Home Entertainment Rush Hour 4 Resmi Diproduksi, Jackie Chan & Chris Tucker Comeback: Politik,...

Rush Hour 4 Resmi Diproduksi, Jackie Chan & Chris Tucker Comeback: Politik, Kontroversi, dan Reboot Besar Hollywood

377
0
Rush Hour 4 Resmi Diproduksi, Jackie Chan & Chris Tucker Comeback: Politik, Kontroversi, dan Reboot Besar Hollywood
Foto: Rush Hour
Urbanvibes

Setelah bertahun-tahun hanya menjadi rumor, Rush Hour 4 akhirnya bergerak maju menuju proses produksi—dan perjalanan film ini penuh drama khas Hollywood. Paramount resmi menjadi distributor untuk seri terbaru waralaba buddy-cop ikonik ini, sementara dua bintang utamanya, Jackie Chan dan Chris Tucker, kembali untuk reuni yang telah lama dinantikan penggemar. Namun yang membuat proyek ini semakin menarik adalah kabar bahwa film ini mendapat “dorongan” langsung dari Ruang Oval. Menurut laporan Semafor, Presiden Donald Trump secara pribadi meminta studio untuk menghidupkan kembali franchise tersebut, menjadikannya salah satu proyek hiburan yang bersinggungan dengan agenda budaya pemerintahan.

Di balik layar, nama Brett Ratner kembali ikut bermain. Sutradara tiga film Rush Hour sebelumnya itu kini kembali ke bangku sutradara setelah kariernya meredup akibat tuduhan #MeToo pada tahun 2017. Selama beberapa tahun terakhir, Ratner justru mendekatkan diri pada lingkaran keluarga presiden lewat proyek dokumenter “Melania”, yang kabarnya diproduksi dengan biaya fantastis — sekitar 40 juta dolar dari Amazon. Rush Hour 4 akan menjadi film panjang pertamanya setelah Hercules (2014), menandai semacam “comeback” yang menuai respons beragam dari industri.

Konfigurasi distribusi Rush Hour 4 pun cukup tidak biasa. Paramount hanya bertindak sebagai distributor dengan biaya tetap, tanpa menanggung tanggung jawab pemasaran maupun pendanaan. Sementara itu, Warner Bros.—yang dahulu menaungi film Rush Hour lewat label New Line—akan tetap mendapatkan pendapatan kotor dolar pertama, sebuah skema yang memberi mereka persentase pendapatan box office sebelum investor menutup biaya produksi. Menariknya, beberapa studio lain dikabarkan sempat didekati sebelum Paramount, tetapi menolak keterlibatan karena kehadiran Ratner yang masih dianggap kontroversial.

Baca Juga:

Kesuksesan finansial franchise ini memang sulit diabaikan. Film pertamanya pada 1998 menghasilkan pendapatan global 244 juta dolar, disusul Rush Hour 2 dengan 347 juta dolar, dan Rush Hour 3 dengan 258 juta dolar. Namun, di tengah menurunnya popularitas film komedi di box office dalam satu dekade terakhir, muncul pertanyaan besar: apakah Rush Hour 4 bisa mengembalikan kejayaan genre tersebut?

Tantangan lainnya adalah faktor usia. Jackie Chan kini berusia 71 tahun, sementara Chris Tucker belum kembali membintangi film utama sejak Rush Hour 3 pada 2007. Meski begitu, antusiasme penggemar terhadap aksi komedi duo legendaris ini tetap tinggi, memberikan harapan bahwa nostalgia bisa menjadi amunisi kuat.

Bagi Paramount, film ini datang pada momen krusial. Setelah resmi diakuisisi Skydance, perusahaan tersebut tengah memperluas lini rilis film mereka secara agresif: dari delapan film per tahun, menjadi 15 pada 2026, 17 pada 2027, dan 18 pada 2028. David Ellison, CEO baru Paramount sekaligus putra dari miliarder Larry Ellison — yang dikenal sebagai pendukung Trump — bahkan mendapatkan pujian langsung dari Trump terkait kepemimpinannya.

Dengan politik, kontroversi, nostalgia, dan strategi studio yang saling bertautan, Rush Hour 4 bukan sekadar sekuel. Ia adalah gambaran bagaimana budaya pop, kekuasaan, dan industri film saling bersinggungan dalam lanskap Hollywood modern. Satu hal pasti: dunia akan kembali melihat duet jenaka dan chaos khas Jackie Chan–Chris Tucker dalam era yang sangat berbeda dari masa kejayaan Rush Hour dua dekade lalu.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here