Home Lifestyle Ramadan Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Momen Upgrade Diri

Ramadan Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Momen Upgrade Diri

154
0
Frisian Flag Indonesia (FFI) menggelar bincang-bincang Ramadan bertajuk ‘Raih Kebaikan dan Kehangatan Ramadan’ bersama Inul Daratista, Adam Suseno dan Yusuf Ivander di Jakarta, 26 Februari 2026. Talk show tersebut digelar untuk mengajak keluarga Indonesia menjaga kesehatan selama berpuasa dengan asupan bergizi seimbang, sehat, dan aktif raih kehangatan keluarga di bulan suci. (Foto: Dok. FFI)

Hi Urbie’s! Ramadan selalu punya cara untuk membuat kita melambat sejenak—di tengah padatnya kerjaan, notifikasi tanpa henti, dan jadwal bukber yang maraton. Tapi di balik rutinitas sahur yang kadang setengah sadar dan berbuka yang penuh euforia, ada satu hal yang sering terlupakan: kualitas kesehatan dan kehangatan keluarga.

Melihat fenomena ini, Frisian Flag Indonesia (FFI) menggelar bincang-bincang Ramadan bertajuk “Raih Kebaikan dan Kehangatan Ramadan”. Acara ini mengajak keluarga Indonesia memaksimalkan bulan suci bukan hanya untuk meningkatkan ibadah, tapi juga menjaga kesehatan dengan asupan gizi seimbang—sekaligus mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat.

Di tengah suasana hangat diskusi, pesan utamanya sederhana namun relevan: Ramadan adalah momen reset—untuk tubuh dan untuk hubungan keluarga.

Puasa, Autofagi, dan Cara Tubuh “Memperbaiki Diri”

Salah satu pembicara, dr. Gia Pratama, dokter sekaligus edukator kesehatan, menjelaskan bahwa puasa sebenarnya memberi kesempatan bagi tubuh untuk melakukan proses alami bernama autofagi.

“Saat berpuasa, tubuh memasuki fase autofagi, proses alami di mana sel-sel rusak dibersihkan, toksin diurai, dan tubuh membangun sel-sel baru yang lebih sehat. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi memberi kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri,” jelas dr. Gia.

Namun, ia mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya optimal jika diimbangi dengan asupan nutrisi yang tepat saat sahur dan berbuka.

Perubahan pola makan dan jam istirahat selama Ramadan membuat tubuh bekerja ekstra beradaptasi. Karena itu, protein, kalsium, dan vitamin D menjadi kunci menjaga energi tetap stabil—terutama buat kamu yang tetap harus produktif dari pagi sampai malam.

“Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur membantu menjaga energi, fokus, dan daya tahan tubuh. Berolahraga ringan tetap sangat dianjurkan agar metabolisme aktif dan stamina terjaga,” tambahnya.

Buat Gen Z urban yang juggling antara kerja, kuliah, konten, dan ibadah—ini jadi reminder penting: sahur bukan formalitas. Itu fondasi energi seharian.

Susu Jadi Andalan Sahur Praktis

Dalam kesempatan yang sama, Senior Brand Manager PT Frisian Flag Indonesia, Claudya Delliawan, menekankan pentingnya pilihan nutrisi yang praktis namun tetap berkualitas.

Melalui kampanye FRISIAN FLAG® Susu UHT “Andalan Ramadan untuk Keluarga Kuat”, FFI mengajak masyarakat melengkapi sahur dengan konsumsi susu UHT Full Cream. Susu saat sahur disebut dapat membantu meningkatkan asupan kalsium hingga empat kali lipat dan vitamin D hingga 15 kali lipat—kombinasi nutrisi yang berperan menjaga fungsi otot, tulang, serta daya tahan tubuh.

Tahun ini, FRISIAN FLAG® juga menggandeng Sisca Soewitomo sebagai Brand Ambassador untuk memperkuat kampanye Ramadan. Aktivasi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari digital billboard di titik strategis Jabodetabek, platform Spotify dan Vidio, hingga kegiatan mudik di sejumlah rest area Pulau Jawa lewat sampling dan pembagian THR.

Strategi ini terasa dekat dengan gaya hidup urban yang serba cepat dan digital-savvy.

Pentingnya kebaikan susu dalam pemenuhan nutrisi seimbang selama berpuasa, khususnya Protein, Kalsium dan Vitamin D dalam segelas susu FRISIAN FLAG® Susu UHT Full Cream yang dikemas melalui Campaign Ramadan Andalan Ramadan untuk Keluarga Kuat. (Foto: Dok. FFI)

Hangatnya Buka Puasa, Lebih dari Sekadar Menu di Meja

Ramadan memang identik dengan momen berbuka bersama. Dalam acara tersebut, Adam Suseno yang hadir bersama Inul Daratista berbagi pandangannya tentang arti kebersamaan.

“Buka puasa paling nikmat adalah saat bersama keluarga. Namun, kita juga perlu bijak memilih makanan dan minuman karena setelah berbuka masih ada ibadah dan aktivitas keesokan harinya,” ungkap Adam.

Menurutnya, perhatian pada asupan sahur dan berbuka bukan sekadar soal kenyang, tapi bentuk kasih sayang pada keluarga—terutama peran ibu yang sering jadi ‘nutrisi manager’ di rumah.

Baca Juga:

Sebagai bagian dari inovasi Ramadan, Frisian Flag® juga menghadirkan varian terbaru Creamy Kental Manis Gula Aren Spesial Ramadan lewat kampanye “Tuangkan Semangat Ramadan”, yang turut menampilkan Inul Daratista, Adam Suseno, dan Yusuf Ivander. Cita rasa gula aren dihadirkan untuk melengkapi momen takjil dan dessert keluarga.

100 Tahun Lebih Menemani Keluarga Indonesia

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung kesehatan keluarga Indonesia.

“Hadir lebih dari 100 tahun di tanah air, Frisian Flag® selalu setia menemani jutaan keluarga setiap hari dan berbagai momen spesial keluarga. Kami percaya konsumsi susu secara rutin membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian, termasuk saat menjalani puasa,” tutup Andrew.

Komitmen ini sejalan dengan visi Nourishing Indonesia dan dukungan terhadap program Generasi Emas 2045—mendorong keluarga tetap kuat, sehat, hangat, dan produktif.

Ramadan: Saatnya Tubuh Sehat, Hati Hangat

Di tengah tren self-improvement dan gaya hidup mindful yang makin digandrungi Gen Z, Ramadan bisa jadi momentum refleksi total—fisik, mental, dan relasi.

Karena pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar. Tapi tentang bagaimana kita mengisi ulang energi tubuh, memperbaiki kualitas diri, dan menguatkan koneksi dengan keluarga.

Dan mungkin, semuanya bisa dimulai dari hal sederhana: sahur yang lebih mindful, berbuka yang lebih bijak, dan segelas susu hangat yang menemani cerita di meja makan.