Hi Urbie’s! Pernah nggak sih, saat lagi patah hati atau pikiran sedang berantakan, justru playlist yang diputar isinya lagu-lagu galau? Anehnya, bukannya makin terpuruk, banyak orang justru merasa lebih tenang setelah mendengarkannya.
Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebiasaan atau tren sesaat. Di Indonesia, lagu bertema patah hati, kehilangan, hingga kerinduan masih mendominasi tangga lagu digital. Hal itu menunjukkan bahwa musik galau memiliki tempat yang sangat spesial di hati pendengarnya.
Data Spotify Top Songs Indonesia pada 19 Juni 2026 menjadi salah satu buktinya. Dari 10 lagu teratas, sembilan di antaranya mengangkat tema kehilangan, kerinduan, hubungan yang kandas, atau nuansa emosional. Artinya, meski industri musik terus berkembang dengan berbagai genre baru, lagu galau tetap menjadi “juara” di telinga masyarakat Indonesia.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat lagu-lagu sedih begitu digemari?
Lagu Galau Ternyata Memberikan Efek Menenangkan
Menurut psikolog Kasandra Putranto, ketertarikan masyarakat terhadap lagu galau memiliki penjelasan ilmiah.
Banyak orang mengira mendengarkan lagu sedih hanya akan membuat suasana hati semakin buruk. Namun faktanya justru sebaliknya.
Kasandra menjelaskan bahwa lagu bernuansa sendu mampu memberikan validasi emosional, yakni membuat seseorang merasa bahwa apa yang sedang dirasakannya adalah hal yang normal.
Saat seseorang mendengarkan lirik yang seolah menggambarkan kisah hidupnya sendiri, muncul perasaan bahwa dirinya tidak sendirian menghadapi masalah tersebut.
“Lagu sedih bukan dipilih karena ingin semakin sedih, tetapi karena membantu seseorang merasa lebih dipahami, lebih lega, dan lebih tenang,” jelas Kasandra.
Dengan kata lain, lagu galau menjadi teman yang tidak menghakimi.
Merasa Dipahami Lewat Lirik Lagu
Salah satu kekuatan terbesar lagu galau terletak pada liriknya.
Tak sedikit orang merasa seolah lagu tersebut memang ditulis khusus untuk menceritakan pengalaman hidup mereka.
Mulai dari kisah cinta yang berakhir, kehilangan seseorang, hubungan yang tidak bisa dipertahankan, hingga penyesalan, semuanya dapat ditemukan dalam lirik lagu.
Kasandra menyebut kondisi ini sebagai validasi emosional, ketika seseorang menyadari bahwa emosinya adalah sesuatu yang wajar.
Perasaan tersebut membuat beban psikologis menjadi lebih ringan.
Tak heran jika banyak orang memilih menyendiri sambil mendengarkan lagu favorit ketika sedang menghadapi masa-masa sulit.
Baca juga:
- Yogie Nandes Tinggalkan Lagu Patah Hati, Hadirkan Kisah Cinta Seumur Hidup Lewat Single Menualah Denganku
- ILLIT Rilis MV ‘I Got Your Back’ Bersama JISOO dan MOMOKA HANA, Hadirkan Nuansa Y2K yang Nostalgia
- Joko Anwar Beri Bocoran Pengabdi Setan 3: Origins, Asmara Abigail dan Fachri Albar Siap Ungkap Misteri Darminah dan Batara?
Sedih Tanpa Harus Mengalami Risiko Nyata
Ada alasan lain mengapa lagu galau terasa nyaman didengarkan.
Kasandra mengutip penelitian Tuomas Eerola dan tim (2018) yang menemukan bahwa seseorang dapat menikmati emosi sedih ketika berada dalam lingkungan yang aman.
Artinya, mendengarkan lagu sedih memungkinkan seseorang merasakan emosi secara mendalam tanpa benar-benar menghadapi konsekuensi dari kejadian tersebut.
Perasaan sedih hadir dalam bentuk yang lebih “aman”, sehingga justru membantu proses pelepasan emosi.
Temuan serupa juga dijelaskan dalam Jurnal Ilmiah Zona Psikologi (2022) yang menyebutkan bahwa musik bertempo lambat dapat membantu menciptakan rasa damai sekaligus menjadi media terapi bagi sebagian orang.
Ade Govinda: Lagu Galau Adalah Teman Terbaik
Fenomena tersebut ternyata juga diamati langsung oleh musisi Ade Govinda.
Sebagai pencipta berbagai lagu galau populer Indonesia, ia percaya bahwa musik memang memiliki kemampuan menemani seseorang melewati masa sulit.

Menurut Ade, orang yang sedang patah hati sering kali hanya membutuhkan sesuatu yang memahami perasaannya.
Dan lagu menjadi salah satu media terbaik untuk itu.
“Teman terbaik saat galau adalah lagu galau,” ungkap Ade.
Bukan tanpa alasan, sebagian besar karya yang ia ciptakan lahir dari pengalaman pribadi.
Selama lebih dari satu dekade berkarya, Ade mengaku berbagai kisah cinta yang pernah dialaminya menjadi sumber inspirasi utama dalam menulis lagu.
Lagu Galau Tidak Selalu Lahir Saat Sedang Sedih
Menariknya, Ade Govinda mengungkapkan bahwa menciptakan lagu galau tidak selalu dilakukan ketika dirinya sedang patah hati.
Salah satu lagu hits ciptaannya, Masing-Masing, justru populer ketika dirinya tengah menjalani momen bahagia, yakni pernikahan.
Baginya, inspirasi tidak selalu berasal dari kondisi saat ini.
Ia sering “menghidupkan kembali” emosi masa lalu.
Kadang ia mengingat pengalaman tiga tahun, lima tahun, bahkan tujuh tahun sebelumnya untuk kembali merasakan emosi yang pernah dialami.
Pendekatan inilah yang membuat lagu-lagu ciptaannya terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak orang.
Glojes: Semua Orang Pernah Melewati Fase Galau
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh penyanyi Gloria Jessica atau Glojes.
Sebagai partner Ade Govinda dalam lagu terbaru Terbelah Jadi Dua, Glojes merasa lagu galau selalu memiliki tempat tersendiri karena setiap manusia pasti pernah mengalami masa sulit.
Menurutnya, rasa sedih, kecewa, marah, kehilangan, hingga patah hati merupakan bagian dari perjalanan hidup yang hampir tidak bisa dihindari.
Karena itulah lagu-lagu bertema emosional akan selalu relevan, tidak peduli berganti generasi.
Album BLUE. Hadir untuk Menemani Pendengar
Semangat tersebut juga dituangkan Ade Govinda dalam album terbarunya yang berjudul BLUE.
Album ini menghadirkan deretan lagu dengan nuansa emosional yang kuat.
Namun tujuan utamanya bukan membuat pendengar semakin larut dalam kesedihan.
Sebaliknya, Ade dan Glojes ingin menghadirkan ruang yang membuat pendengar merasa ditemani.
Karena terkadang, seseorang tidak membutuhkan solusi panjang.
Mereka hanya membutuhkan sebuah lagu yang mampu berkata, “Aku mengerti apa yang kamu rasakan.”
Lagu Galau Tak Pernah Kehilangan Tempat di Hati Pendengar
Urbie’s, popularitas lagu galau membuktikan bahwa musik memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar hiburan.
Di balik melodi yang pelan dan lirik yang menyayat hati, tersimpan kemampuan untuk menenangkan, memvalidasi emosi, bahkan membantu seseorang bangkit perlahan dari masa sulit.
Selama manusia masih merasakan cinta, kehilangan, harapan, dan patah hati, lagu galau kemungkinan besar akan selalu memiliki tempat di playlist jutaan orang. Mungkin itulah alasan mengapa, meski zaman terus berubah, satu lagu sendu masih bisa terasa seperti pelukan hangat di saat hati sedang tidak baik-baik saja.


















































