Home Highlight Aryna Sabalenka Dukung Tes Genetik WTA, Aturan Baru Ini Bikin Dunia Tenis...

Aryna Sabalenka Dukung Tes Genetik WTA, Aturan Baru Ini Bikin Dunia Tenis Kembali Berdebat

84
0
Aryna Sabalenka Dukung Tes Genetik WTA di Tenis - sumber foto Instagram/arynasabalenka
Aryna Sabalenka Dukung Tes Genetik WTA di Tenis - sumber foto Instagram/arynasabalenka
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s!, dunia tenis wanita sedang memasuki babak baru. Bukan soal siapa yang akan mengangkat trofi atau siapa yang sedang berada di puncak ranking, melainkan soal bagaimana sebuah kompetisi memastikan kategori putri tetap dianggap adil bagi para atlet yang bertanding di dalamnya.

Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kebijakan baru Women’s Tennis Association atau WTA yang mewajibkan pemain menjalani pemeriksaan genetik satu kali. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Juli 2026 dan menjadi salah satu aturan paling kontroversial yang diterapkan dalam olahraga profesional putri.

Dalam konferensi pers di Toronto, Kanada, Sabalenka mengatakan pemeriksaan tersebut penting untuk menjaga fairness dalam tur tenis wanita.

“Saya pikir sangat penting untuk menjaga keadilan dalam tur kami,” ujar Sabalenka.

Pernyataan tersebut langsung menempatkan salah satu atlet paling berpengaruh di dunia tenis berada di tengah perdebatan yang selama beberapa tahun terakhir juga muncul di berbagai cabang olahraga lain.

Apa Itu Tes Genetik yang Diterapkan WTA?

Aturan baru WTA mengharuskan seluruh pemain menjalani pemeriksaan satu kali untuk mendeteksi keberadaan gen SRY, yang biasanya terdapat pada kromosom Y.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui usapan bagian dalam pipi atau sampel darah. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada 21 Juli 2026 sebagai bagian dari aturan kelayakan untuk kategori putri.

Menurut ketentuan WTA, hasil pemeriksaan genetik tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan kelayakan atlet untuk berkompetisi di kategori putri.

Namun, aturan tersebut bukan sekadar persoalan identitas gender. WTA menyatakan kebijakan itu berkaitan dengan klasifikasi biologis untuk tujuan kompetisi dan dirancang untuk menjaga fairness dalam olahraga.

Dalam aturan tersebut, terdapat pengecualian tertentu bagi kondisi medis khusus. Salah satunya adalah Complete Androgen Insensitivity Syndrome (CAIS), kondisi ketika tubuh tidak merespons androgen secara normal.

Karena itu, hasil tes tidak bisa serta-merta dipahami secara sederhana hanya dari satu aspek biologis. Ada proses dan ketentuan medis yang mengatur bagaimana hasil pemeriksaan tersebut digunakan.

Baca Juga:

Sabalenka: “Saya Siap Dites”

Menariknya, Sabalenka bukan hanya mendukung kebijakan tersebut secara teori.

Petenis asal Belarus itu juga menyatakan kesediaannya untuk menjalani pemeriksaan apabila seluruh pemain diwajibkan melakukan prosedur yang sama.

“Saya percaya mereka membutuhkan sedikit waktu untuk membuat keputusan ini dan saya mendukungnya,” kata Sabalenka.

Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan apabila semua pemain harus menjalani pemeriksaan.

“Jika mereka ingin menguji kita semua, saya senang melakukannya; ini cukup adil,” ujarnya.

Sikap tersebut menjadi penting karena salah satu perdebatan dalam kebijakan pemeriksaan biologis adalah soal penerapannya secara menyeluruh.

Bagi Sabalenka, aturan yang berlaku kepada seluruh pemain dianggap memberikan standar yang sama di dalam kompetisi.