seperti potongan film layar lebar, bukan sekadar iklan sirup musiman.

Yang menarik, Marjan tidak hanya mengandalkan visual megah. Narasi yang dibangun terasa intens dan penuh lapisan makna. Sosok koruptor yang menjadi pusat cerita seolah menjadi simbol manusia yang mencoba lari dari dosa dan tanggung jawab, namun tetap dibayangi konsekuensi. Dalam konteks Ramadan, pesan ini terasa relevan, reflektif, dan berani. Marjan berhasil membungkus kritik sosial dalam balutan hiburan sinematik tanpa terasa menggurui.

Secara visual, DNA cinematic khas Marjan masih sangat terasa. Framing shot yang dramatis, pergerakan kamera yang terkontrol, serta efek visual yang immersive membuat penonton betah mengikuti setiap detiknya. Build-up ceritanya rapi, perlahan, namun konsisten menciptakan rasa penasaran. Tidak heran jika banyak warganet menyebut iklan ini lebih pantas disebut film pendek dibandingkan iklan komersial.

Baca Juga:

Namun satu hal yang paling banyak dibicarakan Urbie’s di media sosial adalah pernyataan bahwa iklan ini diproduksi tanpa sentuhan AI. Di tengah tren industri kreatif yang semakin bergantung pada kecerdasan buatan, Marjan justru mengambil sikap berbeda. Keputusan ini terasa sebagai kelanjutan dari sikap mereka di edisi 2025, yang secara halus juga menyinggung isu AI. Dengan menegaskan bahwa CGI dan visual futuristiknya dibuat melalui kerja kreatif manusia sepenuhnya, Marjan seolah ingin menegaskan nilai craftsmanship, detail, dan proses artistik yang tidak instan.

Langkah ini tentu bukan tanpa risiko, mengingat produksi tanpa AI di era sekarang membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang jauh lebih besar. Namun justru di situlah letak kekuatan Marjan Cinematic Universe. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual pengalaman, nilai, dan visi kreatif jangka panjang. Iklan ini menjadi bukti bahwa storytelling premium masih bisa berdiri kuat tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi otomatis.

Tak berlebihan jika banyak yang memberikan apresiasi tinggi kepada tim di balik layar, termasuk Nayfos Indo Production yang kembali menunjukkan kualitas produksi kelas atas. Kolaborasi ini menghasilkan sebuah karya yang bukan hanya viral, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.

Dengan Marjan Cinematic Universe 2026, Marjan sekali lagi menaikkan standar iklan Ramadan di Indonesia. Ini bukan hanya soal estetika futuristik atau cerita yang berbeda, tetapi tentang keberanian untuk bereksperimen, menyampaikan kritik sosial, dan tetap relevan dengan nilai refleksi Ramadan. Bagi Urbie’s, iklan ini adalah bukti bahwa iklan bisa menjadi ruang seni, bukan sekadar ruang promosi.