Home Highlight Kamu Pasti Kenal Botol Kikkoman, Tapi Ternyata Desainnya Juga Ada di Kereta...

Kamu Pasti Kenal Botol Kikkoman, Tapi Ternyata Desainnya Juga Ada di Kereta Jepang dan Yamaha VMAX

27
0
kenalan dengan designer Botol Kikkoman Kenji Ekuan - sumber foto istimewa
kenalan dengan designer Botol Kikkoman Kenji Ekuan - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s!, coba bayangkan kamu sedang makan sushi, ramen, atau sekadar nasi hangat dengan telur. Di atas meja, kemungkinan besar ada satu benda yang begitu familiar: botol kecap asin Kikkoman.

Bentuknya sederhana. Ukurannya praktis. Tutupnya mudah digunakan dan desainnya terasa begitu “Jepang”.

Tapi pernah nggak Urbie’s bertanya, siapa sebenarnya orang yang merancang botol ikonik tersebut?

Jawabannya mungkin akan mengejutkan.

Desainer di balik botol dispenser Kikkoman ternyata juga berada di balik sejumlah benda dan identitas yang jauh lebih besar. Mulai dari Narita Express, E3 Komachi Shinkansen, sepeda motor Yamaha VMAX, hingga logo jaringan convenience store MINISTOP.

Namanya adalah Kenji Ekuan, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah desain industri Jepang.

Dan kisah di balik desain-desainnya ternyata jauh lebih dalam daripada sekadar persoalan estetika.

Kenji Ekuan dan Pengalaman yang Mengubah Hidupnya

Kenji Ekuan lahir di Tokyo pada 1929.

Namun, perjalanan hidupnya kemudian membawanya pada salah satu pengalaman paling traumatis dalam sejarah Jepang.

Pada akhir Perang Dunia II, Ekuan berada di Hiroshima dan menyaksikan kehancuran akibat bom atom.

Dalam tragedi tersebut, ia kehilangan ayah dan adik perempuannya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik balik dalam hidupnya.

Alih-alih hanya melihat desain sebagai sesuatu yang berhubungan dengan bentuk dan keindahan, Ekuan mulai memandang desain sebagai cara untuk membantu manusia menjalani kehidupan sehari-hari.

Benda yang digunakan manusia setiap hari, menurut filosofi tersebut, seharusnya tidak hanya berfungsi.

Benda tersebut juga harus dibuat dengan pemikiran yang matang, mudah digunakan, dan memiliki kualitas visual yang membuat kehidupan terasa lebih baik.

Dari sinilah perjalanan Ekuan sebagai desainer industri berkembang.

Lebih dari 100 Prototipe untuk Sebuah Botol Kecap

Salah satu karya Ekuan yang paling dikenal di seluruh dunia adalah dispenser kecap asin Kikkoman.

Sekilas, desainnya terlihat sangat sederhana.

Namun, kesederhanaan tersebut justru merupakan hasil dari proses panjang.

Dispenser Kikkoman yang diperkenalkan pada 1961 melewati lebih dari 100 prototipe sebelum akhirnya mencapai bentuk yang digunakan hingga sekarang.

Baca Juga:

Bagi Ekuan, membuat sebuah botol bukan sekadar membuat wadah untuk menampung kecap asin.

Ia harus memikirkan bagaimana orang menggenggamnya, bagaimana cairan keluar dari botol, bagaimana botol diletakkan di meja, hingga bagaimana pengguna dapat mengontrol jumlah kecap yang dituangkan.

Hasil akhirnya adalah desain yang terasa begitu natural ketika digunakan.

Bahkan mungkin terlalu natural sampai kita tidak pernah memikirkannya.

Dan justru di situlah kekuatan desain industri.

Desain yang berhasil sering kali tidak membuat kita berpikir tentang desain tersebut.

Kita hanya merasa bahwa benda itu memang seharusnya dibuat seperti itu.

Dari Botol Kecap ke Kereta Cepat Jepang

Karya Ekuan ternyata tidak berhenti di meja makan.

Ia juga berkontribusi dalam desain berbagai produk transportasi yang menjadi bagian dari kehidupan modern Jepang.

Salah satunya adalah Narita Express, kereta yang menghubungkan Bandara Internasional Narita dengan sejumlah kawasan penting di Tokyo dan sekitarnya.

Kereta tersebut menjadi salah satu wajah penting transportasi Jepang bagi wisatawan internasional.

Kemudian ada E3 Komachi Shinkansen, kereta yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah Akita.

Di sini terlihat bagaimana rentang karya Ekuan begitu luas.

Satu hari, desainnya bisa berada di atas meja makan dalam bentuk botol kecap.

Di sisi lain, pendekatan desain yang sama bisa diterapkan pada kendaraan yang membawa ribuan penumpang.

Bagi Ekuan, objek besar maupun kecil memiliki satu kesamaan: semuanya dibuat untuk manusia.