Home News Bukan Sekadar Adu Debat! 200 Pelajar dari 35 Sekolah Berkumpul Bahas Masa...

Bukan Sekadar Adu Debat! 200 Pelajar dari 35 Sekolah Berkumpul Bahas Masa Depan Dunia, Ini yang Terjadi

71
0
AYIMUN Pekanbaru 2026 - sumber foto istimewa
AYIMUN Pekanbaru 2026 - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Bayangkan berada di sebuah ruangan bersama ratusan pelajar dari berbagai daerah, lalu kamu diminta mewakili sebuah negara untuk membahas isu pendidikan, lingkungan, hingga merumuskan kebijakan layaknya sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bukan simulasi biasa, pengalaman seperti inilah yang dirasakan ratusan siswa dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Pekanbaru Chapter 2026.

Selama dua hari, pada 25–26 Juli 2026, sebanyak 200 peserta dari 35 sekolah yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul untuk mengasah kemampuan diplomasi, berpikir kritis, hingga menyusun solusi atas berbagai persoalan global. Mengusung tema “Powering Progress: Ensuring Equity and Sustainability in a Changing World”, konferensi ini membuktikan bahwa anak muda bukan hanya penonton perubahan, tetapi juga calon pengambil keputusan di masa depan.

Diselenggarakan oleh International Global Network (IGN) bekerja sama dengan Indonesian Creative School (ICS) Pekanbaru sebagai school partner, AYIMUN Pekanbaru Chapter menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar memecahkan persoalan dunia melalui jalur diplomasi.

Belajar Menjadi Delegasi PBB Sejak Bangku Sekolah

Berbeda dengan kompetisi debat pada umumnya, Model United Nations (MUN) mengajak peserta memerankan delegasi dari berbagai negara. Mereka dituntut memahami posisi negara yang diwakili, mempertahankan argumen berdasarkan data, sekaligus bernegosiasi dengan delegasi lain untuk menghasilkan sebuah resolusi bersama.

Dalam AYIMUN Pekanbaru Chapter, peserta terbagi ke dalam dua dewan utama.

Dewan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) membahas isu “Equity for All: Inclusive Education for Students with Disabilities”, yang menyoroti pentingnya akses pendidikan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, dewan UNEP (United Nations Environment Programme) mengangkat topik “Electric Vehicles and Lithium Waste: A Double-edged Sword”, membahas tantangan di balik meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, khususnya terkait limbah baterai lithium dan dampaknya terhadap lingkungan.

Menariknya, Council UNEP mendapat dukungan dari PT Pertamina Persero sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan lingkungan.

Pemerintah Pekanbaru: Anak Muda Adalah Aktor Utama Perubahan

Konferensi ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. H. Syafrian Tommy, S.STP., M.Si, yang hadir mewakili Wali Kota Pekanbaru.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta.

Pertama, generasi muda bukan sekadar penerus masa depan, tetapi merupakan aktor utama yang akan membentuk inovasi serta arah kebijakan dunia.

Baca Juga:

Kedua, diplomasi global bukan hanya soal kemampuan berbicara di depan umum, melainkan juga kemampuan membangun empati serta memahami keberagaman budaya.

Ketiga, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga memastikan setiap individu memperoleh akses pendidikan yang setara.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang hadir serta berharap semangat “Connecting Dreams” yang diusung International Global Network mampu menjadi jembatan antara ide besar dan aksi nyata.

Diplomasi Tak Hanya Soal Menang Debat

President International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menegaskan bahwa AYIMUN bukan sekadar ajang mencari siapa yang paling pandai berargumentasi.

Menurutnya, seluruh peserta ditantang melihat setiap persoalan melalui tiga perspektif penting, yaitu kekuatan, keadilan, dan waktu.

Ketiga sudut pandang tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang realistis dan berdampak bagi masyarakat.

“Tugas para delegasi jauh lebih menantang dibanding sekadar memenangkan debat. Mereka belajar bagaimana merumuskan solusi yang dapat membangun dunia menjadi lebih baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fahrizal juga mengapresiasi dukungan PT Pertamina Persero yang tidak hanya mendukung penyelenggaraan konferensi, tetapi juga memberikan beasiswa kepada 15 pelajar agar dapat mengikuti AYIMUN Pekanbaru Chapter.

AYIMUN Pekanbaru 2026 - sumber foto istimewa
AYIMUN Pekanbaru 2026 – sumber foto istimewa

Pendidikan Nyata Tak Selalu Berasal dari Buku

Direktur Indonesian Creative School (ICS), Romy Charles Adam, menyampaikan bahwa pengalaman seperti AYIMUN merupakan investasi pendidikan yang tidak bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas.

Menurutnya, banyak orang melihat MUN hanya sebagai konferensi pidato atau debat.

Padahal, di dalam forum tersebut lahir calon diplomat yang belajar membangun hubungan internasional, calon ilmuwan yang belajar mengomunikasikan gagasan kompleks, calon pengusaha yang belajar berkolaborasi, hingga calon pemimpin yang belajar mendengarkan sebelum mengambil keputusan.

Pengalaman inilah yang menjadi nilai utama AYIMUN, karena peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik langsung dalam menghadapi dinamika dunia internasional.

Pertamina Dorong Lahirnya Generasi Berwawasan Global

Mewakili PT Pertamina Hulu Rokan, Wan Dedi Yudhistira selaku Manager Land Operations menyampaikan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari AYIMUN Pekanbaru Chapter 2026.

Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membentuk generasi muda yang memiliki wawasan global sekaligus keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan di era modern.

Ia juga berharap suatu hari nanti salah satu peserta AYIMUN akan menjadi tokoh penting yang berkontribusi bagi Riau maupun Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan ucapan selamat kepada 15 pelajar penerima beasiswa Pertamina yang berhasil mengikuti konferensi ini.

Simulasi Sidang PBB yang Dipandu Delegasi Internasional

Selama konferensi berlangsung, peserta mengikuti berbagai simulasi sidang diplomasi, mulai dari negosiasi antarnegara hingga penyusunan Draft Resolution, sebagaimana proses yang dilakukan dalam sidang resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh para chairs berpengalaman dari Indonesia dan Malaysia, yaitu Ahnaf Al-Qais Bin Azwadi sebagai Head Chair UNESCO, Chelsea Raphael Rajagukguk sebagai Co-Chair UNESCO, Peniel Sutrisman Purba sebagai Head Chair UNEP, serta Faiz Edrie Shah sebagai Co-Chair UNEP.

Kehadiran fasilitator internasional tersebut memberikan pengalaman yang lebih autentik bagi seluruh peserta.

AYIMUN Terus Berkembang ke Berbagai Kota

AYIMUN Chapter sebelumnya telah sukses digelar di Kelapa Gading, Bekasi, dan BSD. Menariknya, dua dari tiga penyelenggaraan tersebut telah memperoleh pengakuan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan predikat Bintang 3 untuk kategori kompetisi tingkat nasional.

Melihat antusiasme yang terus meningkat, IGN telah menyiapkan konferensi berikutnya, yaitu AYIMUN Depok Chapter pada 1–2 Agustus 2026 dan AYIMUN Bandung Chapter pada 29–30 Agustus 2026.

Keberhasilan AYIMUN Pekanbaru Chapter menjadi bukti bahwa semakin banyak anak muda Indonesia yang ingin terlibat dalam diskusi global. Bukan hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar mendengar, bernegosiasi, dan mencari solusi bersama. Di tengah dunia yang terus berubah, kemampuan inilah yang akan menjadi bekal penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan.