
Hi Urbie’s! Ramadan selalu identik dengan refleksi dan berbagi. Namun di Ramadan 1447 H, ada cerita yang melampaui sekadar berbuka puasa dan berbagi takjil. Dari ruang-ruang kelas darurat di Sumatra hingga lantai masjid yang kembali mengilap menyambut tarawih, kolaborasi lintas sektor ini menghadirkan dampak nyata—bukan hanya simbolik.
Isu pendidikan anak terdampak bencana dan kebersihan rumah ibadah menjadi dua fokus utama dalam aksi sosial tahun ini. Di tengah meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan dampak sosial, langkah konkret seperti ini terasa semakin relevan.
Ruang Belajar Sementara, Harapan yang Nyata
Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Tapanuli Tengah beberapa waktu lalu meninggalkan kerusakan serius, termasuk pada fasilitas pendidikan. Bagi anak-anak, sekolah bukan sekadar tempat belajar—ia adalah ruang aman, ruang bermain, dan ruang bermimpi.
Melalui kolaborasi dengan Save the Children Indonesia, dibangun tiga sekolah darurat lengkap dengan fasilitas toilet dan perlengkapan belajar mengajar. Fasilitas ini dirancang agar proses belajar bisa kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
Tak hanya infrastruktur, sebanyak 400 paket back to school—berisi alat tulis hingga perlengkapan ibadah—dibagikan untuk mendukung kesiapan anak-anak kembali ke sekolah selama Ramadan.

President Director Super Indo, Boudewijn, menegaskan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada aktivitas bisnis semata.
“Bagi kami, tanggung jawab kepada komunitas tidak hanya sebatas pelanggan yang datang ke gerai. Kami percaya tanggung jawab perusahaan yang sejati berarti melampaui kegiatan operasional untuk menjangkau mereka yang sedang kesulitan. Inilah inti dari semangat We Care,” ujarnya.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menambahkan bahwa memastikan anak tetap bisa belajar adalah prioritas utama dalam masa pemulihan.
“Memastikan anak-anak bisa kembali belajar dengan aman bukanlah pilihan, ini adalah keharusan. Dukungan ruang belajar sementara dan fasilitas sanitasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi tentang memulihkan harapan dan masa depan mereka,” jelasnya.
Baca Juga:
- Penyesuaian Harga BBM Maret 2026: Pertamax, Shell, BP, dan Vivo Kompak Naik
- Di Tengah Serangan Rudal Iran, Agnez Mo Pastikan Dirinya Aman di Dubai
- Bebas Visa ke Korea Selatan Resmi Dibuka untuk WNI, Simak Aturannya
Satu Toko, Satu Masjid: Bersih untuk Ibadah yang Lebih Nyaman
Selain pendidikan, Ramadan juga identik dengan masjid yang lebih ramai dari biasanya. Dari salat tarawih hingga tadarus malam, kebersihan menjadi faktor penting dalam menciptakan kenyamanan beribadah.
Melalui program “Satu Toko, Satu Masjid”, dukungan kebersihan disalurkan ke 280 masjid di berbagai wilayah operasional. Program ini dijalankan bersama Unilever melalui brand Wipol.
Sebanyak 600 paket produk kebersihan dan higienitas didistribusikan secara terintegrasi melalui jaringan gerai dan distribution center. Setiap gerai berpartisipasi mendukung satu masjid di area sekitarnya, memastikan penyaluran tepat sasaran dan merata.

Rifka Auliya Febriani, Senior Brand Manager Cleaners Unilever, menyampaikan:
“Kenyamanan beribadah dimulai dari lingkungan yang bersih dan higienis. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata bagaimana sinergi antara brand dan retailer tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang langsung dirasakan masyarakat.”
Menariknya, 2,5% dari keuntungan penjualan Wipol tahun ini akan didonasikan untuk mendukung kebersihan masjid, memberikan THR bagi 20 marbot, serta memberangkatkan dua pasang marbot terpilih untuk umrah.
Kolaborasi yang Melampaui Ramadan
General Manager Corporate Affairs & Strategic Event Management Super Indo, Yuvlinda Susanta, menjelaskan bahwa seluruh program dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan terukur.
“Setiap inisiatif memiliki skema yang terstruktur agar dampaknya optimal dan tepat sasaran. Kami berharap kontribusi ini tidak hanya dirasakan selama Ramadan, tetapi juga dalam jangka panjang,” tutupnya.
Bagi masyarakat urban—terutama Gen Z yang makin selektif terhadap brand dan nilai yang mereka dukung—aksi seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi bisa menjadi kekuatan besar.
Dari sekolah darurat yang membuka kembali pintu mimpi anak-anak, hingga masjid yang bersih menyambut saf-saf rapat di bulan suci, Ramadan 1447 H menjadi pengingat: perubahan nyata selalu dimulai dari langkah konkret.
















































