Home Business Kenapa 2.000 Bibit Mangrove Ditanam Somerset Kencana Jakarta di Pulau Tidung Kecil?...

Kenapa 2.000 Bibit Mangrove Ditanam Somerset Kencana Jakarta di Pulau Tidung Kecil? Ini Alasannya

80
0
2.000 Bibit Mangrove Ditanam Ascott Indonesia - sumber foto istimewa
2.000 Bibit Mangrove Ditanam Ascott Indonesia - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Kalau bicara soal menjaga lingkungan, mungkin yang terbayang adalah menanam pohon, memungut sampah, atau mengurangi penggunaan plastik. Tapi, bagaimana kalau aksi kecil itu dilakukan di kawasan pesisir, tempat mangrove bekerja diam-diam menjadi benteng alami bagi daratan?

Hal inilah yang coba dilakukan Ascott Indonesia dalam memperingati Hari Mangrove Sedunia. Bukan sekadar seremoni menanam bibit, Ascott membawa para associate dan mitranya untuk melihat lebih dekat bagaimana ekosistem mangrove dirawat, dipantau, hingga dijaga dari ancaman sampah.

Melalui program keberlanjutan Ascott CARES, kegiatan konservasi mangrove ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap lingkungan sekaligus masyarakat.

2.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pulau Tidung Kecil

Di Jakarta, Ascott Indonesia menggandeng rekan-rekan dari berbagai properti Somerset dan Pop! Hotels untuk turun langsung ke Pulau Tidung Kecil.

Bersama Mangrove Jakarta sebagai mitra pelaksana, kegiatan tersebut diwujudkan melalui penanaman sebanyak 2.000 bibit mangrove.

Angka 2.000 memang terdengar besar. Namun, pesan yang ingin dibawa dari kegiatan ini justru lebih besar dari sekadar jumlah bibit yang masuk ke tanah.

Peserta diajak memahami bahwa menjaga mangrove bukan pekerjaan yang selesai dalam satu hari. Ada proses panjang yang dimulai dari pembibitan, penanaman, pemantauan, hingga memastikan tanaman tersebut dapat terus tumbuh.

Dengan terlibat langsung, peserta tidak hanya datang untuk menanam lalu pulang. Mereka juga mendapatkan pengalaman mengenai proses konservasi mangrove secara lebih dekat.

Dari Pembibitan hingga Memantau Mangrove yang Sudah Ditanam

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan proses pembibitan mangrove. Peserta diperkenalkan pada bagaimana bibit dipersiapkan sebelum akhirnya ditanam di kawasan pesisir.

Setelah memahami proses tersebut, peserta kemudian turun langsung untuk melakukan penanaman.

Namun, ada satu bagian yang menarik: kegiatan tidak berhenti setelah bibit ditanam.

Peserta juga melakukan pemantauan terhadap mangrove yang sebelumnya telah ditanam dalam kegiatan terdahulu. Langkah ini menjadi pengingat bahwa konservasi bukan hanya soal menambah jumlah tanaman, tetapi juga memastikan tanaman yang sudah ditanam memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih pantai.

Sederhana? Mungkin.

Tapi justru dari rangkaian tersebut terlihat bahwa ekosistem pesisir membutuhkan perhatian dari berbagai sisi. Mangrove yang tumbuh dengan baik juga membutuhkan kawasan sekitar yang tetap terjaga kebersihannya.

Baca Juga:

Mangrove Bukan Cuma Pohon di Pinggir Laut

Buat Urbie’s yang mungkin selama ini menganggap mangrove hanya sebagai tanaman yang tumbuh di sekitar pantai, ternyata perannya jauh lebih penting.

Ekosistem mangrove memiliki fungsi penting dalam membantu melindungi kawasan pesisir sekaligus menjadi bagian dari habitat berbagai keanekaragaman hayati.

Karena itu, keberadaan mangrove bukan hanya berkaitan dengan penghijauan. Ada hubungan antara mangrove, pesisir, biodiversitas, dan keberlangsungan lingkungan yang lebih luas.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Ascott Indonesia mendorong keterlibatan langsung para associate dan mitra dalam kegiatan konservasi.

Reza Dranie, Director of Operations Excellence & Sustainability Ascott Indonesia, menegaskan bahwa pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, peringatan Hari Mangrove Sedunia diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga membuat para associate dan mitra memahami pentingnya konservasi serta ikut menciptakan dampak jangka panjang.

Ascott CARES Jadi Payung Keberlanjutan

Kegiatan konservasi mangrove tersebut merupakan bagian dari Ascott CARES, program keberlanjutan global milik The Ascott Limited.

Program ini menjadi landasan perusahaan dalam menjalankan komitmen Environmental, Social and Governance (ESG) di berbagai destinasi tempat Ascott beroperasi.

Ascott CARES memiliki lima pilar utama, yaitu Respect, Alliance, Community, Environment, dan Supply Chain.

Lima pilar tersebut menggambarkan pendekatan Ascott terhadap keberlanjutan yang tidak hanya berbicara mengenai lingkungan, tetapi juga mencakup hubungan dengan komunitas, mitra, associate, hingga praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Dengan kata lain, aksi tanam mangrove di Pulau Tidung Kecil merupakan bagian dari gambaran yang lebih besar.

Ada upaya untuk menghubungkan kegiatan bisnis dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Ketika Sustainability Nggak Berhenti di Atas Kertas

Urbie’s, isu keberlanjutan terkadang terdengar seperti istilah korporasi yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

ESG. Sustainability. Carbon footprint. Conservation.

Kedengarannya berat.

Namun, di lapangan, konsep tersebut bisa sesederhana seseorang memegang bibit mangrove, turun ke kawasan pesisir, menanamnya, kemudian kembali lagi untuk melihat apakah tanaman tersebut masih tumbuh.

Di situlah keberlanjutan mendapatkan bentuk nyatanya.

Melalui kegiatan Hari Mangrove Sedunia ini, Ascott Indonesia menunjukkan bahwa konservasi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Menanam adalah awal, bukan akhir.

Dan mungkin, pesan paling penting dari kegiatan ini bukan tentang berapa banyak bibit yang ditanam hari ini, tetapi bagaimana manusia bersedia kembali untuk memastikan apa yang sudah ditanam benar-benar memiliki masa depan.

Sebagai bagian dari Ascott CARES, Ascott Indonesia menyatakan akan terus menghadirkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.

Buat Urbie’s yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai komitmen keberlanjutan Ascott dan berbagai program yang dijalankan, informasi selengkapnya tersedia melalui discoverasr.com/ascott-cares.

Karena menjaga lingkungan ternyata bukan soal siapa yang melakukan aksi paling besar.

Kadang, semuanya dimulai dari satu bibit yang ditanam—dan kepedulian untuk memastikan ia tetap tumbuh.