Home Highlight Harry Maguire Tak Masuk Skuad Inggris Piala Dunia 2026, Malah Jualan Stiker...

Harry Maguire Tak Masuk Skuad Inggris Piala Dunia 2026, Malah Jualan Stiker Panini di New York dan Bikin Fans Heboh

76
0
Harry Maguire Tak Masuk Skuad Inggris Piala Dunia 2026, Malah Jualan Stiker Panini di New York - sumber foto Instagram/harrymaguire93
Harry Maguire Tak Masuk Skuad Inggris Piala Dunia 2026, Malah Jualan Stiker Panini di New York - sumber foto Instagram/harrymaguire93
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Tidak semua kekecewaan harus dibalas dengan diam atau kemarahan. Bek senior Inggris Harry Maguire justru memilih cara yang tak biasa untuk menghadapi salah satu momen paling pahit dalam kariernya.

Setelah dipastikan tidak masuk dalam skuad Inggris untuk 2026 FIFA World Cup, mantan kapten Manchester United itu memutuskan terbang ke Amerika Serikat. Bukan untuk berlibur atau menghindari sorotan media, melainkan ikut berjualan stiker Panini kepada anak-anak di kawasan ikonik Rockefeller Center, New York.

Aksi sederhana tersebut langsung menarik perhatian publik. Banyak pengunjung yang awalnya hanya ingin berburu stiker sepak bola tiba-tiba dibuat terkejut ketika menyadari bahwa orang yang melayani mereka adalah salah satu bek paling dikenal di Inggris.

Kabar yang Datang Lewat Video Call

Di balik senyum yang ia tunjukkan di New York, tersimpan cerita yang cukup emosional.

Harry Maguire mengungkapkan bahwa dirinya menerima kabar tidak dipanggil ke skuad Inggris melalui panggilan video dari pelatih Thomas Tuchel.

Bek berusia 33 tahun tersebut mengaku momen itu terasa cukup canggung. Sebagai pemain yang telah bertahun-tahun menjadi andalan lini belakang Inggris dan bahkan pernah mengenakan ban kapten, keputusan tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah diterima.

Meski demikian, Maguire memilih untuk tetap menghormati keputusan pelatih dan tidak larut dalam rasa kecewa.

Dari Lapangan Hijau ke Rockefeller Center

Alih-alih terus memikirkan keputusan tersebut, Maguire justru menghabiskan waktunya dengan aktivitas yang jauh dari tekanan pertandingan.

Di Rockefeller Center, ia ikut menjual stiker Panini kepada para penggemar muda sepak bola. Suasana santai itu menghadirkan banyak momen menarik ketika anak-anak dan orang tua yang sedang berburu koleksi stiker baru menyadari bahwa mereka sedang berinteraksi langsung dengan salah satu pemain yang pernah membawa Inggris melaju hingga babak-babak penting turnamen internasional.

Banyak penggemar memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk berfoto, berbincang singkat, hingga meminta tanda tangan.

Aksi Maguire pun menuai banyak pujian di media sosial. Banyak yang menilai sikapnya menunjukkan kedewasaan dan profesionalisme, meski sedang menghadapi kekecewaan besar.

Bertemu Fans Manchester United di Times Square

Agenda Maguire di New York ternyata tidak berhenti di Rockefeller Center.

Ia juga menghadiri sebuah acara bersama komunitas pendukung Manchester United di kawasan Times Square. Kehadirannya langsung disambut antusias oleh para fans yang memenuhi lokasi untuk bertemu sang mantan kapten.

Momen tersebut menjadi ajang nostalgia sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan Maguire dengan para pendukung klub masih tetap hangat.

Suasana santai, obrolan ringan, dan sesi foto bersama membuat acara berlangsung penuh keakraban.

Baca Juga:

Momen Canggung Bersama Gary Lineker

Perjalanan Maguire di Amerika Serikat juga membawanya menjadi tamu spesial dalam podcast “The Rest is Football” yang dipandu oleh Gary Lineker di Netflix.

Namun, obrolan yang awalnya santai sempat berubah canggung.

Lineker tanpa sadar menyinggung topik mengenai pemain-pemain yang tidak dipanggil ke skuad Inggris. Setelah menyadari bahwa Maguire duduk tepat di hadapannya, ia langsung buru-buru meralat ucapannya.

Momen spontan tersebut justru memancing tawa para peserta podcast dan menjadi salah satu cuplikan yang banyak dibicarakan penggemar sepak bola.

Tetap Percaya Diri dengan Kemampuannya

Sebelumnya, Harry Maguire sempat mengungkapkan isi hatinya melalui media sosial.

Ia mengaku kecewa karena merasa masih mampu memberikan kontribusi besar untuk tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026.

Apalagi, posisi bek tengah Inggris diisi oleh nama-nama seperti John Stones, Ezri Konsa, Marc Guehi, Dan Burn, dan Jarell Quansah.

Meski merasa masih layak bersaing, Maguire memilih menerima keputusan tersebut dengan kepala tegak.

Dukungan Penuh untuk Timnas Inggris

Yang paling menarik, Maguire tidak menunjukkan sikap kecewa secara berlebihan ataupun melontarkan kritik kepada tim pelatih.

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa dirinya akan selalu bangga mengenakan seragam Inggris dan tetap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya yang berlaga di Piala Dunia musim panas ini.

Sikap tersebut memperlihatkan sisi lain dari seorang Harry Maguire yang selama ini sering menjadi sorotan karena performanya di lapangan. Di luar pertandingan, ia menunjukkan bahwa profesionalisme, rasa hormat kepada tim, dan kemampuan untuk bangkit dari kekecewaan juga merupakan kualitas penting yang dimiliki seorang atlet.

Bagi Urbie’s, kisah Maguire menjadi pengingat bahwa tidak semua kegagalan harus dihadapi dengan kemarahan. Terkadang, cara terbaik untuk melanjutkan perjalanan adalah tetap tersenyum, bertemu para penggemar, dan menikmati setiap momen yang datang, bahkan jika itu berarti menjual stiker sepak bola di tengah keramaian New York.