
Hi Urbie’s! Bayangin ini: tahun 1876, seorang cowok umur 22 tahun yang baru saja menulis karya sastra yang akan membuat dia jadi salah satu penyair terbesar sepanjang masa, tiba-tiba memutuskan berhenti jadi penyair. Dia ingin mejadi petualang. Dijuluki l’homme aux semelles de vent alias si lelaki bersol angin. Dan perjalanan jauh pertamanya? Bukan ke Paris, bukan ke London. Tapi ke Jawa. Namanya Arthur Rimbaud.
Dan 150 tahun setelah dia menghilang misterius di Jawa Tengah, jejaknya kembali lagi dan membuat hubungan Prancis-Indonesia makin romantis.
Siapa Sangka Penyair Paling Berandal Itu Pernah Singgah di Semarang?
Untuk anak sastra, Arthur Rimbaud (1854-1891) itu dewa. Dia menulis Le Bateau ivre, Une Saison en enfer, Illuminations sebelum umur 20 tahun. Puisinya jadi cikal bakal surealisme dan mempengaruhi semua orang, dari penyair modernis Jepang Nakahara Chuya, sampai Chairil Anwar yang sering disebut sebagai “Arthur Rimbaud-nya Indonesia”, sampai Bob Dylan, Jim Morrison, Patti Smith, Jean-Michel Basquiat, bahkan penulis manga Bungo Stray Dogs.
Tapi yang jarang orang tau, Urbie’s, di tahun 1876, karena tidak punya uang dan ingin melihat “gugusan kepulauan bintang” yang dia tulis di puisinya, Rimbaud nekat daftar jadi tentara bayaran Royal Netherlands East Indies Army (KNIL) di Belanda. Iming-imingnya: dapat tiket gratis ke Hindia Belanda.
Setelah berminggu-minggu di kapal, dia mendarat di Batavia (Jakarta) bulan Juli 1876, lalu dipindah ke Semarang. Dari Semarang, bersama rekrutan lain, dia naik kereta api lewat Kedungjati dan Tuntang menuju barak militer di Salatiga. Dia sampai 2 Agustus, ambil gaji, lalu… DESERTIR pada 15 Agustus! Ngilang dari catatan militer begitu aja. Sampai sekarang sejarawan masih debat dia lewat jalur mana buat balik ke Eropa.
Perjalanan singkat dan misterius inilah yang jadi salah satu episode paling intriguing dalam hidupnya.
Napak Tilas 150 Tahun: Duta Besar Prancis Naik Kereta dari Semarang ke Salatiga
Untuk merayakan 150 tahun perjalanan besar itu, ada momen bersejarah yang bakal terjadi minggu ini, Urbie’s.
Mr. Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste dan ASEAN, datang langsung ke Jawa Tengah pada 6 Agustus. Dia memimpin perjalanan simbolis yang persis meniru rute Rimbaud tahun 1876: dari Semarang ke Kedungjati, Tuntang, dan Salatiga. Naik kereta, lewat rel yang sama.
Perjalanan itu akan berakhir di Semarang dengan peresmian pameran spesial “Arthur Rimbaud: A Journey through Java” di Lawang Sewu, dari 6 sampai 8 Agustus 2026. Pameran ini digarap oleh Kedutaan Besar Prancis – Institut français d’Indonésie (IFI), Pemkot Semarang bersama Ibu Agustina Wilujeng Pramestuti selaku Walikota Semarang, dan Alliance Française Semarang, bareng Universitas Negeri Semarang (UNNES), PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan KAI Pariwisata.
Y+Tahun lalu, di perayaan 75 tahun hubungan diplomatik, Rimbaud juga sempat masuk dalam buku komemoratif Indonesia, Unprecedented Lights – 150 Years of French-Indonesian Exchanges karya Alexis Salatko. Artinya, jejaknya di Jawa memang dianggap sebagai simbol ikatan panjang Prancis-Indonesia.
Baca juga:
- Semangat Bastille Day 2026 di Jakarta, Prancis dan Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif
- Indonesia dan Prancis Perkuat Kolaborasi Fashion Berkelanjutan Lewat PINTU Focus Week 2026
Bukan Cuma Pameran, Tapi Lahirnya Rimbaud Residency: Pertukaran Penulis Pertama Prancis-Indonesia
Ini yang paling keren, Urbie’s. Peresmian di Lawang Sewu itu juga jadi peluncuran resmi Rimbaud Residency, program residensi sastra bilateral dan resiprokal pertama antara Prancis dan Indonesia.
Namanya diambil dari Rimbaud karena semangatnya sama: perjalanan yang mengubah cara kita menulis dan melihat dunia. Ini bukan residensi biasa yang cuma numpang nulis. Ini adalah platform jangka panjang untuk dialog artistik.
Residen pertamanya adalah Mr. Louis-Philippe Dalembert, salah satu suara terpenting sastra Frankofon kontemporer. Lahir di Port-au-Prince, Haiti, dan tinggal di Paris, Dalembert adalah novelis dan penyair pemenang banyak penghargaan, kayak Prix Orange du Livre 2017 untuk Avant que les ombres s’effacent dan Prix de la Langue française 2019 untuk Mur Méditerranée. Karya-karyanya soal memori, pengasingan, identitas, dan migrasi – tema yang klop banget sama jiwa Rimbaud.
Dari September sampai November 2026, Dalembert bakal tinggal selama tiga bulan di Semarang. Dia berencana akan berkarya di Lawang Sewu, sambil ngobrol, bikin workshop, dan diskusi sama penulis, mahasiswa, peneliti, dan pembaca di Semarang bareng UNNES dan Alliance Française.
Dan karena ini program resiprokal, giliran penulis Indonesia yang bakal dikirim ke Prancis pada awal 2027. Dia akan tinggal tiga bulan di Cité internationale de la langue française di Château de Villers-Cotterêts – kastil tempat Raja Francis I menetapkan bahasa Prancis sebagai bahasa nasional pada 1539, yang diresmikan Presiden Emmanuel Macron pada 2023. Keren banget, kan?
Ini adalah kelanjutan nyata dari Deklarasi Borobudur tentang Strategi Kebudayaan Bersama yang ditandatangani Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2025, setelah peluncuran Choix Goncourt Indonesia pada Mei 2026 dan partisipasi penulis Prancis di Makassar International Writers Festival 2026.
Dari Kenangan Bersama Menuju Karya Bersama
Urbie’s, cerita Rimbaud di Jawa ini mengajarkan kita kalau sastra itu tidak pernah mempunyai paspor. Seorang penyair berandal dari Charleville bisa sampai ke Salatiga dan 150 tahun kemudian jejaknya bisa membuat dua negara menjalin program residensi.
Rimbaud Residency ini baru awal. Kedubes Prancis – IFI berencana membuat dua residensi lagi untuk kreasi dan terjemahan sastra sebelum Juni 2027, melengkapi program multidisiplin KOTA yang sudah ada bersama Cité internationale des arts di Paris.
Jadi kalau kamu anak sastra, anak sejarah, atau cuma anak yang suka naik kereta Semarang-Salatiga, datang ke Lawang Sewu, siapa tau kamu merasakan angin yang sama dengan yang dirasakan Rimbaud 150 tahun lalu: angin yang membaut dia kabur, menulis, dan terus berjalan.
Gimana, Urbie’s, siap napak tilas jejak Rimbaud?

















































