Home Business Pola Belanja Akhir Tahun Berubah, Konsumen Indonesia Makin Fokus Nilai Jangka Panjang

Pola Belanja Akhir Tahun Berubah, Konsumen Indonesia Makin Fokus Nilai Jangka Panjang

352
0
ilustrasi Pola Belanja Akhir Tahun Berubah - sumber foto Lazada
ilustrasi Pola Belanja Akhir Tahun Berubah - sumber foto Lazada
Urbanvibes

Hi Urbie’s, euforia belanja akhir tahun masih terasa kuat di Indonesia. Namun di balik lonjakan transaksi yang terjadi selama promo besar 12.12, ada perubahan menarik dalam cara konsumen menentukan pilihan. Data dari Lazada selama periode promo 12.12 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kini berbelanja dengan pendekatan yang lebih matang, selektif, dan berorientasi pada nilai jangka panjang, bukan sekadar berburu diskon.

Lonjakan aktivitas belanja tetap tinggi, terutama di kanal toko resmi dan terverifikasi. Selama periode tersebut, terjadi peningkatan transaksi hingga ratusan persen dibandingkan hari biasa. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas, keaslian, serta manfaat produk yang dibeli untuk penggunaan jangka panjang.

Belanja Bukan Lagi Impulsif, Tapi Strategis

Jika beberapa tahun lalu promo akhir tahun identik dengan pembelian impulsif, kini pola itu mulai bergeser. Konsumen memanfaatkan momen diskon besar untuk berinvestasi pada barang yang menunjang kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun aktivitas personal.

Data Lazada 12.12 memperlihatkan bahwa konsumen semakin cermat dalam menentukan prioritas belanja. Barang yang dipilih bukan hanya menarik secara harga, tetapi juga dinilai dari ketahanan, fungsi, dan relevansinya dalam jangka waktu panjang. Ini menandakan perubahan cara pandang: belanja kini menjadi bagian dari strategi pengelolaan hidup, bukan sekadar konsumsi sesaat.

Keluarga Muda Jadi Penentu Arah Tren

Salah satu kelompok yang paling berpengaruh dalam perubahan gaya belanja ini adalah keluarga muda. Dengan ritme hidup yang dinamis dan kebutuhan yang terus berkembang, keluarga muda memanfaatkan eCommerce untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga secara efisien dan terencana.

Selama promo 12.12, kelompok ini terlihat aktif membeli produk yang mendukung kenyamanan rumah, perawatan diri, serta kebutuhan anak. Peningkatan signifikan di kategori kebutuhan esensial menunjukkan bahwa belanja online telah menjadi solusi praktis dalam mengelola kehidupan keluarga modern—hemat waktu, terukur, dan berbasis kebutuhan nyata.

Fungsionalitas Mengalahkan Tren Sesaat

Urbie’s, data dari Lazada juga menunjukkan perubahan menarik di kategori fesyen. Pertumbuhan yang tinggi bukan didorong oleh tren musiman, melainkan oleh fesyen fungsional yang mendukung aktivitas sehari-hari. Konsumen cenderung memilih pakaian dan alas kaki yang nyaman, tahan lama, dan mudah dipadupadankan.

Pilihan ini mencerminkan pergeseran gaya hidup urban yang lebih aktif dan praktis. Penampilan tetap penting, namun fungsi dan kenyamanan kini menjadi pertimbangan utama. Dalam konteks ini, fesyen tidak lagi dilihat sebagai simbol tren semata, tetapi sebagai bagian dari produktivitas dan keseharian.

Baca Juga:

Rumah sebagai Pusat Aktivitas Baru

Pertumbuhan tinggi juga tercatat pada kategori perlengkapan rumah dan hobi. Data promo 12.12 dari Lazada memperlihatkan meningkatnya minat konsumen untuk meningkatkan kualitas hunian, terutama dari keluarga muda dan pembeli rumah pertama.

Mulai dari perabot, peralatan dapur, hingga perlengkapan perbaikan rumah, semuanya mencerminkan satu tren besar: rumah kini menjadi pusat aktivitas utama. Bekerja, beristirahat, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga semakin terpusat di rumah, sehingga investasi pada kenyamanan hunian menjadi prioritas.

Elektronik Dipandang Sebagai Kebutuhan Esensial

Kategori elektronik juga mencatat pertumbuhan yang solid selama promo 12.12. Namun menariknya, pembelian elektronik kini tidak lagi diposisikan sebagai konsumsi gaya hidup semata, melainkan sebagai kebutuhan utilitas jangka panjang.

Perangkat elektronik dianggap sebagai penunjang kelancaran aktivitas harian—baik untuk produktivitas, hiburan keluarga, maupun efisiensi rumah tangga. Hal ini menunjukkan perubahan pola pikir konsumen yang semakin rasional dan berorientasi fungsi.

Teknologi Bantu Keputusan Belanja

Urbie’s, perubahan gaya belanja ini juga didukung oleh pemanfaatan teknologi. Selama periode promo 12.12, data Lazada mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan fitur berbasis kecerdasan buatan untuk membantu konsumen menemukan produk dan promo yang paling sesuai.

Peningkatan interaksi ini menunjukkan bahwa konsumen semakin mengandalkan teknologi untuk membuat keputusan belanja yang lebih tepat, bukan sekadar cepat. Belanja menjadi proses yang informatif dan terukur.

Potret Konsumen Indonesia yang Lebih Dewasa

Secara keseluruhan, data dari Lazada selama promo 12.12 memberikan gambaran jelas tentang evolusi gaya hidup belanja masyarakat Indonesia. Konsumen kini lebih dewasa dalam mengambil keputusan, memprioritaskan kualitas, dan memandang belanja sebagai investasi untuk kenyamanan hidup.

Urbie’s, tren ini menandai babak baru eCommerce di Indonesia—di mana diskon besar bukan lagi tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk membangun gaya hidup yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan bernilai jangka panjang.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here