Home Entertainment Drummer LUNA SEA, Shinya, Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker

Drummer LUNA SEA, Shinya, Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker

14
0
Drummer LUNA SEA, Shinya - sumber foto Shinya Facebook
Drummer LUNA SEA, Shinya - sumber foto Shinya Facebook

Hi Urbie’s!, kabar duka datang dari dunia musik Jepang. Industri rock Negeri Sakura kehilangan salah satu sosok pentingnya. Shinya, drummer dari band legendaris LUNA SEA, meninggal dunia pada 17 Februari 2026 pukul 18:16 waktu setempat.

Kabar tersebut diumumkan secara resmi melalui situs dan media sosial LUNA SEA, meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar dan pelaku industri musik yang telah mengikuti perjalanan band ini selama lebih dari tiga dekade.

Perjuangan Panjang Melawan Penyakit

Shinya diketahui telah berjuang melawan kanker kolorektal stadium 4 sejak tahun 2020. Di tengah perjuangannya, tahun lalu ia juga didiagnosis mengidap tumor otak. Kondisi tersebut membuat aktivitas panggungnya bersama LUNA SEA harus dibatasi demi fokus menjalani perawatan dan rehabilitasi.

Meski demikian, semangatnya untuk kembali tampil tak pernah padam. Hingga akhir hayatnya, Shinya masih menjalani proses rehabilitasi dengan harapan bisa kembali ke atas panggung dalam konser yang direncanakan berlangsung pada Maret tahun ini.

Bagi penggemar setia LUNA SEA, tekad tersebut menjadi bukti betapa besar cintanya pada musik dan para pendukungnya.

Sosok Penting di Balik Ritme LUNA SEA

Sebagai drummer, Shinya dikenal dengan karakter permainan yang presisi, dinamis, dan penuh energi. Ia menjadi fondasi ritmis yang memperkuat identitas musik LUNA SEA sejak band tersebut berdiri pada akhir 1980-an.

LUNA SEA sendiri merupakan salah satu pionir visual kei dan alternative rock Jepang yang berpengaruh besar di Asia. Dengan lagu-lagu ikonik dan konser berskala besar, band ini memiliki basis penggemar lintas generasi.

Kontribusi Shinya dalam membentuk warna musik LUNA SEA tak tergantikan. Ketukan drumnya menjadi denyut yang menyatukan gitar agresif, bass solid, dan vokal emosional yang menjadi ciri khas band tersebut.

Duka dari Penggemar di Seluruh Dunia

Sejak pengumuman resmi dirilis, media sosial langsung dipenuhi ungkapan belasungkawa dari penggemar di Jepang maupun internasional. Banyak yang mengenang momen konser, interaksi, hingga perjalanan panjang LUNA SEA yang menemani masa muda mereka.

Urbie’s!, bagi para pencinta J-Rock, LUNA SEA bukan sekadar band. Mereka adalah simbol era, semangat, dan identitas musik yang melampaui batas bahasa.

Kehilangan Shinya terasa begitu personal bagi banyak orang karena ia bukan hanya musisi, tetapi juga inspirasi tentang keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup.

Baca Juga:

Pemakaman Digelar Tertutup

Pihak keluarga menyampaikan bahwa prosesi pemakaman telah dilaksanakan secara tertutup sesuai dengan keinginan keluarga. Keputusan tersebut diambil demi menjaga privasi dan memberikan ruang duka yang tenang bagi orang-orang terdekat.

Namun, pihak band menyatakan bahwa mereka tengah merencanakan kesempatan khusus bagi para penggemar yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Detail mengenai bentuk penghormatan tersebut akan diumumkan kemudian melalui kanal resmi LUNA SEA.

Langkah ini menjadi bentuk apresiasi atas dukungan panjang para penggemar yang setia mendampingi perjalanan Shinya dan LUNA SEA selama ini.

Warisan Musik yang Abadi

Meski Shinya telah berpulang, warisan musiknya akan terus hidup melalui karya-karya LUNA SEA. Album-album dan penampilan panggung yang ia tinggalkan menjadi dokumentasi perjalanan panjang seorang musisi yang berdedikasi penuh pada profesinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, LUNA SEA tetap aktif merilis karya dan menggelar konser, membuktikan konsistensi mereka di industri yang terus berubah. Di tengah perjuangan melawan penyakit, Shinya tetap menjadi bagian dari semangat tersebut.

Urbie’s!, kisah hidup Shinya mengajarkan bahwa cinta terhadap musik bisa menjadi sumber kekuatan bahkan di masa-masa paling sulit. Ia menunjukkan bahwa panggung bukan hanya tempat tampil, tetapi ruang untuk berbagi jiwa dan semangat.

Selamat Jalan, Shinya

Kepergian Shinya menjadi kehilangan besar bagi dunia musik Jepang dan komunitas global yang mencintai karya LUNA SEA. Namun, setiap dentuman drum yang pernah ia mainkan akan terus bergema dalam kenangan para penggemarnya.

Selamat jalan, Shinya. Terima kasih atas ritme, energi, dan dedikasi yang telah kamu berikan. Musikmu akan selalu hidup.