Hi Urbie’s Puasa bukan alasan untuk jadi kaum rebahan seharian! Justru dengan bergerak, metabolisme tubuh tetap terjaga dan kamu nggak bakal gampang merasa lemas atau mengantuk.
Tapi, tentu saja ada “aturan mainnya” supaya niat sehat nggak malah bikin tumbang. Biar tetap fit dan semangat sampai beduk Magrib, yuk simak 5 tips simpel olahraga saat puasa berikut ini:
1. Pilih Waktu yang Tepat (Timing is Everything!)
Jangan olahraga di jam 12 siang saat matahari lagi terik-teriknya. Ada tiga waktu terbaik yang bisa kamu pilih:
- Sebelum Buka Puasa (Ngabuburit): Sekitar 30-60 menit sebelum berbuka. Begitu selesai, kamu bisa langsung minum dan makan untuk isi energi.
- Setelah Buka Puasa: Saat energi sudah terisi kembali. Tunggu sekitar 1 jam setelah makan agar perut tidak kram.
- Setelah Tarawih: Waktu paling aman karena suhu udara lebih sejuk dan hidrasi tubuh sudah maksimal.
Baca Juga:
- Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadan: Lafal, Arti, dan Penjelasan Lengkapnya
- Karya Upie Guava, Rilis Trailer Pelangi di Mars, Petualangan Sci-Fi Karya Anak Bangsa yang Siap Tayang
- Tren Anti-Pensiun di Korea Selatan, Tingkat Pekerjaan Lansia Tembus 70 Persen
2. Turunkan Intensitas (Jangan Dipaksa!)
Kalau biasanya kamu lari maraton atau angkat beban berat, saat puasa sebaiknya “turun gigi” dulu. Fokuslah pada olahraga ringan hingga sedang, seperti:
- Jalan santai atau jogging pelan.
- Bersepeda santai di sekitar rumah.
- Yoga atau peregangan (stretching).
- Latihan beban ringan dengan repetisi sedikit.
3. Perhatikan Asupan Air (Hidrasi adalah Kunci)
Dehidrasi adalah musuh utama saat olahraga puasa. Pastikan kamu menerapkan pola 2-4-2 untuk minum air putih:
- 2 Gelas saat berbuka.
- 4 Gelas di malam hari (setelah makan malam hingga sebelum tidur).
- 2 Gelas saat sahur. Dengan begini, cadangan cairan di otot tetap terjaga meski kamu berkeringat.
4. Nutrisi Sahur dan Buka yang Berkualitas
Olahraga butuh bahan bakar. Saat sahur, konsumsilah karbohidrat kompleks (seperti gandum, nasi merah, atau oatmeal) dan serat agar energi dilepaskan perlahan sepanjang hari. Saat berbuka, utamakan protein untuk memperbaiki otot setelah berolahraga.
5. Dengarkan Tubuhmu
Ini yang paling penting. Jangan abaikan sinyal dari tubuh. Jika saat olahraga kamu merasa:
- Pusing berputar (kliyengan).
- Mual atau ingin muntah.
- Jantung berdebar sangat kencang secara tidak wajar.
Segera berhenti. Tidak perlu memaksakan diri sampai garis finish kalau kondisi tubuh memang sedang tidak memungkinkan. Istirahatlah dan coba lagi esok hari dengan intensitas yang lebih rendah. Ingat, Tujuan olahraga saat puasa adalah untuk menjaga kebugaran, bukan untuk memecahkan rekor pribadi atau membentuk otot secara instan.


















































