Hi Urbie’s! Menikmati sarapan di tengah kota Jakarta mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana kalau sarapan tersebut dipadukan dengan suasana rooftop, skyline ibu kota, dan cita rasa autentik khas Betawi yang penuh nostalgia?
Inilah pengalaman unik yang kini resmi dihadirkan oleh Mercure Jakarta Cikini melalui program terbaru mereka bertajuk “Betawi Breakfast”.
Program spesial ini resmi diperkenalkan dalam acara peluncuran yang berlangsung meriah pada Sabtu pagi di De’ Langit Rooftop & Bar, rooftop ikonik yang berada di lantai 8 hotel tersebut.
Acara launching ini turut dihadiri oleh rekan media, KOL, corporate guests, hingga jajaran manajemen Accor dan Mercure Jakarta Cikini.
Namun yang membuat program ini terasa spesial bukan hanya menu makanannya.
Melainkan bagaimana Mercure Jakarta Cikini mencoba menghadirkan kembali rasa hangat Jakarta tempo dulu lewat pengalaman sarapan yang autentik dan penuh cerita.
Membawa Semangat “Discover Local”
Program “Betawi Breakfast” hadir sebagai bagian dari semangat Discover Local yang menjadi identitas brand Mercure di berbagai negara.
Lewat konsep ini, Mercure Jakarta Cikini ingin mengajak para tamu untuk lebih dekat dengan budaya lokal melalui pengalaman kuliner yang terasa personal.
Dan kali ini, budaya Betawi dipilih sebagai pusat dari keseluruhan pengalaman tersebut.
Mulai dari dekorasi, suasana, hingga pilihan makanan, semuanya dirancang untuk membawa pengunjung seperti kembali ke Jakarta di masa lalu.
Bukan hanya sekadar sarapan hotel biasa.
Tetapi sebuah pengalaman kuliner yang menghadirkan memori, budaya, dan nostalgia dalam satu meja makan.
Menu Betawi yang Bikin Nostalgia
Salah satu daya tarik utama tentu saja terletak pada pilihan hidangan khas Betawi yang disajikan.
Begitu memasuki area rooftop, aroma makanan tradisional langsung terasa menggoda.
Berbagai kuliner legendaris Betawi hadir dalam program ini, mulai dari kerak telor yang dimasak langsung di tempat, kue tampah dengan aneka jajanan tradisional, hingga selendang mayang yang manis dan menyegarkan.
Tak hanya itu, ada pula kembang goyang renyah, roti bakar jadul yang mengingatkan suasana warung kopi lama Jakarta, hingga kopi dan teh tubruk khas Indonesia yang disajikan hangat.
Yang menarik, pengalaman nostalgia ini juga diperkuat lewat penggunaan peralatan makan khas tempo dulu.
Gelas blirik dan piring ayam jago yang sangat identik dengan rumah-rumah lama Jakarta menjadi bagian dari konsep yang dihadirkan.
Hal kecil seperti ini justru membuat pengalaman sarapan terasa semakin autentik.

Rooftop dengan View Jakarta
Berbeda dari restoran tradisional biasa, “Betawi Breakfast” hadir di rooftop dengan panorama kota Jakarta yang modern.
Perpaduan antara makanan khas tempo dulu dengan latar gedung-gedung tinggi ibu kota menciptakan kontras unik yang menarik.
Di satu sisi, tamu menikmati cita rasa tradisional yang penuh nostalgia.
Di sisi lain, mereka tetap berada di tengah atmosfer urban modern khas Jakarta.
Dan justru kombinasi inilah yang membuat program ini terasa fresh.
Apalagi area De’ Langit Rooftop & Bar memang dikenal memiliki suasana nyaman untuk menikmati pagi hari sambil melihat skyline kota.
Baca Juga:
- Bank Indonesia Borong 2 Ton Emas di 2026, Ternyata Dunia Sedang Bersiap Hadapi Ketidakpastian Global
- Cara Memulai Trading di 2026 dari Nol: Panduan Lengkap untuk Pemula yang Serius
- 4 Langkah Trading Forex untuk Pemula Agar Nggak “Kaget Market
Bukan Program Musiman
Menariknya, “Betawi Breakfast” bukan hanya event sesaat atau seasonal program.
Mercure Jakarta Cikini memastikan program ini akan menjadi agenda rutin setiap akhir pekan.
Betawi Breakfast akan hadir setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB.
Dan yang membuatnya semakin menarik, harga yang ditawarkan cukup terjangkau.
Mulai dari Rp17.000 net termasuk pajak, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai pilihan kuliner khas Betawi di rooftop hotel.
Konsep ini jelas menjadi pilihan baru untuk weekend breakfast di Jakarta yang berbeda dari biasanya.
Ingin Jadi Destinasi Sarapan Unik di Jakarta
General Manager Mercure Jakarta Cikini, Yuni Manicha, mengatakan bahwa program ini dihadirkan untuk membawa kembali kehangatan kuliner Betawi dalam konsep modern yang tetap relevan dengan gaya hidup urban saat ini.
Menurutnya, perpaduan antara makanan tradisional, suasana rooftop, dan view kota Jakarta diharapkan bisa menjadi unique weekend breakfast destination bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dan melihat konsepnya, program ini memang punya potensi besar menjadi salah satu hidden gem breakfast spot baru di Jakarta.
Pengalaman yang Lebih dari Sekadar Makan
Dalam acara peluncurannya, para tamu undangan juga diajak berinteraksi langsung dengan chef dan manajemen hotel sambil menikmati sajian Betawi.
Suasana hangat dan santai terasa sangat kuat sepanjang acara.
Karena memang tujuan utama dari program ini bukan sekadar menjual makanan.
Tetapi menciptakan pengalaman yang memorable.
Sebuah pengalaman yang membuat orang tidak hanya kenyang, tetapi juga merasa lebih dekat dengan budaya Jakarta.
Nostalgia yang Dibungkus Modern
Di tengah tren kuliner modern dan cafe estetik yang semakin menjamur, langkah Mercure Jakarta Cikini menghadirkan konsep seperti ini terasa menarik.
Karena mereka tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mencoba menghidupkan kembali identitas budaya lokal dengan pendekatan yang lebih modern dan relatable.
Dan mungkin, itulah yang membuat “Betawi Breakfast” terasa spesial.
Bukan hanya tentang makanan.
Tetapi tentang cerita, kenangan, dan rasa hangat khas Jakarta yang perlahan mulai dirindukan banyak orang.












































