Home Highlight Buka Akses 1 Juta Halaman Manga Gratis dalam 100+ Bahasa! Ini Nama...

Buka Akses 1 Juta Halaman Manga Gratis dalam 100+ Bahasa! Ini Nama Aplikasinya

7
0
MANGA MILLION - sumber foto x/Shonen Jump News
MANGA MILLION - sumber foto x/Shonen Jump News
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Bayangin kamu bisa membaca manga Jepang dalam bahasa yang kamu pahami, tanpa harus membuat akun, tanpa registrasi, dan yang paling menarik: gratis. Bukan cuma beberapa judul sebagai pemanis. Shueisha baru saja membuka akses ke sekitar satu juta halaman manga yang diterjemahkan ke lebih dari 100 bahasa lewat platform digital barunya, MANGA MILLION.

Langkah ini bukan sekadar cara baru menikmati manga. Di balik peluncurannya, ada strategi yang cukup serius untuk membuat pembaca di seluruh dunia mendapatkan akses resmi ke manga Jepang dengan cara yang jauh lebih mudah.

Shueisha, penerbit raksasa di balik banyak judul manga populer, menghadirkan MANGA MILLION dengan koleksi hampir 400 judul manga. Sekitar 300 di antaranya bahkan mendapatkan terjemahan untuk pertama kalinya.

Artinya, ada banyak cerita yang sebelumnya mungkin hanya bisa ditemukan oleh pembaca internasional melalui terjemahan tidak resmi, kini mulai mendapatkan jalur legal.

MANGA MILLION Punya Hampir 400 Judul Manga

Salah satu hal yang membuat MANGA MILLION cukup menarik adalah pendekatannya yang sangat sederhana.

Pembaca tidak diwajibkan membuat akun. Tidak perlu melewati proses registrasi panjang. Tidak ada paywall yang harus dibuka terlebih dahulu.

Tinggal masuk, pilih manga, lalu baca.

Katalog tersebut mencakup hampir 400 judul, dengan sekitar 300 judul yang baru pertama kali diterjemahkan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 150 judul merupakan manga shojo, sehingga platform ini tidak hanya mengandalkan judul-judul battle shonen yang sudah populer.

Buat pembaca yang selama ini merasa katalog manga resmi berbahasa asing masih terbatas, kehadiran MANGA MILLION bisa terasa seperti menemukan perpustakaan digital yang pintunya tiba-tiba dibuka lebar.

Dan koleksinya bukan sembarangan.

One Piece hingga Jujutsu Kaisen Ikut Masuk

Shueisha juga memasukkan sejumlah judul yang sudah memiliki basis penggemar global.

Beberapa di antaranya adalah One Piece, Hunter x Hunter, Oshi no Ko, Jujutsu Kaisen, Chainsaw Man, hingga JoJo’s Bizarre Adventure.

Tidak berhenti di situ, pembaca juga dapat menemukan bagian dari judul seperti Dr. Stone, Hell’s Paradise, Black Clover, My Hero Academia, dan Demon Slayer.

Bagi Urbie’s yang tumbuh bersama manga dan anime generasi sekarang, daftar tersebut jelas bukan nama asing.

Menariknya, MANGA MILLION tidak hanya mencoba menjadi tempat untuk membaca judul-judul besar. Dengan ratusan judul yang tersedia dan banyak di antaranya baru mendapatkan terjemahan internasional, platform ini juga berpotensi menjadi pintu masuk menuju karya-karya yang selama ini kurang dikenal pembaca luar Jepang.

Jadi, konsepnya bukan cuma “manga populer gratis”.

Lebih tepatnya, Shueisha sedang mencoba memperluas ekosistem pembacanya.

Gratis, Tanpa Akun, dan Tersedia dalam 100+ Bahasa

Ada satu angka yang menjadi pusat perhatian dalam peluncuran MANGA MILLION: satu juta halaman manga.

Shueisha menyebut platform tersebut menawarkan total satu juta halaman manga yang diterjemahkan ke dalam lebih dari 100 bahasa.

Skala tersebut membuat proyek ini terasa jauh lebih besar dibandingkan sekadar peluncuran layanan baca manga baru.

Baca Juga:

Apalagi, aksesnya dibuat sesederhana mungkin.

Tidak ada kewajiban registrasi dan tidak diperlukan akun untuk mulai membaca. Bagi pembaca internasional, hambatan yang biasanya muncul ketika ingin mengakses konten Jepang—mulai dari bahasa, ketersediaan wilayah, sampai sistem akun—berusaha dipangkas sebanyak mungkin.

Di era ketika sebuah manga bisa menjadi tren global hanya beberapa jam setelah chapter baru dirilis, akses seperti ini menjadi semakin penting.

Shueisha Tidak Menggunakan AI untuk Menerjemahkan Manga

Namun ada satu detail dari MANGA MILLION yang mungkin membuat Urbie’s cukup terkejut.

Menurut Shuhei Hosono, Editor-in-Chief MANGA Plus, dalam wawancara dengan Anime Corner, proses penerjemahan untuk proyek ini tidak menggunakan AI.

Hal tersebut menjadi menarik karena industri penerjemahan sedang berada di tengah perubahan besar akibat perkembangan artificial intelligence.

Shueisha justru menegaskan bahwa terjemahan MANGA MILLION tidak dibuat menggunakan AI. Keputusan ini sekaligus menunjukkan bahwa kualitas dan proses penerjemahan masih menjadi bagian penting dalam bagaimana karya manga Jepang diperkenalkan kepada pembaca global.

Wawancara lengkap dengan Shuhei Hosono sendiri dijadwalkan dirilis kemudian oleh Anime Corner.

Bukan Cuma Soal Gratis, Tapi Juga Melawan Pembajakan

Di balik semua angka besar tersebut, ada satu tujuan lain yang tidak kalah penting: mengurangi pembajakan manga.

Hosono mengungkapkan harapannya agar inisiatif ini dapat membantu memerangi piracy.

Dan kalau dipikir-pikir, logikanya cukup sederhana.

Pembaca mencari manga bajakan biasanya bukan semata-mata karena ingin merugikan kreator. Sering kali mereka mencari alternatif karena sebuah judul belum tersedia dalam bahasa mereka, akses resminya sulit ditemukan, atau pilihan legalnya terlalu terbatas.

MANGA MILLION mencoba menyerang masalah tersebut dari sisi yang berbeda: kalau akses legal dibuat gratis, mudah, dan tersedia dalam lebih dari 100 bahasa, alasan untuk mencari sumber ilegal setidaknya bisa dikurangi.

Tentu saja, apakah strategi ini benar-benar mampu mengubah kebiasaan pembaca global masih harus dilihat.

Tetapi Shueisha jelas sedang mengirimkan pesan: akses legal tidak harus terasa merepotkan.

Era Baru Membaca Manga Global?

MANGA MILLION bisa menjadi eksperimen besar tentang bagaimana penerbit manga menghadapi dunia digital.

Selama bertahun-tahun, internet membuat manga Jepang menyebar jauh lebih cepat daripada jalur distribusi resminya. Namun di saat yang sama, pembajakan juga tumbuh karena pembaca global menginginkan akses yang cepat dan mudah.

Kini Shueisha mencoba membalik situasinya.

Alih-alih mengejar pembaca yang sudah berada di platform resmi, mereka membawa lebih banyak manga langsung ke depan pintu pembaca.

Satu juta halaman. Lebih dari 100 bahasa. Hampir 400 judul. Gratis. Tanpa registrasi.

Kalau eksperimen ini berhasil, MANGA MILLION bukan cuma akan menjadi platform baru untuk membaca manga. Ia bisa menjadi salah satu cara Shueisha menunjukkan bahwa masa depan manga global mungkin bukan hanya tentang seberapa cepat sebuah chapter diterjemahkan, tetapi juga seberapa mudah pembaca menemukan jalur resmi untuk membacanya.

Dan buat Urbie’s, mungkin ini saatnya membuka tab baru—karena perpustakaan manga digital raksasa itu sudah menunggu.