Sabtu malam, 1 November 2025, langit Jakarta terasa lebih panas tapi tiba-tiab hujan lain dari biasanya. Di dalam Tennis Indoor Senayan, ribuan penonton berdiri rapat, mata mereka tertuju ke panggung yang mulai diselimuti cahaya merah dan asap tebal. Dalam hitungan detik, suara elektronik menggema membuka konser yang sudah ditunggu setahun penuh — HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR – JAKARTA.
Begitu musik meraung membuka aksi panggung, sorakan membelah udara. Di atas podium tinggi, sosok HYDE berdiri mengenakan topeng setengah terbuka berwarna perak, dengan pencahayaan merah yang menyorot tajam wajahnya. Ia berdiri tegak, seolah seorang diktator dari dunia distopia, mengangkat tangan ke udara, dan dalam sekejap ledakan cahaya memenuhi arena.
Tanpa satu kata pun langsung menghantam malam dengan “Inside Head”, membuka konser dengan energi teatrikal yang membuat penonton terpaku.
![HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR – JAKARTA - HYDE mengunjang Jakarta - Sumber foto Adi/Urbanvibes](http://urbanvibes.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_20251101_1950112.jpg)
Dengan karisma yang tak berubah sejak era L’Arc-en-Ciel, sang legenda Jepang itu melanjutkan pertunjukan dengan deretan lagu dari album terbarunya hingga lagu-lagu favorit fans. Jakarta malam itu resmi menjadi saksi 18 lagu penuh energi, intensitas, dan kejutan.
Visual Futuristik dan Intensitas Maksimal
Dari awal, konser ini terasa seperti perjalanan ke dunia lain.
Visual panggung bergaya futuristik berpadu dengan tata cahaya dramatis yang berubah setiap detik, membangun atmosfer imersif. Tak hanya visual — permainan band HYDE juga presisi dan berlapis, menciptakan harmoni antara kekuatan musik dan storytelling visual yang jadi ciri khasnya.
Setiap transisi lagu terasa mulus. Lampu, visual latar, dan ekspresi HYDE bersinergi, membuat penonton tak sempat beralih pandang.
“I ate Rendang, itu enak sekali!” katanya di tengah jeda, membuat seluruh arena meledak dalam tawa dan tepuk tangan.
Momen kecil itu jadi bukti betapa dekatnya HYDE dengan fans Indonesia — bukan sekadar tampil, tapi benar-benar hadir untuk berinteraksi.
Interaksi Dekat dan Kejutan dari Tribun
Setelah lagu penutup “Last Song” berkumandang, panggung perlahan gelap. Tapi penonton belum puas. Sorakan “We want more! We want more!” menggema tak berhenti.
Dan tiba-tiba, dari tribun penonton, muncul sosok dengan rambut pirang dan jaket hitam — HYDE!
![Penonton HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR – JAKARTA - HYDE mengunjang Jakarta - Sumber foto Adi/Urbanvibes](http://urbanvibes.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_20251101_195442.jpg)
Sambil membawa water gun raksasa, ia menyemprotkan air ke arah fans, menimbulkan teriakan histeris. Ia berjalan di antara tribun, bersalaman dengan penonton, tertawa, dan menikmati setiap detik.
Suasana berubah dari megah menjadi intim. Konser internasional itu terasa seperti pesta pribadi antara HYDE dan Hydeist Jakarta.
Dan momen paling ikonik terjadi ketika HYDE melihat kerumunan di depan panggung mulai membentuk mosh pit. Ia tersenyum lebar dan berteriak, “MOSH PIT!”
Spontan, crowd bergoyang dalam irama rock — liar tapi tertib, penuh energi dan kebersamaan.
Baca Juga:
- Jelajahi Australia Barat: Destinasi Ramah Muslim dengan Kuliner Halal dan Petualangan Seru!
- Nginep Wajib Sarapan! Ini Tren Baru Traveler Indonesia
- “Ayo SADARI Setelah Menstruasi”, Gerakan Cinta Diri untuk Cegah Kanker Payudara
Satu Kejutan Spesial: “HONEY” dan “FAINT”
Di antara daftar lagu yang padat dan megah, HYDE menyelipkan satu hadiah manis bagi fans lamanya: “HONEY.”
Ya, lagu legendaris dari masa L’Arc-en-Ciel itu menjadi momen nostalgia yang membuat banyak penonton tak bisa menahan air mata.
Begitu riff gitar pertama berbunyi, ruangan langsung bergema oleh paduan suara ribuan fans yang ikut bernyanyi dari awal hingga akhir.
“This one… for my old friends,” katanya sebelum memulai lagu.
Dan seketika, waktu seperti berhenti. “HONEY” membawa Urbie’s ke masa di mana HYDE pertama kali menggetarkan dunia — kini dibawakan dengan sentuhan modern yang tetap menjaga jiwanya.
Namun bukan HYDE namanya kalau tak menghadirkan kejutan. Di tengah setlist, gitar mulai memainkan riff agresif yang sangat familiar — “Faint” dari Linkin Park!
Versi live ini dibuat lebih gelap dan industrial, tapi tetap menghentak dengan semangat tribute untuk mendiang Chester Bennington. Ketika HYDE berteriak melodi ikoniknya, seluruh arena bergemuruh. Fans tak hanya bernyanyi, mereka berteriak — menumpahkan emosi, mengenang masa kejayaan nu-metal bersama idolanya malam itu.

Encore: Indonesia Raya Menggema
Puncak emosional konser datang di tengah encore.
Saat suasana sedikit tenang, gitaris HYDE berdiri di tengah cahaya biru redup dan mulai memainkan melodi “Indonesia Raya” dengan gitar elektrik.
Nada-nada nasional itu mengalun memekik, lalu berubah menjadi versi rock progresif yang megah — memancing tepuk tangan dan nyanyian serentak seluruh penonton.
Dalam momen langka itu, ribuan suara bergema menyanyikan “Indonesia Raya” bersama, dengan tangan melambai tinggi dan bendera merah putih berkibar dari tribun.
Mata banyak penonton terlihat berkaca-kaca — karena di tengah konser tur dunia seorang legenda Jepang, Indonesia bukan hanya ditonton, tapi dihormati.
HYDE menunduk dalam, dan panggung pun kembali bergemuruh oleh tepuk tangan panjang yang sulit berhenti.
Daftar Lagu: 18 Hits yang Membakar Malam Jakarta
Konser ini adalah perjalanan musikal penuh lapisan emosi — dari gelapnya nuansa industrial hingga ledakan rock progresif yang energik.
Berikut daftar lengkapnya:
- Inside Head (Opening – podium scene with half-mask)
- Let it Out
- After Light
- I Got 666
- Defeat
- Countdown
- Taking Them Down
- Tokoshie
- Mugen
- Faint (Tribute to Linkin Park)
- 6or9
- Mad Qualia
- Social Virus
- Midnight
- Last Song
- HONEY ( L’Arc-en-Ciel)
- Pandora (Encore – muncul dari tribun, water gun interaction)
- Glamorous Sky
- Sex Blood R N’ R
Setiap lagu dikurasi seperti bab dalam sebuah film — lengkap dengan dinamika tempo, visual, dan emosi. Dari “Let it Out” yang penuh tenaga hingga “Mugen” yang atmosferik, HYDE menghadirkan perjalanan sonik yang membuat waktu terasa begitu singkat.

Standar Baru Konser Rock Internasional di Jakarta
Menurut Ahmad Satrio dari Sound Rhythm, energi penonton malam itu luar biasa.
“Dari awal sampai encore, energi di Tennis Indoor tak pernah turun. Ini standar baru konser rock internasional di Jakarta,” ujarnya.
Sementara M. Dermawan Pradana, CEO Mataloka, menambahkan,
“HYDE membuktikan dirinya bukan hanya vokalis, tapi performer global sejati. Musikalitasnya solid, visualnya kuat, dan interaksinya dengan penonton luar biasa.”
Dan benar, Urbie’s — INSIDE LIVE 2025 bukan sekadar konser. Ia adalah spektakel sinematik yang memadukan musik, emosi, dan interaksi dalam satu malam tak terlupakan.
Dengan manajemen penonton yang profesional, kualitas audio-visual mumpuni, dan momen-momen spontan yang menghangatkan hati, konser ini menjadi bukti bahwa Jakarta kini siap bersaing dengan panggung internasional.
Malam itu HYDE tidak hanya menampilkan konser — ia membangun kenangan, menciptakan kedekatan, dan membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal.
Dan bagi ribuan Hydeist yang hadir, 1 November 2025 akan selalu diingat sebagai malam di mana Jakarta benar-benar inside dalam dunia HYDE.








































![HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR – JAKARTA - HYDE mengunjang Jakarta - Sumber foto Adi/Urbanvibes HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR – JAKARTA - HYDE mengunjang Jakarta - Sumber foto Adi/Urbanvibes](https://urbanvibes.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_20251101_1954522-640x480.jpg)










