Home Highlight Bandara Internasional Tersibuk Dunia di Dubai Akan Ditutup Permanen pada 2035, Digantikan...

Bandara Internasional Tersibuk Dunia di Dubai Akan Ditutup Permanen pada 2035, Digantikan Bandara Raksasa Al Maktoum

0
0
Bandara Internasional Tersibuk Dunia di Dubai Akan Ditutup Permanen pada 2035, Digantikan Bandara Raksasa Al Maktoum
Ilustrasi foto: freepik
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Halo, Urbie’s, sebuah perubahan besar tengah dipersiapkan oleh Uni Emirat Arab dalam sektor penerbangannya. Bandara Internasional Dubai (DXB), yang selama bertahun-tahun menyandang predikat sebagai bandara internasional tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang internasional, dikabarkan akan ditutup secara permanen paling lambat pada tahun 2035.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Dubai untuk mengalihkan seluruh aktivitas penerbangan ke Bandara Internasional Al Maktoum atau Dubai World Central (DWC), yang berada sekitar 32 kilometer di barat daya pusat Kota Dubai.

Langkah ini tentu menjadi momen bersejarah bagi dunia aviasi global. Pasalnya, Bandara Internasional Dubai telah menjadi salah satu simbol kemajuan transportasi udara Timur Tengah sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1960.

Menurut laporan sejumlah media internasional, seluruh penerbangan dan layanan yang saat ini beroperasi di Bandara Internasional Dubai, termasuk maskapai Emirates yang menjadi ikon penerbangan Uni Emirat Arab, akan dipindahkan secara bertahap ke Bandara Al Maktoum.

CEO Dubai Airports, Paul Griffiths, menjelaskan bahwa pengoperasian dua pusat penerbangan berskala besar dalam jarak yang relatif dekat sudah tidak lagi efisien. Dengan jarak kurang dari 70 kilometer antara kedua bandara, konsolidasi operasional dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan Dubai di masa depan.

Keputusan tersebut juga didorong oleh kondisi Bandara Internasional Dubai yang saat ini telah mencapai kapasitas maksimalnya. Meskipun masih menjadi salah satu pusat penerbangan paling sibuk di dunia, keterbatasan ruang untuk ekspansi membuat pemerintah harus mencari solusi jangka panjang.

Sebagai gantinya, Dubai tengah menggelontorkan investasi fantastis senilai 25,8 miliar pound sterling atau sekitar 34,7 miliar dolar Amerika Serikat untuk memperluas Bandara Internasional Al Maktoum. Proyek ini bahkan disebut-sebut sebagai pembangunan bandara terbesar yang pernah dilakukan di dunia.

Baca Juga:

Setelah seluruh tahap pengembangan selesai, Bandara Al Maktoum diproyeksikan memiliki ukuran lima kali lebih besar dibandingkan Bandara Internasional Dubai saat ini. Kapasitasnya pun sangat mengesankan, yakni mampu melayani hingga 260 juta penumpang setiap tahunnya.

Tidak hanya itu, bandara baru tersebut akan dilengkapi dengan lima landasan pacu dan hingga 400 gerbang pesawat. Infrastruktur berskala masif ini dirancang untuk mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas udara global yang terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang.

Meski masa depannya sudah ditentukan, Bandara Internasional Dubai tetap menunjukkan performa luar biasa. Berdasarkan data dari perusahaan analisis penerbangan asal Inggris, OAG, bandara tersebut mencatat kapasitas sekitar 62,4 juta kursi penerbangan internasional sepanjang tahun 2025. Angka ini meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, Bandara Internasional Dubai menjadi pusat operasional utama Emirates dan melayani hampir 100 maskapai penerbangan dari berbagai negara. Jaringan penerbangannya menghubungkan lebih dari 240 destinasi yang tersebar di enam benua, menjadikannya salah satu gerbang internasional paling penting di dunia.

Penutupan Bandara Internasional Dubai pada 2035 memang akan menandai berakhirnya sebuah era. Namun di saat yang sama, langkah ini juga membuka babak baru bagi Dubai untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat transportasi udara terbesar dan paling modern di dunia.

Dengan kapasitas yang jauh lebih besar serta teknologi yang lebih mutakhir, Bandara Al Maktoum dipersiapkan untuk menjadi wajah baru industri penerbangan global sekaligus simbol ambisi Dubai dalam menyambut masa depan mobilitas udara internasional.