Hi Urbie’s!, di tengah situasi darurat yang melanda Aceh akibat banjir dan longsor, Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan betapa kuatnya solidaritas antarwilayah di negeri ini. Hari ini, Rabu (3/12), PMI resmi memberangkatkan pengiriman kedua bantuan darah melalui jalur udara, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan medis di daerah terdampak. Sebanyak 485 kantong darah diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dari Jakarta menuju Banda Acehâ€â€sebuah perjalanan penuh harapan di tengah masa sulit.
Perjalanan Dengan Misi Kemanusiaan
Pesawat Hercules tersebut lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 13.50 WIB. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Di balik jadwal penerbangan yang terlihat teknis ini, tersimpan misi kemanusiaan besar. Di banyak titik Aceh, akses darat masih sulit dijangkau akibat rusaknya jalan dan terputusnya jembatan. Jalur udara menjadi satu-satunya cara aman untuk memastikan suplai darah sampai tepat waktu dan dapat segera digunakan oleh rumah sakit.
Darah dari Berbagai Daerah, Mengalirkan Harapan Baru
Darah yang diterbangkan ini dikumpulkan dari berbagai Unit Donor Darah (UDD) PMI di Pulau Jawa. Kontribusi datang dari UDD PMI Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sidoarjo, Gresik, hingga Kota Malang. Total 485 kantong darah itu terdiri dari 60 kantong golongan darah A, 175 kantong golongan darah B, 55 kantong golongan darah AB, dan 195 kantong golongan darah O. Komposisi yang beragam ini menjadi penting agar berbagai kebutuhan medisâ€â€mulai dari kasus darurat hingga perawatan lanjutanâ€â€dapat terpenuhi dengan cepat.
Distribusi ke Rumah Sakit yang Membutuhkan
Setibanya di Aceh, suplai darah akan didistribusikan ke sejumlah fasilitas kesehatan yang paling membutuhkan. Beberapa di antaranya meliputi UDD PMI Aceh Utara, Bank Darah RSUD Zubir Mahmudi di Idi Aceh Timur, Unit Pengelola Darah RSUD Fauziah di Bireuen, UDD PMI Sigli, serta Unit Pengelola Darah RSUD Teuku Abdullah Bereuneun. Seluruh rumah sakit dan unit donor darah ini tengah berupaya keras menangani korban banjir dan longsor, termasuk pasien anemia, ibu yang mengalami komplikasi saat melahirkan, korban kecelakaan, hingga pasien operasi yang memerlukan transfusi segera.
Akses Terbatas ke Aceh, Jalur Udara Jadi Pilihan Utama
Menurut dr. Nova Surya Indah Hippy, Kepala Bidang Pelayanan Darah Unit Donor Darah Pusat PMI, kondisi logistik di lapangan masih sangat menantang. Ia menjelaskan bahwa distribusi darah sebenarnya bisa dilakukan dari beberapa wilayah Sumatera. Namun hingga kini, banyak jalur darat yang belum dapat diakses akibat kondisi bencana. “Karena akses masih terputus, pengiriman darah ke beberapa daerah di Sumatera dan Aceh belum dapat dilakukan. Untuk sementara, pengiriman bantuan darah dari UDD PMI lain dilakukan dari Jakarta melalui jalur udara,” ujarnya. Karena itu, pesawat Hercules menjadi solusi paling efektif untuk memastikan bantuan tiba dengan selamat sekaligus tepat waktu.
Baca Juga:
- Perawatan Rambut Baru untuk Rambut Diwarnai dan Sering Distyling
- Studi Terbaru: Intervensi Nutrisi Dini Bisa Hemat 4 Kali Lipat Biaya Kesehatan Anak
- Epy Kusnandar Meninggal Dunia 3 Desember 2025! Dari Sinetron Ke Layar Lebar, Hingga Warung
Penilaian Kebutuhan Darah di Sumatera Masih Berjalan
Selain Aceh, sejumlah wilayah lain di Sumatera juga membutuhkan perhatian. PMI saat ini sedang melakukan asesmen terhadap permintaan darah dari Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Untuk Sumatera Utara, tim UDD PMI Kota Medan sedang meninjau beberapa titik seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Padang Sidempuan. Keempat wilayah tersebut dilaporkan menjadi daerah terdampak bencana paling parah, sehingga kebutuhan darah kemungkinan meningkat secara signifikan. Tim PMI memastikan bahwa setiap distribusi dilakukan sesuai kebutuhan medis di lapangan.
Di Sumatra Barat, penilaian kebutuhan darah dikoordinasikan oleh UDD PMI Kota Padang. Proses asesmen dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok darah, mengingat setiap kantong darah memiliki masa simpan terbatas dan memerlukan penanganan khusus. Koordinasi yang tepat akan memastikan bahwa stok darah benar-benar digunakan secara efisien untuk penyintas bencana.
Solidaritas yang Tetap Mengalir ke Aceh
Urbie’s!, pengiriman 485 kantong darah ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ada kisah para pendonor yang rela meluangkan waktu, tenaga medis yang bekerja sepanjang hari, dan tim PMI yang berusaha keras memastikan setiap proses berjalan aman. Di tengah kesulitan yang melanda Aceh, kehadiran bantuan darah ini menjadi simbol kuat bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama bangsa ini.
Setiap kantong darah membawa harapan. Setiap perjalanan pengiriman membawa secercah cahaya bagi mereka yang tengah berjuang melawan kondisi kritis. Dan bagi para korban banjir serta longsor di Aceh, bantuan ini bisa menjadi titik awal menuju pemulihan.








