Hi Urbie’s! Industri musik digital lagi panas-panasnya dengan perdebatan soal konsep visual. Kali ini, sorotan tertuju pada MV Shoot milik No Na yang jadi bahan diskusi hangat di kalangan Knetz. Bukan karena kontroversi besar, melainkan karena pilihan lokasi syutingnya yang dianggap “nggak modal” — hanya berlatar persawahan dan air terjun alami.
Namun, benarkah sesederhana itu? Atau justru ada pesan artistik yang lebih dalam di balik konsep minimalis tersebut?
Kritik Knetz: Visual Alam Dianggap Kurang Spektakuler
Sejak dirilis, video musik “Shoot” langsung ramai dibahas di berbagai forum online. Sebagian Knetz menilai latar alam terbuka seperti sawah dan air terjun terasa terlalu sederhana dibandingkan standar video klip K-pop atau pop modern yang identik dengan set mahal, teknologi CGI, serta produksi indoor super megah.
Beberapa komentar bahkan menyebut konsep tersebut terlihat “murah” dan kurang menunjukkan effort besar dari sisi produksi. Padahal, dalam industri hiburan, visual sering kali menjadi indikator pertama yang dinilai publik sebelum mereka memahami makna lagu secara keseluruhan.
Meski begitu, kritik ini juga memicu perdebatan baru di kalangan penggemar dan pengamat musik, terutama soal bagaimana standar estetika modern sebenarnya terus berkembang.
Visi Artistik: Estetika Tak Selalu Tentang Set Mahal
Kalau dilihat lebih dalam, konsep alam yang dipilih bukan sekadar keputusan praktis. Ada pendekatan visual yang mencoba menggeser cara pandang terhadap estetika musik video. Alih-alih mengandalkan dekorasi glamor, video ini memanfaatkan lanskap alami sebagai elemen utama untuk membangun suasana emosional.
Persawahan yang hijau memberi kesan tenang sekaligus autentik, sementara air terjun menghadirkan energi dinamis yang selaras dengan ritme lagu. Perpaduan tersebut justru menciptakan nuansa visual yang terasa segar dan berbeda dari video klip mainstream yang sering kali terlalu padat efek digital.
Buat sebagian penonton, pendekatan ini malah dianggap lebih berani karena keluar dari formula industri yang sudah umum.
Narasi Identitas dan Akar Budaya
Lebih dari sekadar visual, video ini juga menyimpan narasi tentang identitas dan akar budaya. Lanskap alam bukan hanya latar belakang, melainkan simbol kedekatan dengan asal-usul dan nilai tradisional. Elemen tersebut membuat video terasa lebih personal sekaligus membumi.
Di tengah tren globalisasi musik yang sering menghadirkan konsep futuristik, keputusan untuk kembali ke alam bisa dilihat sebagai pernyataan artistik — bahwa modernitas tidak harus memutus hubungan dengan budaya lokal.
Banyak penggemar bahkan menilai konsep ini berhasil memperkuat karakter grup dengan menunjukkan sisi yang lebih autentik dan relatable.
Baca Juga:
- Cinta Laura Resmi Jadi Duta Nasional UNICEF, Ini Komitmen yang Ia Suarakan
- Wuthering Heights 2026: Film Romantis Sensual Emerald Fennell
- Pecah Rekor Dunia dengan Cara Nyeleneh! Matias Kentut 40 Detik Non-Stop di Depan Mikrofon
Minimalis Tapi Penuh Makna
Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana standar visual dalam industri hiburan mulai berubah. Kini, kualitas artistik tidak selalu diukur dari besarnya budget produksi. Justru, kreativitas dalam mengolah konsep sederhana sering kali menjadi nilai plus yang membuat karya terasa lebih jujur.
MV “Shoot” menunjukkan bahwa pendekatan minimalis bisa tetap kuat secara emosional. Fokus kamera yang lebih dekat pada ekspresi dan interaksi dengan alam membantu membangun koneksi yang lebih intim dengan penonton.
Hal ini membuktikan bahwa storytelling visual masih menjadi kunci utama dalam menciptakan karya yang berkesan.
Antara Kritik dan Apresiasi
Meski kritik dari Knetz sempat ramai, respon positif juga terus bermunculan. Banyak penonton yang mengapresiasi keberanian konsep yang berbeda dari tren umum. Mereka menilai video ini berhasil menghadirkan estetika baru yang lebih natural dan segar.
Perdebatan ini sebenarnya menjadi refleksi menarik tentang bagaimana selera visual publik terus berkembang. Apa yang dianggap “kurang megah” oleh sebagian orang, bisa saja dilihat sebagai inovasi oleh yang lai
Urbie’s, Estetika Itu Soal Perspektif
Pada akhirnya, MV “Shoot” bukan sekadar soal latar persawahan atau air terjun. Ini tentang cara pandang baru terhadap estetika — bahwa keindahan bisa hadir dari kesederhanaan, bukan hanya dari produksi besar dan mahal.
Buat Urbie’s yang penasaran, mungkin justru di situlah kekuatan sebenarnya dari video ini: berani tampil berbeda, membawa pesan identitas, sekaligus mengingatkan bahwa akar budaya tetap bisa berdampingan dengan industri musik modern.
Jadi, menurut kamu… konsep minimalis seperti ini justru bikin karya terasa lebih jujur, atau masih kalah sama visual super megah?



















































