Hi Urbie’s! Ada momen ketika sebuah brand tidak sekadar mengganti sosok di kursi kepemimpinan, tetapi sedang meneruskan sebuah DNA yang telah dibangun selama bertahun-tahun, dan itulah yang terjadi di Buttonscarves. Brand fashion asal Indonesia ini resmi menunjuk Mifthahul Jannah, atau yang akrab disapa Mitha, sebagai Creative Director baru, menandai babak penting setelah lebih dari satu dekade arah kreatif Buttonscarves berada di bawah Founder, Linda Anggrea.
Penunjukan tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Untuk pertama kalinya sejak Buttonscarves berkembang selama lebih dari sepuluh tahun, estafet kepemimpinan kreatif berpindah kepada sosok yang telah tumbuh bersama brand dari dalam, memahami komunitasnya, serta ikut membentuk berbagai elemen yang membuat Buttonscarves dikenal hingga saat ini.
Dari Tumbuh Bersama Buttonscarves hingga Memimpin Arah Kreatif
Nama Mitha sebenarnya bukan sosok baru di balik perjalanan Buttonscarves. Memiliki kecintaan terhadap fashion sejak usia dini, ia telah menjadi bagian penting dari perkembangan brand dan sebelumnya menjabat sebagai Chief of Product Development di Modinity Group.
Dalam posisi tersebut, Mitha bertanggung jawab terhadap pengembangan produk berbagai brand di bawah Modinity Group. Namun kontribusinya tidak berhenti pada produk, karena ia juga terlibat dalam membentuk identitas kreatif Buttonscarves, konsep retail dan store, hingga keseluruhan brand experience.
Pengalaman panjang tersebut membuat Mitha memiliki pemahaman yang cukup dalam mengenai creative DNA Buttonscarves. Mulai dari karakter brand, komunitas yang dibangun, hingga perhatian terhadap detail menjadi modal penting ketika kini dirinya dipercaya untuk mengambil alih kemudi kreatif.
Bukan Hanya Fashion, Mitha Pimpin Portofolio Kreatif Besar
Menariknya, tanggung jawab Mitha kini mencakup lebih dari satu brand. Selain menjadi Creative Director Buttonscarves, ia juga merupakan Creative Director sekaligus Co-Founder Benang Jarum, brand ready-to-wear yang berada di bawah naungan Modinity Group.
Di Benang Jarum, Mitha memimpin berbagai aspek creative direction, mulai dari koleksi, campaign, hingga keseluruhan brand expression. Dengan penunjukan terbarunya, ia kini memimpin portofolio kreatif terbesar Modinity Group yang mencakup Buttonscarves, Buttonscarves Beauty, dan Benang Jarum.
Artinya, Mitha akan berada di titik yang mempertemukan berbagai dunia kreatif, mulai dari fashion, beauty, fragrance, retail, hingga brand experience. Kesatuan visi ini menjadi semakin relevan ketika Buttonscarves tengah memperluas jangkauan dan ambisinya di pasar global.
Mitha Ingin Menjaga DNA Buttonscarves Sambil Membuka Babak Baru
Bagi Mitha, posisi baru tersebut bukan hanya tentang mendapatkan kepercayaan untuk memimpin. Ada tanggung jawab emosional untuk menjaga sesuatu yang telah ia lihat tumbuh sejak awal sekaligus membawa Buttonscarves menuju masa depan yang berbeda.
Baca juga:
- Under The Sea Series Hadir, Tropical Paradise Takeover 2026 Jadi Aktivasi Tahunan Terbesar Buttonscarves
- Buttonscarves x Nagita Slavina: Two Signature Monograms, One Complete Collection
“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dan merasa terhormat dapat melanjutkan perjalanan yang memiliki arti begitu besar bagi saya, baik secara personal maupun profesional,” ujar Mifthahul Jannah.
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga identitas serta nilai-nilai yang selama ini dicintai komunitas Buttonscarves. Di saat yang sama, Mitha ingin menghadirkan ide baru, inovasi yang bermakna, serta perspektif kreatif yang tetap relevan dengan perubahan zaman.
Ada Perubahan Besar di Balik Estafet Kreatif Ini
Jika Mitha mengambil peran sebagai pemimpin kreatif baru, Linda Anggrea juga akan memasuki fase baru dalam perjalanannya bersama Modinity Group. Founder sekaligus sebelumnya Creative Director Buttonscarves tersebut kini akan memperluas fokus untuk memimpin ekosistem bisnis Modinity Group secara lebih strategis.
Fokus Linda akan mencakup penguatan supply chain dan operasional bisnis, talent development, strategic partnerships, hingga ekspansi pasar. Dengan pembagian peran ini, perubahan kepemimpinan kreatif justru menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk memperkuat fondasi bisnis.
“Membangun sebuah brand tidak hanya tentang menciptakan produk. Lebih dari itu, membangun brand juga berarti memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang, dan mempercayakan mereka untuk melanjutkan sebuah visi,” ujar Linda Anggrea, CEO Modinity Group.
Menurut Linda, Mitha telah menjadi bagian dari Buttonscarves sejak awal dan tumbuh bersama brand tersebut. Dedikasi, kreativitas, serta pemahaman mendalam terhadap identitas Buttonscarves menjadi alasan kuat mengapa ia dinilai tepat untuk meneruskan kepemimpinan kreatif.
Saatnya Buttonscarves Menulis Babak Global
Penunjukan Mitha datang ketika Buttonscarves berada dalam fase penting untuk memperluas pertumbuhan dan jangkauan pasar. Di bawah arahan kreatif barunya, brand ini akan terus mengeksplorasi inovasi produk, pengalaman retail, brand storytelling, hingga creative campaigns.
Yang menarik, tantangannya bukan hanya membuat sesuatu yang terlihat baru. Mitha perlu memastikan setiap inovasi tetap memiliki benang merah dengan identitas Buttonscarves, sembari membuat brand tersebut mampu berbicara kepada audiens yang semakin luas dan beragam di pasar global.
Pada akhirnya, estafet dari Linda Anggrea kepada Mifthahul Jannah bukan berarti menutup satu cerita dan memulai cerita lain dari nol. Ini adalah tentang memberikan kesempatan kepada seseorang yang telah ikut menulis cerita tersebut untuk kini memegang pena dan menentukan ke mana halaman berikutnya akan dibawa.
Dan buat Urbie’s, perjalanan baru Buttonscarves ini layak ditunggu, karena ketika sebuah brand memilih pemimpin dari dalam ekosistemnya sendiri, yang diteruskan bukan hanya jabatan, tetapi juga pengalaman, nilai, dan DNA yang telah dibangun bersama.


















































