Home Highlight Irene Umar Jelaskan Apa Itu Ekonomi Kreatif dan Cara Menambah Nilai Produk

Irene Umar Jelaskan Apa Itu Ekonomi Kreatif dan Cara Menambah Nilai Produk

147
0
Irene Umar Jelaskan Apa Itu Ekonomi Kreatif dan Cara Menambah Nilai Produk - sumber foto Instagram/Irene.Umar
Irene Umar Jelaskan Apa Itu Ekonomi Kreatif dan Cara Menambah Nilai Produk - sumber foto Instagram/Irene.Umar
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Pernah nggak sih kamu melihat sesuatu yang sederhana—seperti meja, tas, atau bahkan kopi—tapi terasa punya “nilai lebih”? Bukan cuma karena bentuknya, tapi karena ada cerita, emosi, dan identitas di baliknya. Nah, itulah yang coba dijelaskan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar, lewat unggahan terbarunya di Instagram.

Dengan cara yang simpel tapi ngena, ia menjawab satu pertanyaan penting: What is creative economy?

Ekonomi Kreatif Itu Apa Sih?

Menurut Irene Umar, ekonomi kreatif pada dasarnya adalah tentang adding value—menambahkan nilai pada sesuatu agar bisa naik ke level berikutnya.

Bukan cuma soal produksi barang atau jasa, tapi bagaimana sesuatu yang biasa bisa diubah jadi luar biasa.

Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa ekonomi kreatif juga erat kaitannya dengan storytelling—bagaimana sebuah produk bisa terhubung secara emosional dengan orang yang menggunakannya.

Dari Meja Biasa Jadi Karya Bernilai

Urbie’s, bayangkan sebuah meja kayu.

Secara fungsi, ya cuma tempat naruh barang. Tapi ketika meja itu dibuat dengan desain unik, menggunakan bahan lokal, dan punya cerita tentang pengrajin di baliknya—nilai meja itu langsung berubah.

Inilah yang dimaksud Irene Umar: storytelling yang bisa mengangkat sebuah produk menjadi bagian dari budaya dan craftsmanship.

Jadi bukan cuma “apa” yang dijual, tapi juga “cerita” di baliknya.

Storytelling Jadi Kunci

Di era sekarang, produk tanpa cerita seringkali kalah saing.

Kenapa? Karena konsumen—terutama Gen Z—nggak cuma beli barang, tapi juga pengalaman dan makna.

Ketika sebuah brand bisa membangun koneksi emosional, produk tersebut jadi lebih dari sekadar benda.

Ia jadi representasi gaya hidup, identitas, bahkan value yang dianut oleh penggunanya.

Transformasi dari Biasa ke Luar Biasa

Lewat konsep ini, Irene Umar menekankan bahwa ekonomi kreatif adalah tentang transformasi.

Dari produk biasa → jadi karya kreatif
Dari fungsi sederhana → jadi pengalaman emosional
Dari barang umum → jadi sesuatu yang punya nilai budaya

Dan menariknya, transformasi ini nggak selalu butuh teknologi canggih. Kadang, cukup dengan ide kreatif dan storytelling yang kuat.

Siapa Sosok Irene Umar?

Buat Urbie’s yang belum familiar, Irene Umar bukan sosok baru di dunia kreatif dan bisnis.

Ia adalah CEO dan pendiri W3GG, serta Managing Partner di Discovery Nusantara Capital.

Pengalamannya di bidang keuangan, investasi, dan inovasi menjadikannya salah satu figur penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Ia juga mencatat sejarah sebagai wakil menteri beragama Buddha pertama dalam kabinet Indonesia—sebuah simbol keberagaman yang kuat.

Baca Juga:

Kenapa Ini Penting Buat Indonesia?

Indonesia punya potensi besar di sektor ekonomi kreatif.

Mulai dari fashion, kuliner, musik, film, hingga kerajinan tangan—semuanya punya kekayaan budaya yang bisa diangkat ke level global.

Dengan pendekatan seperti yang disampaikan Irene Umar, produk lokal nggak cuma bisa bersaing, tapi juga punya identitas yang kuat di pasar internasional.

Peluang Besar untuk Gen Z

Urbie’s, ini juga jadi peluang besar buat kamu.

Di era digital, siapa pun bisa jadi kreator. Mulai dari bikin brand sendiri, konten kreatif, hingga produk handmade—semuanya punya potensi untuk berkembang.

Kuncinya? Bukan cuma skill, tapi juga cara kamu membangun cerita di balik karya tersebut.

Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Gerakan

Yang menarik, ekonomi kreatif bukan cuma soal profit.

Ini juga tentang bagaimana kita menghargai proses, budaya, dan identitas.

Tentang bagaimana karya lokal bisa punya panggung global.

Dan tentang bagaimana ide sederhana bisa berdampak besar.

Saatnya Naik Level

Pesan dari Irene Umar sebenarnya sederhana, tapi powerful:

Jangan cuma membuat sesuatu—buatlah sesuatu yang punya nilai.

Karena di dunia yang penuh kompetisi ini, yang membedakan bukan lagi produk, tapi cerita di baliknya.