Hi Urbie’s! Drama tanpa gol mewarnai leg pertama semifinal Coppa Italia antara Como 1907 dan Inter Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Dalam pertandingan penuh intensitas, anak asuh Cesc Fàbregas gagal memanfaatkan peluang besar untuk meraih kemenangan di kandang sendiri, membuat agregat tetap 0-0 jelang leg kedua yang akan digelar di San Siro bulan depan.
Como Dominan tapi Tumpul di Depan Gawang
Sejak peluit awal, Como tampil percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Bermain dengan ritme cepat dan presisi umpan yang solid, mereka berhasil menekan Inter — tim yang secara kualitas dan pengalaman jelas lebih unggul. Tapi seperti pepatah lama, “menguasai permainan bukan berarti memenangkan pertandingan.”
Alex Valle menjadi sorotan utama setelah gagal menuntaskan peluang emas di babak kedua. Pada menit ke-48, ia sudah berdiri bebas di kotak kecil untuk menyambar umpan datar dari Ivan Smolcic, tapi tendangannya malah melebar. Padahal, momen itu bisa saja menjadi gol bersejarah untuk Como dalam perjalanannya ke final Coppa Italia.
Sebelumnya, Mergim Vojvoda juga punya dua peluang emas di babak pertama. Satu tendangannya diblok Carlos Augusto, sementara upaya berikutnya melenceng tipis dari tiang jauh. Di sisi lain, Inter tampak kesulitan menemukan ritme permainan yang biasanya cepat dan mematikan.
Peluang dan Statistik yang Bicara
Menariknya, walau pertandingan berakhir tanpa gol, data menunjukkan betapa Como sebenarnya lebih efektif dalam menciptakan peluang berbahaya. Dari total expected goals (xG) sebesar 0,9, sekitar 0,73 di antaranya datang dari peluang yang gagal dimanfaatkan Valle. Sementara Inter hanya mencatat 0,06 xG — sebuah angka yang menunjukkan betapa rapatnya pertahanan Como dalam menahan serangan lawan.
Nico Paz juga sempat menguji refleks Josep Martínez, kiper Inter, lewat sepakan keras dari sisi kiri yang memaksa Martínez melakukan penyelamatan gemilang menjelang turun minum. Lalu di awal babak kedua, Matteo Darmian hampir saja membuka keunggulan Inter ketika umpannya memantul mengenai tiang hanya 13 detik setelah kick-off.
Namun setelah itu, kedua tim tampak lebih berhati-hati. Fàbregas memilih tidak terlalu agresif menyerang, tampaknya sadar bahwa kebobolan di leg pertama bisa menjadi bencana. Sebaliknya, Cristian Chivu juga tampak puas membawa pulang hasil imbang tanpa kebobolan — sebuah keuntungan kecil untuk leg kedua di kandang mereka sendiri.
Caqueret, Motor Tengah Como yang Cemerlang
Dari sisi performa individu, Maxence Caqueret menjadi pemain paling berpengaruh bagi Como malam itu. Ia mengontrol tempo permainan dengan impresif, mencatat 51 umpan sukses dari 56 percobaan, termasuk 12 operan di sepertiga akhir lapangan — terbanyak dibandingkan pemain lain.
Tak hanya itu, Caqueret juga memenangkan 7 duel (terbanyak di pertandingan) dan 4 kali merebut bola, catatan yang menunjukkan keseimbangannya dalam bertahan dan menyerang. Bisa dibilang, kalau bukan karena penyelesaian akhir yang buruk, kontribusinya bisa saja membawa Como pulang dengan keunggulan.
Baca Juga:
- Bebas Visa ke Korea Selatan Resmi Dibuka untuk WNI, Simak Aturannya
- Tetap Fit Saat Puasa: Waktu Terbaik Olahraga dan Tips Aman dari Dokter
- Yuk, Belajar Trading Saat Ngabuburit!
Fàbregas dan Realisme di Tengah Harapan
Bagi Fàbregas, hasil 0-0 ini mungkin bukan bencana, meskipun terasa pahit. Mengingat pertemuan terakhir mereka dengan Inter berakhir dengan kebobolan empat gol, menahan raksasa Serie A itu tanpa gol adalah sebuah peningkatan besar.
Pelatih muda asal Spanyol itu tampak puas dengan kedisiplinan taktik timnya. Ia juga memuji lini belakang Como yang mampu meminimalkan ancaman Inter hingga hanya tiga tembakan dan semuanya meleset dari sasaran. Tapi tentu saja, ia tahu betul bahwa di leg kedua, setiap kesalahan kecil bisa jadi fatal.
Menatap Leg Kedua di San Siro
Kini, semua mata tertuju pada San Siro, tempat di mana leg kedua akan digelar bulan depan. Inter akan tampil di depan publik sendiri, sementara Como datang dengan modal kepercayaan diri dan harapan besar menulis sejarah baru.
Masih ada peluang besar bagi tim asuhan Fàbregas untuk melaju ke final Coppa Italia — sesuatu yang akan menjadi pencapaian luar biasa bagi klub yang baru saja kembali menapaki papan atas sepak bola Italia.
Hi Urbie’s, pertandingan ini bukan sekadar soal siapa yang mencetak gol duluan. Ini tentang keyakinan dan ketenangan menghadapi tekanan besar. Dan kalau Como bisa menjaga fokus seperti malam ini, bukan tak mungkin keajaiban terjadi di Milan nanti.


















































