Hi Urbie’s! Swiss-Belhotel International resmi memperluas portofolio premium mereka lewat soft opening MĀUA Olea Ubud by Swiss-Belhotel, sebuah retreat eco-luxury baru yang menghadirkan perpaduan antara kemewahan modern, wellness, budaya lokal, dan koneksi mendalam dengan alam khas Ubud.
Bukan cuma sekadar hotel mewah biasa, properti ini hadir sebagai sanctuary yang dirancang untuk memberikan pengalaman menginap yang lebih mindful, tenang, dan autentik.
Ubud Jadi Rumah Sempurna untuk Konsep Eco-Luxury
Kalau membahas destinasi yang identik dengan wellness dan spiritual escape, nama Ubud memang selalu berada di daftar teratas.
Suasana hutan tropis, sawah hijau, seni budaya Bali, hingga ritme hidup yang lebih lambat membuat kawasan ini menjadi tempat favorit wisatawan lokal maupun internasional untuk “kabur” sejenak dari hiruk pikuk kota.
Melihat potensi tersebut, Swiss-Belhotel International menghadirkan MĀUA Olea Ubud sebagai properti kedua di Bali di bawah brand MĀUA by Swiss-Belhotel.
Konsep yang diusung pun berbeda dibanding hotel konvensional pada umumnya.
Di sini, tamu tidak hanya datang untuk tidur atau staycation, tetapi juga untuk reconnect dengan diri sendiri, alam, dan budaya sekitar.
Filosofi Māori Bertemu Kearifan Lokal Bali
Salah satu hal paling menarik dari brand MĀUA by Swiss-Belhotel adalah filosofi unik yang mereka bawa.
Brand ini terinspirasi dari warisan budaya Māori yang menjunjung tinggi nilai koneksi, kebersamaan, rasa hormat, dan pengalaman bermakna bersama orang lain.
Menariknya, konsep tersebut terasa sangat selaras dengan filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.
Chairman dan President Swiss-Belhotel International, Gavin M. Faull menjelaskan bahwa nama “Olea” sendiri terinspirasi dari pohon zaitun yang melambangkan perdamaian, ketangguhan, dan harmoni.
Dan jujur saja Urbie’s, filosofi itu terasa cocok banget dengan suasana Ubud yang identik dengan ketenangan dan healing energy.
Bukan Sekadar Hotel, Tapi Tempat untuk Healing
MĀUA Olea Ubud dirancang untuk menjawab tren wisata modern yang kini semakin mengarah pada meaningful travel experience.
Orang-orang sekarang tidak hanya mencari hotel bagus untuk foto Instagram semata, tapi juga pengalaman yang memberi ketenangan mental dan emosional.
Karena itu, properti ini menghadirkan berbagai fasilitas yang fokus pada wellness dan relaksasi.
Baca Juga:
- Joe Taslim ‘Jatuh Cinta’ pada Karakter Navin di Film The Furious, Ternyata Ini Alasannya
- Cerita Dion Wiyoko Saat Alami Gusi Bengkak
- Ternyata Ini Pentingnya Susu untuk Semua Usia yang Sering Terlewatkan!
Mulai dari suite dan vila pribadi yang menawarkan privasi maksimal, hingga fasilitas seperti spa, yoga, kolam renang, dan fitness center.
Setiap sudut properti juga dirancang menyatu dengan alam sekitar sehingga menghadirkan suasana yang lebih intimate dan menenangkan.
Restoran dan Spa dengan Filosofi Mendalam
Menariknya lagi, hampir seluruh fasilitas di MĀUA Olea Ubud punya cerita filosofis tersendiri.
Restoran utama mereka bernama Kōwhai Restaurant, terinspirasi dari pohon khas Selandia Baru dengan bunga kuning cerah yang dalam budaya Māori melambangkan pertumbuhan dan kepercayaan.
Sementara spa mereka, Pounamu Spa, mengambil inspirasi dari simbol Hei Matau yang merepresentasikan kekuatan, perlindungan, dan kesejahteraan.
Jadi bukan hanya desain yang cantik, tapi setiap elemen juga punya makna budaya yang mendalam.

Wellness dan Aktivitas Personal Jadi Fokus Utama
Berbeda dengan hotel biasa, pengalaman di MĀUA Olea Ubud dibuat lebih personal.
Para tamu dapat menikmati berbagai program wellness, aktivitas berbasis destinasi, hingga pengalaman yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan mereka.
Ada sesi yoga di tengah suasana alam Ubud, pengalaman relaksasi di spa, hingga aktivitas eksplorasi budaya lokal yang dirancang untuk menciptakan perjalanan yang lebih mindful dan meaningful.
Konsep seperti ini memang sedang naik daun di industri hospitality global.
Wisatawan modern kini semakin mencari pengalaman yang memberi dampak emosional positif, bukan sekadar kemewahan visual.
Swiss-Belhotel Bidik Pasar Eco-Luxury yang Terus Tumbuh
Senior Vice President Operations and Development Indonesia Swiss-Belhotel International, Ilkin Ilyaszade mengatakan bahwa pembukaan MĀUA Olea Ubud semakin memperkuat posisi brand MĀUA di segmen eco-luxury Bali yang terus berkembang.
Hal ini juga menunjukkan komitmen Swiss-Belhotel dalam memperluas portofolio premium mereka di berbagai destinasi potensial.
Dan ternyata, Bali bukan satu-satunya target.
Setelah Bali, MĀUA Akan Ekspansi ke Destinasi Lain
Melihat tingginya minat pasar terhadap konsep eco-luxury dan wellness hospitality, Swiss-Belhotel International sudah menyiapkan rencana ekspansi brand MĀUA ke berbagai destinasi lain di Indonesia.
Beberapa lokasi yang masuk radar pengembangan antara lain Batam, Labuan Bajo, dan Sumba.
Tidak hanya itu, Swiss-Belhotel juga mulai menjajaki peluang ekspansi internasional ke Vietnam dan Timur Tengah.
Artinya, konsep hospitality yang menggabungkan budaya lokal, wellness, dan kemewahan berkelanjutan ini punya potensi besar menjadi tren masa depan industri hotel.
Healing Kini Jadi Gaya Hidup Baru
Fenomena hadirnya hotel seperti MĀUA Olea Ubud menunjukkan bagaimana cara orang menikmati liburan kini mulai berubah.
Travel bukan lagi soal itinerary padat atau sekadar hunting foto aesthetic.
Sekarang, banyak orang justru mencari tempat untuk berhenti sejenak, bernapas lebih tenang, dan kembali terkoneksi dengan diri sendiri.
Dan di tengah dunia yang terasa semakin sibuk, mungkin itu memang jenis kemewahan yang paling dicari saat ini.













































