
Hi Urbie’s! Di tengah situasi pascagempa yang masih berlangsung, akses layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi warga terdampak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kabar baiknya, RS Lapangan Barang Kolong kini beroperasi selama 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Informasi mengenai keberadaan fasilitas kesehatan tersebut juga terus disebarluaskan agar warga di berbagai titik pengungsian tidak kebingungan ketika membutuhkan pertolongan medis.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai bersama Pemerintah Kecamatan Reok turun langsung menyampaikan informasi tersebut ke sejumlah lokasi pengungsian.
Bukan sekadar membagikan informasi, relawan PMI bersama SIBAT juga mengarahkan warga yang mengalami luka atau membutuhkan pengobatan menuju RS Lapangan Barang Kolong.
Kenapa Informasi RS Lapangan Jadi Penting?
Situasi darurat membuat akses layanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah fasilitas kesehatan terdampak gempa dan belum dapat beroperasi secara maksimal.
Pada saat yang sama, masih ada beberapa titik pengungsian yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan secara langsung.
Kondisi inilah yang membuat informasi menjadi bagian penting dalam respons bencana.
Relawan PMI dan SIBAT menggunakan megaphone dengan kendaraan dinas Kecamatan Reok untuk menyampaikan informasi dari satu titik pengungsian ke titik lainnya.
Bagian Divisi Pelayanan PMI NTT, Adrian Jeharun, mengatakan masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai tempat mendapatkan pertolongan.
“Informasi saat ini menjadi salah satu bantuan yang sangat diharapkan masyarakat. Di tengah situasi darurat, masyarakat perlu mengetahui ke mana mereka harus mendapatkan pertolongan.”
Menurut Adrian, keberadaan RS Lapangan akan membantu warga yang membutuhkan layanan kesehatan, tetapi informasi mengenai akses menuju fasilitas tersebut juga harus sampai kepada masyarakat.
“Informasi mengenai keberadaan RS Lapangan tentu sangat dinantikan oleh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, dan PMI membantu memastikan informasi tersebut sampai ke lokasi-lokasi pengungsian.”
Baca Juga:
- Fashion Abis! Tas Chanel Iriana Jokowi Saat Upacara 17 Agustus Disebut Cuma Tersisa Satu di Dunia
- Nyamuk Makin Banyak Saat Cuaca Panas? Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya
- Detective Conan Tamat! Aoyama Gosho Ungkap Endingnya, Ini Faktanya!
PMI Sambangi Sejumlah Titik Pengungsian
Penyebaran informasi dilakukan di beberapa lokasi pengungsian di Kecamatan Reok.
Di antaranya terdapat empat titik pengungsian di Kerukuak, Kelurahan Wangkung, kemudian enam tenda pengungsian di Desa Salama, Kota Reo, serta tiga tenda pengungsian di Kedutul, Kelurahan Mata Air.
PMI bersama pemerintah setempat masih melakukan pemetaan dan identifikasi lokasi pengungsian lain yang membutuhkan informasi mengenai layanan kesehatan.
Langkah tersebut diharapkan membuat warga lebih cepat mendapatkan pertolongan ketika membutuhkan layanan medis.
RS Lapangan Barang Kolong Beroperasi 24 Jam
RS Lapangan Barang Kolong mulai beroperasi pada Sabtu (15/8/2026) dan melayani masyarakat selama 24 jam.
Pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut didukung tenaga medis dari RS Pratama Reo, Puskesmas Reo, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, serta tenaga kesehatan yang berada di Kecamatan Reok.
Untuk menunjang pelayanan dalam kondisi darurat, RS Lapangan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, antara lain:
- Tenda pelayanan kesehatan
- Tenaga medis
- Obat-obatan
- Peralatan medis
- Sekitar enam unit ambulans
- Tabung oksigen
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya penanganan warga terdampak gempa yang membutuhkan pertolongan medis.
Warga Reok Butuh Layanan Kesehatan? Ini Lokasinya
Bagi masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Reok yang membutuhkan layanan kesehatan, RS Lapangan saat ini beroperasi di lokasi pengungsian Barang Kolong.
Layanan tersedia 24 jam, sehingga warga yang membutuhkan pertolongan medis dapat mengakses fasilitas tersebut kapan pun diperlukan.
Di tengah situasi pascabencana, akses informasi yang cepat dan mudah dipahami menjadi hal krusial. Sebab, bantuan bukan hanya soal apa yang diberikan, tetapi juga memastikan masyarakat tahu di mana dan bagaimana mendapatkan bantuan tersebut.
Catatan redaksi: Informasi lokasi dan operasional RS Lapangan dalam artikel ini bersumber dari siaran pers dari Markas Pusat PMI sebagaimana materi yang diterima redaksi. Kondisi layanan di lapangan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi bencana.














































