Home Entertainment Raissa Anggiani Ajak Pendengar Menyelami Surat-Surat Tak Terkirim di Kepada Yang Terhormat...

Raissa Anggiani Ajak Pendengar Menyelami Surat-Surat Tak Terkirim di Kepada Yang Terhormat Album Tour

176
0
Raissa Anggiani Ajak Pendengar Menyelami Surat-Surat Tak Terkirim di Kepada Yang Terhormat Album Tour
Raissa Anggiani. Foto: istimewa
Urbanvibes

Urbie’s, setelah lima tahun perjalanan bermusik yang penuh proses dan pertumbuhan, Raissa Anggiani kembali menyapa pendengarnya dengan cara yang lebih intim dan bermakna. Musisi muda ini resmi memperkenalkan kembali album terbarunya, Kepada Yang Terhormat, melalui rangkaian tur bertajuk Kepada Yang Terhormat Album Tour yang akan berlangsung mulai Desember 2025 hingga Januari 2026. Tur ini dijadwalkan singgah di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta, dengan dua kota tambahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Bagi Raissa, tur ini bukan sekadar agenda tampil dari satu kota ke kota lain. Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi medium untuk mengajak pendengar masuk lebih dalam ke semesta album yang ia tulis dari ruang paling personal dalam hidupnya. Album Kepada Yang Terhormat lahir dari refleksi panjang, berisi cerita-cerita yang ia gambarkan sebagai surat-surat yang tak pernah sampai kepada sosok yang dituju. Surat-surat ini merekam perasaan yang dipendam, harapan yang tertahan, serta momen-momen kecil yang sering kali luput untuk diungkapkan secara verbal.

Antusiasme Raissa terhadap tur ini terasa begitu nyata. Ia mengaku telah lama memimpikan momen ini, meski tetap dibalut rasa gugup yang manusiawi. Perasaan excited bercampur deg-degan justru menjadi energi tersendiri yang ia bawa dalam setiap persiapan. Baginya, bertemu langsung dengan pendengar dan membagikan cerita di balik lagu-lagunya adalah pengalaman yang tak tergantikan.

Dalam proses kreatif album ini, Raissa memilih pendekatan penceritaan yang lebih bebas dan reflektif. Ia menulis dengan jujur, membiarkan emosi mengalir apa adanya tanpa berusaha membingkainya secara berlebihan. Hasilnya adalah karya yang terasa dekat, personal, dan emosional, seolah pendengar sedang membaca potongan surat yang ditulis khusus untuk mereka. Pendekatan ini pula yang ingin ia hadirkan di atas panggung selama tur berlangsung.

Baca Juga:

Dari seluruh lagu di album Kepada Yang Terhormat, satu judul kembali mendapat sorotan khusus dari Raissa, yakni “Baik Aku Mundur Pelan-Pelan”. Lagu ini, menurutnya, memiliki peran penting sebagai jembatan emosional dalam keseluruhan narasi album. Lagu tersebut menggambarkan fase penyangkalan seseorang saat menghadapi patah hati. Di permukaan, liriknya terdengar seperti penerimaan yang tenang, namun di balik itu tersimpan gejolak perasaan, pertanyaan, dan rasa sesak yang sulit dijelaskan.

Raissa menjelaskan bahwa lagu ini merepresentasikan kondisi ketika seseorang berusaha terlihat baik-baik saja, sementara di dalam dirinya masih berkecamuk berbagai emosi. Pertanyaan-pertanyaan sederhana namun menyakitkan seperti mengapa orang lain bisa terlihat bahagia lebih dulu, atau mengapa rasa sesak itu tak kunjung hilang, menjadi benang merah yang membuat lagu ini terasa sangat relevan bagi banyak orang. Dalam struktur album, lagu ini menjadi transisi dari fase jatuh cinta menuju bagian akhir yang lebih rapuh dan introspektif.

Lewat lagu tersebut, Raissa berharap pendengarnya dapat menemukan kata-kata yang mewakili perasaan mereka. Ia memahami betul kebingungan saat seseorang sulit mendefinisikan apa yang sebenarnya sedang dirasakan, hingga akhirnya sebuah lagu datang dan seolah menjawab semuanya. Harapannya, karya ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berproses, memvalidasi emosi mereka, dan perlahan membantu untuk melangkah ke depan.

Meski tur ini menjadi langkah besar dalam perjalanannya, Raissa menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada album itu sendiri. Cerita, suara, dan ruang-ruang sunyi yang mengisi setiap lagu tetap menjadi inti dari seluruh pengalaman yang ingin ia bagikan. Melalui Kepada Yang Terhormat Album Tour, Raissa ingin pendengar tidak hanya menyaksikan sebuah pertunjukan musik, tetapi juga ikut menyelami setiap surat, setiap emosi, dan setiap fragmen perjalanan personal yang kini ia bagikan ke dunia.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here