Home Health Viral Lagi! Mencuci Daging Ayam Sebelum di Masak Ternyata Bisa Sebarkan Bakteri

Viral Lagi! Mencuci Daging Ayam Sebelum di Masak Ternyata Bisa Sebarkan Bakteri

20
0
ilustrasi Mencuci Daging Ayam Sebelum di Masak - sumber foto MetaAi
ilustrasi Mencuci Daging Ayam Sebelum di Masak - sumber foto MetaAi

Urbie’s, jujur aja—kamu termasuk tim yang selalu mencuci daging ayam sebelum dimasak, atau justru sudah berhenti karena katanya berbahaya?

Perdebatan ini bukan hal baru. Dari dapur rumah tangga sampai linimasa media sosial, topik “cuci ayam atau tidak” selalu berhasil memicu diskusi panjang. Ada yang merasa mencuci ayam adalah langkah wajib demi kebersihan. Tapi tak sedikit pula yang mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Lalu, mana yang benar?

Kenapa Banyak Orang Mencuci Ayam?

Secara budaya, mencuci bahan makanan mentah dianggap sebagai bentuk kehati-hatian. Banyak orang merasa ayam yang dibeli dari pasar atau supermarket masih menyisakan lendir, darah, atau kotoran sehingga perlu dibilas sebelum diolah.

Secara psikologis, air yang mengalir memberi kesan “membersihkan”. Apalagi jika tekstur ayam terasa licin, refleks pertama kita memang ingin mencucinya.

Namun Urbie’s, rasa “lebih bersih” itu ternyata tidak selalu sejalan dengan standar keamanan pangan modern.

Aturan Keamanan Pangan Dunia: Jangan Dicuci

Menurut berbagai pedoman keamanan makanan internasional, ayam mentah justru tidak disarankan untuk dicuci sebelum dimasak. Alasannya sederhana namun krusial: risiko penyebaran bakteri.

Ayam mentah bisa mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Campylobacter. Ketika ayam dicuci di bawah air mengalir, percikan air dapat membawa bakteri tersebut menyebar ke wastafel, meja dapur, talenan, bahkan ke peralatan makan di sekitarnya.

Artinya, alih-alih membersihkan ayam, kamu justru berpotensi mencemari dapur dengan bakteri yang tak kasat mata.

Yang lebih mengkhawatirkan, percikan air bisa menyebar hingga jarak yang tak kita sadari. Dan bakteri seperti Salmonella dikenal sebagai penyebab keracunan makanan dengan gejala diare, demam, hingga kram perut.

Eksperimen yang Bikin Banyak Orang Kaget

Isu ini kembali ramai setelah pakar nutrisi dan keamanan pangan, Kimon Karatzas, menunjukkan dalam sebuah demonstrasi seberapa jauh bakteri bisa menyebar saat ayam dicuci.

Dalam video edukatif yang beredar luas, ia memperlihatkan bagaimana percikan air dari ayam mentah dapat membawa partikel bakteri ke berbagai sudut dapur. Bukan hanya di sekitar wastafel, tapi juga ke permukaan yang tampak jauh dari sumber air.

Eksperimen tersebut menjadi pengingat visual yang cukup “menampar”: bahaya tidak selalu terlihat. Dapur yang tampak bersih belum tentu bebas kontaminasi.

Banyak netizen yang awalnya skeptis akhirnya mengaku berubah pikiran setelah melihat demonstrasi tersebut.

Baca Juga:

Jadi, Gimana Cara Aman Mengolah Ayam?

Urbie’s, kabar baiknya: bakteri pada ayam bisa mati saat terkena suhu panas yang cukup tinggi. Proses memasak hingga matang sempurna adalah kunci utama keamanan.

Berikut beberapa tips aman mengolah ayam tanpa mencucinya:

  1. Langsung masak tanpa dibilas.
    Ayam yang dibeli dari supermarket umumnya sudah melalui proses pembersihan standar industri.
  2. Gunakan talenan terpisah.
    Pisahkan talenan untuk bahan mentah dan bahan matang guna mencegah kontaminasi silang.
  3. Cuci tangan dengan sabun.
    Setelah memegang ayam mentah, segera cuci tangan minimal 20 detik.
  4. Bersihkan permukaan dapur.
    Gunakan cairan disinfektan untuk membersihkan meja, pisau, dan wastafel setelah digunakan.
  5. Pastikan ayam matang sempurna.
    Suhu internal ayam idealnya mencapai sekitar 75°C agar bakteri mati sepenuhnya.

Dengan langkah ini, risiko penyebaran bakteri bisa ditekan secara signifikan.

Kenapa Mitos Ini Sulit Hilang?

Perdebatan soal mencuci ayam sebenarnya mencerminkan benturan antara kebiasaan lama dan ilmu pengetahuan modern. Tradisi memasak turun-temurun seringkali lebih dipercaya dibanding rekomendasi ilmiah yang terasa “baru”.

Selain itu, ada juga faktor persepsi visual. Jika ayam terlihat “kotor”, insting kita ingin membilasnya. Padahal, yang menentukan aman atau tidaknya ayam bukan tampilan luar, melainkan cara penanganan dan suhu memasaknya.

Media sosial pun turut memperpanjang perdebatan. Setiap kali topik ini muncul, kolom komentar langsung terbelah menjadi dua kubu. Ada yang bersikukuh, “Dari dulu dicuci aman-aman saja.” Ada juga yang tegas mengatakan, “Stop cuci ayam sekarang juga!”

Padahal, inti persoalannya bukan soal siapa yang benar atau salah, melainkan soal meminimalkan risiko.

Jadi, Kamu Tim Mana, Urbie’s?

Pada akhirnya, keputusan tetap ada di tangan masing-masing. Namun berdasarkan standar keamanan pangan global dan edukasi para ahli seperti Kimon Karatzas, tidak mencuci ayam sebelum dimasak justru dianggap lebih aman.

Yang paling penting adalah memastikan ayam dimasak hingga matang sempurna dan dapur tetap higienis.

Karena dalam urusan makanan, yang dipertaruhkan bukan cuma rasa—tapi juga kesehatan seluruh keluarga.

Jadi Urbie’s, setelah tahu fakta ini, apakah kamu masih akan mencuci ayam sebelum memasaknya? Atau mulai mengubah kebiasaan di dapur hari ini?