Home Entertainment Tembus Box Office Korea, Jumbo Duduki Posisi 6 dan Kumpulkan Rp1,5 Miliar

Tembus Box Office Korea, Jumbo Duduki Posisi 6 dan Kumpulkan Rp1,5 Miliar

0
36
Jumbo Tembus Box Office Korea - sumber foto Istimewa
Jumbo Tembus Box Office Korea - sumber foto Istimewa

Hi Urbie’s!, kabar membanggakan datang dari industri animasi Indonesia. Film Jumbo sukses mencuri perhatian penonton Korea Selatan dan berhasil menembus jajaran box office harian negeri ginseng tersebut.

Berdasarkan data Korean Film Council per 18 Februari 2026, film animasi garapan sutradara Ryan Adriandhy itu menempati posisi ke-6 dalam daftar box office harian Korea. Capaian ini menjadi langkah signifikan bagi film animasi Indonesia yang mencoba bersaing di pasar internasional, khususnya Korea Selatan yang dikenal memiliki industri film kuat dan pasar domestik solid.

Tembus 14 Ribu Penonton dalam Waktu Singkat

Saat artikel ini ditulis pada Kamis (19/2/2026), Jumbo tercatat telah mengumpulkan 14.169 penonton dari total 355 layar yang menayangkannya di Korea Selatan. Dari sisi pendapatan, film produksi Visinema Pictures tersebut diperkirakan telah meraup 89.710 dolar AS atau setara sekitar Rp1,5 miliar.

Angka ini memang masih jauh dibandingkan film-film lokal Korea yang mendominasi posisi puncak. Namun, untuk film animasi asal Indonesia yang bersaing di pasar luar negeri, pencapaian ini patut diapresiasi.

Apalagi, distribusi di 355 layar menunjukkan bahwa Jumbo mendapat ruang yang cukup luas untuk menjangkau penonton Korea. Artinya, ada kepercayaan dari distributor dan jaringan bioskop setempat terhadap potensi film ini.

Bersaing dengan Film Lokal Korea

Di atas Jumbo, posisi pertama box office harian Korea ditempati oleh The King’s Warden yang telah mengumpulkan sekitar 4,1 juta penonton. Angka ini menunjukkan dominasi kuat film tersebut di pasar domestik.

Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh HUMINT dan Choir of God, yang masing-masing telah meraih sekitar 1,2 juta penonton. Sementara itu, peringkat keempat diisi oleh Number One dengan 187 ribu penonton, dan posisi kelima ditempati App The Horror dengan 18 ribu penonton.

Di tengah dominasi film lokal Korea yang memang memiliki basis penonton kuat, keberhasilan Jumbo menembus enam besar menjadi sinyal positif bahwa animasi Indonesia mulai mendapat tempat di hati penonton internasional.

Momentum Animasi Indonesia Go Global

Keberhasilan ini tak lepas dari strategi ekspansi global yang dalam beberapa tahun terakhir gencar dilakukan pelaku industri film Indonesia. Animasi menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat, baik dari sisi kualitas visual, storytelling, maupun standar produksi.

Ryan Adriandhy, yang sebelumnya dikenal sebagai komika dan kreator kreatif, membuktikan kapasitasnya sebagai sutradara animasi yang mampu menghadirkan karya kompetitif. Jumbo sendiri membawa pendekatan cerita yang universal, sehingga dapat dinikmati lintas budaya.

Urbie’s!, pasar Korea Selatan bukanlah pasar yang mudah ditembus. Industri film di sana sangat kompetitif dengan dukungan promosi besar dan loyalitas tinggi terhadap produksi lokal. Fakta bahwa Jumbo mampu masuk 10 besar harian menunjukkan adanya rasa ingin tahu sekaligus apresiasi terhadap karya animasi Indonesia.

Baca Juga:

Potensi Bertahan atau Naik Peringkat?

Pertanyaan berikutnya tentu: mampukah Jumbo bertahan atau bahkan naik peringkat dalam beberapa hari ke depan?

Performa box office biasanya sangat bergantung pada word of mouth. Jika respons penonton Korea positif, bukan tidak mungkin jumlah layar dan penonton akan meningkat. Sebaliknya, persaingan dengan film lokal beranggaran besar bisa menjadi tantangan tersendiri.

Namun, capaian awal ini sudah menjadi milestone penting. Dari sisi branding, Jumbo berhasil membuka pintu diskusi bahwa animasi Indonesia layak bersaing di panggung global.

Kebanggaan untuk Industri Kreatif Tanah Air

Bagi industri kreatif Indonesia, pencapaian ini bukan sekadar angka penonton dan pendapatan. Ini adalah validasi bahwa kualitas produksi lokal mampu menembus pasar luar negeri yang dikenal selektif.

Urbie’s!, momentum ini juga bisa menjadi dorongan bagi sineas dan studio animasi lain untuk berani melangkah lebih jauh. Pasar internasional bukan lagi mimpi, melainkan peluang nyata yang bisa diraih dengan konsistensi kualitas dan strategi distribusi yang tepat.

Dengan perolehan 14 ribu lebih penonton dan pendapatan sekitar Rp1,5 miliar dalam waktu singkat, Jumbo sudah mencatatkan langkah awal yang menjanjikan di Korea Selatan. Kini, publik menanti apakah film ini mampu mempertahankan performanya dan mencetak angka yang lebih besar.

Satu hal yang pasti, animasi Indonesia sedang berbicara di panggung global—dan dunia mulai mendengarkan.