
Hi Urbie’s! Di tengah menjamurnya restoran burger di Jakarta, Mogul hadir dengan filosofi yang sederhana namun kuat: burger seharusnya dinikmati dengan gigitan besar, penuh rasa, dan menghadirkan kehangatan layaknya masakan rumah.
Memasuki gerai Mogul di SCBD Park, aroma daging sapi yang baru dipanggang langsung menyambut. Bun artisan berwarna keemasan tersusun rapi, sementara patty dipanggang satu per satu agar tetap juicy. Di balik kesederhanaan tampilannya, setiap burger dirancang dengan perhatian terhadap kualitas bahan dan pengalaman bersantap.
Tak banyak yang tahu, sebelum hadir di Jakarta, merek burger premium asal Indonesia ini lebih dulu mencuri perhatian pencinta kuliner di Medan dengan nama M Burger. Setelah mendapatkan sambutan positif, brand burger premium asal Indonesia ini resmi membuka gerai pertamanya di Jakarta pada Agustus 2024 dengan nama Mogul.

Direktur Mogul Burger, Mardiani Permata Sari, menjelaskan bahwa nama MOGUL merupakan singkatan dari Monstrous Gulper, sebuah filosofi yang menggambarkan cara menikmati burger tanpa ragu.
“Mogul itu sendiri adalah karakter berkaki dua yang terinspirasi dari huruf M. Kerjaannya cuma makan, makan, dan makan. Kenapa kami memilih pendekatan ini? Karena kami ingin dekat dengan keluarga. Anak-anak kalau melihat burger pasti langsung ingin memakannya,” ujar Mardiani saat ditemui wartawan di gerainya di SCBD Park, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Karakter Mogul, sambung dia, menjadi identitas yang ingin menghadirkan pengalaman makan burger yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Berawal dari Dapur Keluarga
Di balik Mogul berdiri pasangan Chris Angkasa, investor, company builder, sekaligus praktisi wealth management, bersama Joeana Simon yang dikenal melalui akun kuliner @mijocooks.
Menurut Mardiani, Mogul lahir dari perpaduan pengalaman hidup di Amerika Serikat dan kehangatan dapur keluarga. Karena itulah, setiap menu dibuat bukan sekadar mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan rasa yang konsisten dan berkualitas.

Restoran ini menawarkan empat menu burger utama yang dibanderol mulai dari Rp100 ribuan, yakni:
- Double Smash, dua patty daging sapi dengan dua lapis keju.
- Triple Smash, tiga patty untuk pecinta burger dengan porsi maksimal.
- Classic Cheese Burger, satu patty dengan dua lapis keju yang menjadi menu klasik.
- Mogul Junior, versi lebih kecil khusus anak-anak, lengkap dengan bawang karamel, lettuce, dan pickle.
Sebagai pelengkap, tersedia Classic “Dieng” Fries dan Animal Fries.
Nama “Dieng” bukan tanpa alasan. Kentang goreng yang digunakan berasal dari kentang pilihan yang ditanam di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, sehingga menghasilkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
Baca Juga:
- OREO x BTS Resmi Hadir di Indonesia, Luncurkan Limited Edition Cookies Rasa Hotteok
- Bangga! Indomie Mi Goreng Jadi Mi Instan Terbaik Nomor 2 di Dunia 2026, Kalah Tipis dari Korea
- 3 Tempat Kuliner Gading Serpong Terbaru yang Unik & Wajib Dicoba

Mengutamakan Bahan Berkualitas
Di tengah tren makanan cepat saji, restoran spesialis burger ini justru mengedepankan transparansi bahan baku.
Seluruh burger dibuat menggunakan daging sapi 100 persen alami yang diimpor dari Australia dan Amerika Serikat. Patty dipanggang secara tradisional tanpa tambahan MSG, dipadukan dengan saus racikan sendiri serta roti artisan yang dipanggang hingga menghasilkan tekstur lembut dengan aroma khas.
Yang tak kalah penting, seluruh bahan disiapkan setiap hari sehingga tidak ada burger yang disimpan untuk dijual keesokan harinya.
“Burger yang dibuat hari ini ya disantap hari ini juga. Semua fresh. Setiap gigitan terasa personal, hangat, juicy, dan penuh cinta seperti masakan rumah, tetapi dengan presisi seorang chef,” kata Mardiani.
Untuk melengkapi pengalaman bersantap, tersedia pula berbagai pilihan minuman seperti Fresh Ice, Fresh Lemonade, Badak, dan aneka soft drink.

Siapkan Burger Rasa Nusantara
Tak berhenti menghadirkan burger bergaya Amerika, MOGUL kini mulai mengeksplorasi kekayaan cita rasa Indonesia.
Mulai Agustus 2026, Mogul akan meluncurkan menu kolaborasi bersama Chef Archie berupa burger dengan inspirasi Sate Rembiga, kuliner khas Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Menu edisi spesial ini menghadirkan aroma rempah dan karakter bumbu khas sate Rembiga yang diterjemahkan ke dalam patty burger.
“Ini merupakan kolaborasi pertama kami. Resep dan aroma daging burgernya kami ciptakan menyerupai sate Rembiga. Selama tiga bulan kami ingin melihat bagaimana respons konsumen. Semoga kolaborasi ini bisa ikut mengangkat kuliner Nusantara,” ujar Mardiani.
Selama masa peluncuran, Burger Sate Rembiga akan tersedia di seluruh gerainya selama tiga bulan sebagai menu edisi terbatas.
Kolaborasi tersebut, kata Mardiani, menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia dalam format yang lebih modern. Jika mendapat sambutan positif, bukan tidak mungkin akan lahir seri burger lain yang terinspirasi dari berbagai hidangan khas Nusantara.
Dengan menggabungkan kualitas bahan premium, teknik memasak yang konsisten, serta keberanian mengangkat cita rasa lokal, restoran burger tersebut ingin menunjukkan bahwa burger tak hanya identik dengan budaya Barat, tetapi juga bisa menjadi medium baru untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada lebih banyak penikmat makanan.











































