Home Entertainment The Panturas Menggebrak Fuji Rock 2025! Dari Jatinangor ke Panggung Internasional

The Panturas Menggebrak Fuji Rock 2025! Dari Jatinangor ke Panggung Internasional

789
0
The Panturas di Fuji Rock 2025 - sumber foto Instagram thepanturas
The Panturas di Fuji Rock 2025 - sumber foto Instagram thepanturas
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Kabar membanggakan datang dari industri musik tanah air. Band surf-rock asal Jatinangor, The Panturas, baru saja mencetak sejarah baru dengan tampil sebagai pembuka di Fuji Rock Festival 2025, salah satu festival musik terbesar dan paling prestisius di Jepang. Penampilan mereka tidak hanya menghibur ribuan penonton internasional, tapi juga menegaskan bahwa talenta lokal Indonesia mampu bersinar di panggung dunia.

Di Fuji Rock, The Panturas tampil di dua panggung legendaris: CRYSTAL PALACE TENT dan FIELD OF HEAVEN. Keduanya dikenal sebagai tempat di mana musisi lintas genre menyuguhkan pertunjukan penuh karakter. Dan The Panturas? Mereka datang dengan energi khas pesisir dan mengguncang Jepang dengan gelombang musik mereka yang unik dan autentik.

Surf-Rock Nusantara di Tengah Pegunungan Jepang

Naeba Ski Resort yang jadi venue Fuji Rock memang dikelilingi salju dan pepohonan, tapi atmosfer langsung memanas ketika The Panturas mulai memainkan lagu-lagu andalan mereka. Berdasarkan setlist yang dibagikan oleh akun @adit_insomnia, band ini membawakan lagu-lagu favorit penggemar seperti “Khodam Buntut Lutung”, “Balada Semburan Naga”, hingga “Ombak Banyu Asmara”.

Mereka tak hanya tampil musikal, tapi juga membawa narasi budaya yang kuat. Dengan balutan lirik puitis dan elemen folklore khas Indonesia, The Panturas memberikan warna baru di antara line-up internasional yang biasanya didominasi genre indie rock, electronic, dan alternative pop.

Bukan hanya lagu, visual panggung dan gesture panggung mereka pun mencerminkan akar budaya. Dari kostum hingga interaksi dengan penonton, The Panturas tampil percaya diri dan membuktikan bahwa mereka bukan hanya “band lokal”, tapi bagian dari gelombang baru musisi Asia yang siap mendobrak batas.

Baca Juga:

Bukti Nyata The Panturas Potensi Musik Lokal di Kancah Global

Urbie’s, momen ini tidak sekadar soal panggung dan lampu sorot. Ini adalah bukti konkret bahwa musik lokal—jika dikemas dengan karakter kuat, jujur, dan konsisten—dapat menembus batas geografis dan budaya. Sejak awal, The Panturas sudah dikenal karena keberanian mereka menggabungkan genre surf-rock klasik dengan sentuhan lirik Indonesia yang jenaka, satir, dan berani. Sebuah kombinasi yang segar di tengah industri musik yang seragam.

Partisipasi mereka di Fuji Rock juga menegaskan pentingnya jejaring dan keberanian untuk “go international.” The Panturas adalah representasi dari musisi-musisi muda Indonesia yang tak hanya ingin viral, tapi benar-benar membangun ekosistem musik yang kokoh, kreatif, dan lintas batas.

Dampaknya Bukan Hanya untuk Band, Tapi untuk Indonesia

Keberhasilan The Panturas tampil di Jepang membuka mata dunia bahwa Indonesia tidak hanya dikenal karena keindahan alam atau kulinernya, tapi juga budaya musiknya yang dinamis dan kaya rasa. Saat nama Indonesia disebut-sebut di antara penampilan Arctic Monkeys, Khruangbin, atau Cornelius, itu bukan hanya prestasi personal, tapi representasi kolektif.

Dalam wawancara sebelumnya, The Panturas juga sempat menyebut bahwa mereka ingin membawa nuansa “pantai utara Jawa” ke mana pun mereka tampil. Dan kali ini, mereka benar-benar membawa gelombang itu dari Jatinangor ke dataran tinggi Jepang, menggulung penonton dengan semangat tropikal dan energi pesisir yang tak biasa.

Setelah Fuji Rock, besar kemungkinan pintu festival-festival internasional lainnya akan terbuka. Dengan basis fan yang makin meluas dan karya-karya yang terus berkembang, The Panturas bisa jadi duta budaya alternatif Indonesia ke kancah global. Kita hanya bisa menanti—dan mendukung—sampai mereka suatu hari nanti tampil di Glastonbury, Coachella, atau Primavera.

Dan buat kamu, Urbie’s, yang belum pernah nonton The Panturas secara langsung, jangan lewatkan penampilan mereka berikutnya. Karena siapa tahu, setelah Jepang, panggung selanjutnya justru ada di depan matamu.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here