Iklan
Home Highlight Gaya Preppy Ala ROSÉ Berubah Total, Simpel, Longgar, tapi Tetap Elegan

Gaya Preppy Ala ROSÉ Berubah Total, Simpel, Longgar, tapi Tetap Elegan

0
16
gaya preppy ROSÉ BLACKPINK - sumber foto Istimewa
gaya preppy ROSÉ BLACKPINK - sumber foto Istimewa
Iklan Urbanvibes Banner
Iklan

Hi Urbie’s! Selama bertahun-tahun, gaya preppy identik dengan kemeja rapi, blazer, sweater yang disampirkan di bahu, hingga siluet yang formal dan serba teratur. Estetika yang lahir dari budaya kampus-kampus elite itu memang tak pernah benar-benar kehilangan pesonanya. Namun di tangan ROSÉ, gaya klasik tersebut justru tampil dengan wajah baru yang terasa lebih santai, modern, dan penuh karakter.

Member BLACKPINK itu kembali mencuri perhatian lewat penampilan terbarunya yang memadukan nuansa preppy dengan siluet longgar serta styling yang jauh dari kesan kaku. Alih-alih mengikuti pakem berpakaian tradisional, ROSÉ menunjukkan bahwa gaya klasik bisa tetap terlihat mewah tanpa harus kehilangan sisi personal yang menjadi ciri khasnya.

Transformasi tersebut hadir melalui kampanye global terbaru Levi’s® bertajuk Keep it Loose, yang resmi diluncurkan pada 3 Agustus 2026. Dalam kampanye ini, ROSÉ menjadi wajah utama bersama bintang NBA Shai Gilgeous-Alexander, memperkenalkan koleksi Loose Prep, salah satu fokus utama koleksi Fall/Winter 2026.

ROSÉ Beri Definisi Baru untuk Gaya Preppy

Jika dulu gaya preppy identik dengan aturan berpakaian yang cukup ketat, kini ROSÉ memperlihatkan interpretasi yang jauh lebih fleksibel.

Ia tampil mengenakan berbagai item dari koleksi Loose Taper, Loose Boot, hingga atasan bergaya preppy yang dipadukan menggunakan teknik layering, knotted styling, dan remixed outfit.

Hasilnya bukan sekadar tampilan kasual.

Seluruh look yang dikenakan ROSÉ tetap memancarkan kesan refined, tetapi terasa jauh lebih ringan, effortless, dan mudah diaplikasikan untuk gaya sehari-hari.

Inilah yang membuat interpretasi fashion ROSÉ terasa berbeda. Ia tidak menghilangkan identitas preppy, melainkan mengubahnya menjadi lebih relevan dengan generasi sekarang.

Simpel Jadi Kunci Karakter Fashion ROSÉ

Salah satu alasan mengapa gaya ROSÉ selalu menjadi inspirasi adalah kemampuannya membuat outfit sederhana terlihat berkelas.

Ia tidak bergantung pada aksesori berlebihan atau kombinasi warna yang ramai.

Sebaliknya, ROSÉ lebih mengandalkan permainan proporsi, tekstur, serta siluet longgar yang memberi ruang bagi setiap pakaian untuk tampil menonjol.

Pendekatan inilah yang terasa begitu kuat dalam kampanye terbaru tersebut.

Loose fit yang dikenakannya justru menghadirkan kesan santai tanpa membuat penampilan kehilangan struktur.

Bahkan ketika mengenakan denim, sweater, maupun celana longgar, keseluruhan look tetap terlihat elegan berkat styling yang minimalis namun penuh perhatian terhadap detail.

Saat Fashion Tak Lagi Diatur Dress Code

Melalui konsep Keep it Loose, Levi’s® ingin menyampaikan bahwa fashion tidak seharusnya dibatasi oleh aturan berpakaian yang kaku.

Di tengah era ketika media sosial dipenuhi tren yang berubah sangat cepat dan banyak orang mulai berpakaian mengikuti algoritma, kampanye ini justru mengajak setiap individu menemukan identitas gayanya sendiri.

Baca Juga:

Filosofi “Loose Codes, Not Dress Codes” menjadi pesan utama yang dibawa.

ROSÉ dipilih bukan tanpa alasan.

Selama ini ia dikenal sebagai salah satu ikon fashion global yang mampu memadukan berbagai gaya tanpa kehilangan identitas personalnya.

Apa pun yang dikenakannya selalu terasa autentik karena tidak terlihat dibuat-buat.

Visual Kampanye Bernuansa Klasik Modern

Tak hanya koleksinya yang menarik perhatian, visual kampanye ini juga dikemas dengan pendekatan sinematik.

Levi’s® menghadirkan film pendek berdurasi 30 detik dan 15 detik yang memperlihatkan karakter masing-masing ambasador.

Untuk ROSÉ, nuansa yang dibangun terasa lembut, sederhana, namun tetap sophisticated.

gaya preppy ROSÉ BLACKPINK - sumber foto Istimewa
gaya preppy ROSÉ BLACKPINK – sumber foto Istimewa

Video tersebut menggunakan lagu hip-hop klasik “You Gots to Chill” dari EPMD, menghadirkan atmosfer era akhir 1980-an hingga awal 1990-an yang berpadu dengan estetika fashion modern.

Kampanye ini digarap oleh fotografer sekaligus sutradara asal Inggris Mel Bles, dengan sinematografi dari João de Botelho dan tata artistik oleh Spencer Vrooman.

Bukti Bahwa Gaya Klasik Selalu Bisa Terlihat Baru

Lewat kampanye ini, ROSÉ sekali lagi membuktikan mengapa dirinya menjadi salah satu figur fashion paling berpengaruh saat ini.

Ia tidak hanya mengenakan pakaian, tetapi juga menghidupkan kembali gaya preppy dengan interpretasi yang lebih bebas dan relevan bagi generasi muda.

Keep it Loose sendiri telah diluncurkan secara global melalui media sosial resmi Levi’s®, situs levi.co.id, serta berbagai flagship store di seluruh dunia.

Bagi para penggemar fashion, kampanye ini menjadi inspirasi bahwa gaya preppy tak harus selalu formal. Bersama ROSÉ, estetika klasik tersebut berubah menjadi lebih santai, longgar, modern, dan tetap memancarkan kesan elegan—membuktikan bahwa orisinalitas akan selalu menjadi tren yang tak lekang oleh waktu.

Iklan