Hi Urbie’s! V BTS kembali membuat dunia fashion menoleh, kali ini bukan lewat runway atau karpet merah, melainkan melalui kolaborasi global bersama Champion, merek pakaian olahraga ikonik asal Amerika yang sudah lama dikenal dengan gaya kasual klasiknya. Bagi V, kemitraan ini terasa lebih dari sekadar kerja sama dengan brand karena karakter Champion justru dianggap sangat dekat dengan cara dirinya mengekspresikan gaya sehari-hari.
Kabar tersebut diumumkan V melalui akun SNS miliknya dan langsung membawa satu pertanyaan menarik: kenapa Champion? Di tengah banyaknya rumah mode mewah yang kerap mengaitkan namanya dengan fashion, pilihan terhadap brand sportswear klasik ini justru terasa seperti langkah yang lebih personal dan effortless.
V dan Champion Punya Bahasa Fashion yang Sama
Dalam wawancara eksklusif bersama GQ, V berbicara mengenai dunia fashion dan bagaimana ia melihat pakaian sebagai bagian dari cara seseorang menunjukkan dirinya. Bukan cuma tentang mengenakan sesuatu yang sedang tren, fashion bagi V juga menjadi ruang untuk bermain dengan karakter, suasana hati, dan sisi personal yang ingin ia tampilkan.
Karena itu, Champion terasa sebagai pilihan yang cukup masuk akal untuk V. Identitas brand yang kuat dengan pakaian olahraga klasik, sweatshirt, hoodie, dan gaya santai bertemu dengan karakter V yang sering terlihat mampu membuat outfit sederhana tetap terasa punya statement.
Ada sesuatu yang menarik dari perpaduan tersebut karena V tidak perlu terlihat terlalu “berusaha” untuk membuat sebuah pakaian menjadi fashionable. Cukup dengan hoodie, sweatpants, atau knitwear, aura yang muncul tetap bisa terasa stylish tanpa kehilangan kesan santai.
Buat Urbie’s yang mengikuti perkembangan fashion idol Korea, formula seperti ini sebenarnya sedang semakin populer. Gaya yang terlihat nyaman tetapi tetap punya karakter kini tidak kalah menarik dibandingkan outfit yang penuh detail atau logo rumah mode dari ujung kepala sampai kaki.
Hoodie, Sweatpants, dan Sisi V yang Lebih Santai
Foto-foto yang dirilis Champion memperlihatkan V dalam sejumlah tampilan yang terasa sangat berbeda dari image formal seorang global fashion icon. Ia terlihat mengenakan pakaian rajut, hoodie, hingga sweatpants dengan logo khas Champion yang memberikan kesan sporty sekaligus nostalgic.
Visual tersebut seolah membawa V ke dunia yang lebih santai, jauh dari atmosfer karpet merah dan editorial fashion yang terlalu polished. Ada kesan bahwa kali ini yang ingin ditonjolkan bukan hanya “V sebagai superstar”, tetapi V sebagai seseorang yang bisa menikmati pakaian nyaman tanpa kehilangan identitasnya.
Salah satu detail yang membuat kampanye ini terasa semakin menarik adalah keberadaan trompet. V terlihat memainkan instrumen tersebut, menghadirkan elemen personal yang membuat kampanye Champion terasa seperti potongan kecil dari dunia yang ia sukai.
Buat Urbie’s, trompet itu bukan sekadar properti pemotretan. Kehadirannya memberikan nuansa berbeda dan membuat visual kampanye terasa lebih hidup, seolah kita sedang mengintip sisi V yang tidak selalu muncul ketika kamera hanya mengejarnya sebagai seorang idol.
Ada Momen V yang Tenggelam dalam Pikiran
Selain bermain trompet, V juga ditampilkan dalam suasana yang lebih introspektif. Ia terlihat mengenakan earphone sambil tenggelam dalam pikirannya, menciptakan kontras dengan energi sporty yang biasanya melekat pada kampanye pakaian olahraga.
Momen tersebut justru menjadi salah satu bagian paling menarik karena memperlihatkan bahwa konsep kampanye tidak harus selalu penuh gerakan. Kadang, satu ekspresi tenang dan outfit yang sederhana sudah cukup untuk membangun sebuah cerita.
Baca juga:
- BTS Pertanyakan Label “Asian Pop” di Grammy, Forbes Soroti Perlakuan Berbeda Artis Eropa
- CEO Recording Academy Respons Keputusan BTS Absen dari Grammy 2027, Ini Penjelasannya
Visual seperti ini juga terasa cocok dengan citra V yang sering bermain di antara dua dunia. Di satu sisi ia adalah performer yang mampu memenuhi panggung dengan energi besar, tetapi di sisi lain ia juga dikenal memiliki sisi artistik yang lebih tenang dan reflektif.
Champion kemudian menjadi medium yang cukup tepat untuk mempertemukan kedua sisi tersebut. Pakaian yang nyaman memberikan ruang bagi V untuk bergerak, sementara elemen visual seperti musik dan ekspresi personal membuat kampanye tidak terasa seperti iklan sportswear biasa.
Momen Pergantian Kostum Terakhir di Tur Arirang
Dalam percakapannya bersama GQ, V juga membahas dunia fashion serta salah satu momen yang cukup menarik dalam perjalanan tur Arirang, yaitu pergantian kostum terakhir. Detail tersebut memperlihatkan bagaimana pakaian memiliki peran penting dalam membangun pengalaman seorang performer ketika berada di atas panggung.
Bagi seorang idol yang tampil di hadapan ribuan bahkan puluhan ribu penonton, kostum bukan sekadar sesuatu yang dipakai sebelum naik panggung. Setiap outfit bisa menjadi bagian dari karakter, transisi emosi, bahkan penanda bahwa sebuah pertunjukan sedang memasuki babak tertentu.
Karena itu, pembicaraan V mengenai fashion terasa relevan dengan kemitraannya bersama Champion. Ada benang merah antara apa yang ia kenakan ketika tampil dan bagaimana ia memilih pakaian untuk merepresentasikan dirinya ketika sedang tidak berada di atas panggung.
Kenapa Champion Terasa “Sangat Pas” untuk V?
Pada akhirnya, alasan Champion terasa sangat pas untuk V mungkin justru terletak pada kesederhanaannya. Brand tersebut memiliki sejarah panjang sebagai pakaian olahraga klasik, sementara V punya kemampuan untuk mengambil sesuatu yang sederhana lalu membuatnya terlihat personal dan berkarakter.
Kolaborasi ini juga menunjukkan bagaimana fashion V tidak selalu harus bergerak menuju sesuatu yang semakin mewah. Justru ketika ia mengenakan hoodie, knitwear, sweatpants, dan earphone, muncul sisi yang terasa lebih dekat dengan kesehariannya.
Buat Urbie’s, inilah yang membuat kemitraan V dan Champion menarik untuk diikuti. Bukan hanya karena nama besar seorang anggota BTS bertemu dengan brand Amerika yang ikonik, tetapi karena keduanya seperti berbicara dalam bahasa yang sama: klasik, nyaman, santai, dan tetap punya identitas kuat.
Dengan trompet di tangan, earphone di telinga, dan hoodie Champion yang melekat di tubuhnya, V seolah tidak sedang berusaha menjadi orang lain. Ia hanya menjadi V dalam versi yang lebih santai, dan mungkin justru itulah alasan mengapa kolaborasi ini terasa begitu “pas”.


















































