Home Highlight Viral Bayi Monyet Punch Peluk Boneka IKEA, Presiden IKEA Jepang Datang Langsung...

Viral Bayi Monyet Punch Peluk Boneka IKEA, Presiden IKEA Jepang Datang Langsung ke Kebun Binatang Ichikawa

257
0
Bayi Monyet Punch Peluk Boneka IKEA - sumber foto Google
Bayi Monyet Punch Peluk Boneka IKEA - sumber foto Google

Urbie’s!, kisah mengharukan datang dari Jepang dan sukses membuat warganet tersentuh. Seekor bayi monyet Jepang bernama Punch mendadak viral setelah terlihat mencari kenyamanan dari sebuah boneka plush usai ditinggalkan induknya. Cerita sederhana ini tak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga sampai ke telinga Presiden IKEA Jepang.

Punch merupakan bayi Japanese macaque yang lahir di Ichikawa City Zoo and Botanical Gardens. Tak lama setelah dilahirkan, ia ditolak oleh induknya. Sejak saat itu, Punch dirawat intensif oleh para penjaga kebun binatang untuk memastikan tumbuh kembangnya tetap optimal.

Namun di balik perawatan tersebut, ada satu detail kecil yang membuat hati publik meleleh: Punch terlihat selalu memeluk sebuah boneka orangutan plush. Boneka itu diyakini sebagai produk populer dari IKEA bernama DJUNGELSKOG orangutan.

Di media sosial, para pengikut kisah Punch bahkan menjuluki boneka tersebut sebagai “Oran Mama”—sebuah panggilan penuh kasih yang menggambarkan peran boneka itu sebagai sumber kenyamanan dan pengganti figur induk bagi Punch.

Dari Viral ke Aksi Nyata

Cerita Punch pertama kali ramai menghiasi televisi dan media sosial Jepang. Video serta foto-fotonya yang memeluk boneka dengan erat menyentuh jutaan hati. Banyak yang merasa kisah ini menunjukkan betapa makhluk hidup, termasuk hewan, juga memiliki kebutuhan emosional akan rasa aman dan kedekatan.

Perhatian publik yang besar akhirnya sampai ke pimpinan IKEA Jepang. Pada 17 Februari, Petra Fare selaku Presiden sekaligus Chief Sustainability Officer IKEA Jepang datang langsung ke Ichikawa setelah tergerak oleh kisah viral tersebut.

Kunjungan ini bukan sekadar simbolis. IKEA Jepang membawa sejumlah boneka plush pengganti untuk Punch. Boneka pertamanya diketahui mulai aus karena sering dipeluk dan dibawa ke mana-mana. Sebagai bentuk dukungan, perusahaan tersebut menyumbangkan beberapa DJUNGELSKOG orangutan baru serta tambahan plushie lainnya.

Pihak kebun binatang melalui akun X resmi mereka menyampaikan, “IKEA Japan Co., Ltd. telah menyumbangkan boneka-boneka plush yang sudah familiar serta sejumlah barang lainnya untuk ‘Punch’, monyet Jepang (Japanese macaque) di kebun binatang dan kebun raya kota kami, untuk ia bawa-bawa.”

Boneka yang Jadi Sumber Ketenteraman

Sejak ditolak induknya tak lama setelah lahir, Punch harus menjalani fase awal kehidupannya tanpa kehadiran sosok ibu. Dalam dunia primata, peran induk sangat penting untuk perkembangan fisik dan emosional anak. Kondisi inilah yang membuat perawatan oleh manusia menjadi krusial.

Dalam proses tumbuh kembangnya, boneka orangutan plush itu menjadi sumber ketenangan utama bagi Punch. Ia terlihat memeluknya saat beristirahat, membawanya saat bergerak, hingga bersandar padanya ketika merasa tidak nyaman.

Fenomena ini mengingatkan banyak orang bahwa kebutuhan akan rasa aman bersifat universal. Bukan hanya manusia, hewan pun mencari “pengganti” ketika kehilangan figur penting dalam hidupnya.

Baca Juga:

Respons Publik yang Hangat

Kisah Punch dan “Oran Mama” dengan cepat menjadi simbol kehangatan dan empati di tengah dunia digital yang sering kali dipenuhi kabar berat. Banyak warganet memuji langkah IKEA Jepang yang sigap dan responsif terhadap cerita tersebut.

Tak sedikit pula yang menilai kunjungan Presiden IKEA Jepang sebagai bentuk kepedulian nyata, bukan sekadar strategi pemasaran. Terlebih, posisi Petra Fare juga sebagai Chief Sustainability Officer memperkuat pesan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap makhluk hidup dan komunitas.

Bagi kebun binatang Ichikawa sendiri, perhatian publik membawa dampak positif. Kisah Punch meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perawatan satwa, khususnya bayi hewan yang mengalami penolakan dari induknya.

Lebih dari Sekadar Boneka

Urbie’s!, mungkin bagi sebagian orang boneka hanyalah produk retail biasa. Namun dalam kisah Punch, sebuah plush orangutan berubah menjadi simbol kehangatan, pengganti pelukan, dan sumber rasa aman.

DJUNGELSKOG orangutan sendiri dikenal sebagai salah satu plush favorit IKEA dengan desain yang lembut dan ekspresi ramah. Tak heran jika boneka ini mampu memberikan efek menenangkan—bahkan bagi seekor bayi monyet.

Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa empati bisa muncul dari hal-hal sederhana. Sebuah boneka, perhatian dari publik, dan respons cepat dari perusahaan global bisa menciptakan dampak emosional yang luas.

Kini, dengan tambahan plush baru, Punch memiliki “cadangan Oran Mama” untuk menemani hari-harinya di kebun binatang. Sementara itu, warganet terus mengikuti perkembangannya dengan penuh harap.

Urbie’s!, di tengah derasnya arus informasi, cerita seperti Punch memberi ruang bagi kita untuk berhenti sejenak dan mengingat pentingnya kasih sayang—tak peduli kepada siapa itu diberikan. Karena pada akhirnya, rasa nyaman dan pelukan hangat adalah bahasa universal yang dimengerti semua makhluk hidup.