Hi Urbie’s! Selama ini, nama Yogie Nandes identik dengan lagu-lagu yang menemani mereka yang sedang patah hati. Lewat karya seperti Salahnya Aku hingga Lewat Semesta, penyanyi asal Sumatera Barat ini berhasil menyentuh hati pendengar dengan lirik-lirik penuh kehilangan dan kerinduan. Namun kali ini, Yogie memilih membuka lembaran baru dalam perjalanan bermusiknya.
Bersama Ruang Baru Music, Yogie resmi merilis single terbaru bertajuk “Menualah Denganku”, sebuah lagu yang tidak lagi berbicara tentang perpisahan, melainkan tentang keberanian memilih satu orang untuk menemani perjalanan hidup hingga usia senja. Dirilis pada 24 Juli 2026, lagu ini menjadi penanda transformasi musikal Yogie yang menghadirkan sisi lebih hangat, optimistis, dan romantis.
Bukan sekadar lagu cinta biasa, Menualah Denganku menawarkan cerita tentang komitmen, kesetiaan, dan impian membangun masa depan bersama, sebuah tema yang terasa dekat dengan kehidupan banyak pasangan.
Dari Kisah Kehilangan Menuju Harapan Baru
Selama beberapa tahun terakhir, Yogie Nandes dikenal sebagai penyanyi yang piawai menyampaikan emosi lewat lagu-lagu bertema patah hati. Karakter vokalnya yang lembut berpadu dengan lirik penuh makna membuat banyak pendengar merasa terwakili oleh setiap karya yang ia bawakan.
Namun, di Menualah Denganku, arah cerita berubah.
Alih-alih mengenang hubungan yang telah berakhir, lagu ini justru mengajak pendengar membayangkan perjalanan panjang bersama seseorang yang dipilih untuk menemani hidup.
Lagu ini berbicara tentang cinta yang tidak berhenti pada rasa jatuh cinta semata, tetapi berkembang menjadi keputusan untuk saling bertahan melewati berbagai fase kehidupan.
Balutan Pop 90-an yang Hangat dan Nostalgis
Nuansa musikal menjadi salah satu daya tarik utama dalam single terbaru ini.
Menualah Denganku ditulis oleh Hendro Djasmoro, Andre Lizt, dan Barsena Bestandhi, sementara proses produksinya dipercayakan kepada Dimas RID.
Mereka menghadirkan aransemen pop bernuansa era 90-an yang hangat dan penuh nostalgia.
Instrumen yang ringan dipadukan dengan karakter vokal khas Yogie menghasilkan suasana yang intim, seolah mengajak pendengar mengenang masa-masa sederhana ketika cinta tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari kesediaan untuk tetap berjalan bersama.
Perpaduan tersebut memberikan warna baru dalam diskografi Yogie tanpa menghilangkan identitas musikal yang telah melekat selama ini.
Baca Juga:
- Sering Dianggap Masuk Angin, Nyeri Pinggang Bisa Jadi Batu Saluran Kemih, Dokter Ungkap Tanda Bahayanya
- Inspiratif! Kisah Dokter Yusuf di Cianjur, Pasien Bisa Bayar Berobat dengan Hasil Panen hingga Botol Plastik
- Joko Anwar Beri Bocoran Pengabdi Setan 3: Origins, Asmara Abigail dan Fachri Albar Siap Ungkap Misteri Darminah dan Batara?
Lirik yang Menggambarkan Impian Sederhana
Salah satu bagian paling menyentuh dalam lagu ini terdapat pada penggalan lirik:
“Dan pabila musim tak slalu bersemi,
ingat kita pernah bermimpi
tentang rumah kecil berpayung pelangi…”
Lirik tersebut menjadi gambaran bahwa cinta sejati bukan tentang kehidupan yang selalu berjalan mulus.
Akan ada musim ketika kebahagiaan datang, tetapi juga masa-masa sulit yang harus dilewati bersama.
Melalui kata-kata sederhana, Menualah Denganku mengajak pendengar memahami bahwa cinta adalah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kesabaran, dan keberanian untuk terus memilih satu sama lain setiap hari.
Titik Transformasi dalam Karier Yogie Nandes
Menurut Hendro Djasmoro, sejak awal proses kreatif, seluruh tim sepakat bahwa Menualah Denganku bukan hanya sekadar single baru.
Lagu ini dirancang sebagai simbol perubahan dalam perjalanan karier Yogie Nandes.
“Sejak awal kami sepakat bahwa Menualah Denganku bukan sekadar lagu baru, tetapi sebuah titik transformasi bagi Yogie. Selama ini publik mengenalnya lewat lagu-lagu tentang kehilangan. Kali ini kami ingin mengajak pendengar melihat sisi lain Yogie, lebih hangat, lebih optimistis, dan berbicara tentang keberanian memilih seseorang untuk menemani perjalanan hidup hingga menua bersama,” ujarnya.
Transformasi tersebut diharapkan mampu memperluas warna musikal Yogie tanpa membuatnya kehilangan ciri khas sebagai penyanyi dengan penyampaian emosional yang kuat.
Menampilkan Sisi Baru Tanpa Kehilangan Identitas
Hal senada juga disampaikan oleh Barsena Bestandhi.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menggarap lagu ini adalah memperkenalkan sisi baru Yogie kepada publik tanpa menghilangkan karakter vokal yang sudah begitu dikenal.
“Yogie sudah sangat dikenal lewat lagu-lagu patah hati. Di lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa ia juga mampu membawakan lagu yang optimistis dan penuh harapan. Kami ingin Menualah Denganku terasa seperti perayaan cinta yang sederhana, tulus, dan membahagiakan,” katanya.
Hasilnya adalah sebuah lagu yang tetap terasa emosional, tetapi kini dipenuhi rasa syukur dan optimisme, bukan kesedihan.
Siap Menjadi Soundtrack Momen Spesial
Dengan tema yang universal, Menualah Denganku diprediksi akan menjadi lagu yang akrab di berbagai momen istimewa.
Mulai dari lamaran, pernikahan, perayaan hari jadi, hingga perjalanan panjang pasangan yang telah melewati banyak fase kehidupan, lagu ini menawarkan pesan bahwa cinta sejati tumbuh dari keputusan untuk terus bersama.
Nuansa hangat yang dibangun melalui lirik dan aransemen membuat lagu ini memiliki potensi menjadi soundtrack baru bagi mereka yang sedang merayakan kisah cintanya.
Perjalanan Panjang Yogie Nandes di Industri Musik
Bagi Urbie’s yang telah mengikuti perjalanan Yogie sejak awal, transformasi ini menjadi babak baru yang menarik.
Penyanyi asal Sumatera Barat tersebut telah berkarya sejak kecil melalui lagu-lagu Minang sebelum akhirnya dikenal secara nasional setelah mengikuti ajang pencarian bakat pada 2015.
Sejak saat itu, Yogie konsisten merilis lagu-lagu pop bernuansa mellow yang berhasil mencuri perhatian pendengar. Salah satunya adalah “Lewat Semesta”, yang hingga kini masih sering digunakan sebagai latar musik dalam berbagai konten media sosial.
Kini, melalui “Menualah Denganku”, Yogie membuktikan bahwa dirinya tidak hanya piawai menyanyikan kisah patah hati, tetapi juga mampu merangkai cerita tentang cinta yang tumbuh, bertahan, dan menua bersama.


















































