Home Highlight Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik Mulai 2026, Ini Tahapan dan Dampaknya bagi...

Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik Mulai 2026, Ini Tahapan dan Dampaknya bagi Urbie’s

287
0
ilustrasi Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik - sumber foto MetaAi
ilustrasi Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik - sumber foto MetaAi
Urbanvibes

Hi Urbie’s, era baru tata kelola kartu SIM di Indonesia resmi dimulai. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menetapkan kebijakan registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah untuk pelanggan baru. Aturan ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026 dan menjadi langkah besar dalam memperkuat keamanan ekosistem digital nasional.

Bukan tanpa alasan, kebijakan ini lahir di tengah meningkatnya kejahatan digital, mulai dari penipuan online, spam, hingga penyalahgunaan data pribadi. Registrasi kartu SIM selama ini kerap disorot karena celah validasi identitas yang masih bisa dimanipulasi. Dengan teknologi biometrik, pemerintah berharap satu identitas benar-benar melekat pada satu individu.

Mulai 1 Januari 2026, Registrasi Masuk Tahap Uji Coba

Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir, menjelaskan bahwa penerapan registrasi SIM biometrik tidak langsung diwajibkan secara penuh. Mulai 1 Januari 2026, masyarakat masih diberikan pilihan menggunakan sistem lama atau metode baru.

“Jadi per 1 Januari 2026 masyarakat masih bisa registrasi dengan dua metode, yang lama ataupun dengan biometrik. Namun per 1 Juli 2026 sudah full biometrik,” ujar Marwan, Rabu (17/12/2025).

Pada tahap awal ini, sistem yang digunakan bersifat hybrid. Artinya, calon pelanggan baru dapat memilih registrasi kartu SIM menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) seperti sebelumnya, atau langsung menggunakan verifikasi biometrik wajah. Fase ini dirancang sebagai masa transisi sekaligus uji coba kesiapan infrastruktur dan literasi digital masyarakat.

Full Biometrik Mulai 1 Juli 2026

Urbie’s, catat baik-baik tanggalnya. Mulai 1 Juli 2026, registrasi kartu SIM untuk pelanggan baru akan sepenuhnya menggunakan sistem biometrik wajah. Tidak ada lagi opsi registrasi dengan NIK secara manual seperti yang berlaku selama ini.

Menurut Marwan, kebijakan ini hanya berlaku untuk pelanggan baru. Artinya, pengguna lama tidak perlu melakukan registrasi ulang atau khawatir kartunya akan diblokir selama data mereka sudah terdaftar sebelumnya.

“Ini hanya berlaku untuk pelanggan baru, sedangkan pelanggan lama tidak perlu registrasi lagi,” tegasnya.

Langkah ini dinilai lebih adil dan tidak memberatkan masyarakat, terutama mereka yang sudah lama menggunakan layanan seluler.

Kenapa Harus Biometrik?

Dari sisi pemerintah dan operator, biometrik wajah menawarkan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan verifikasi berbasis dokumen. Satu wajah, satu identitas. Sistem ini diharapkan mampu menekan praktik penggunaan banyak kartu SIM dengan identitas fiktif yang sering dimanfaatkan untuk tindak kejahatan digital.

Baca Juga:

Selain itu, registrasi SIM biometrik juga sejalan dengan arah transformasi digital nasional. Identitas digital yang aman menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan keuangan digital, e-government, hingga ekonomi berbasis data.

Bagi Urbie’s yang aktif di dunia digital, kebijakan ini bisa menjadi angin segar. Ruang digital yang lebih bersih berarti potensi penipuan, phishing, dan spam bisa ditekan secara signifikan.

Tantangan di Lapangan

Meski terdengar ideal, penerapan biometrik tentu bukan tanpa tantangan. Kesiapan infrastruktur, terutama di daerah terpencil, menjadi pekerjaan rumah besar. Belum lagi soal edukasi publik agar masyarakat memahami bahwa data biometrik mereka dikelola dengan aman dan sesuai regulasi perlindungan data pribadi.

Komdigi dan ATSI menegaskan bahwa fase hybrid hingga Juni 2026 dimanfaatkan untuk memastikan sistem berjalan optimal, baik dari sisi teknis maupun perlindungan privasi. Operator seluler juga akan menyiapkan gerai, perangkat, serta prosedur standar agar proses registrasi tetap cepat dan nyaman.

Apa yang Perlu Disiapkan Urbie’s?

Buat Urbie’s yang berencana membeli kartu SIM baru di 2026, tak ada salahnya mulai bersiap. Pastikan data kependudukan valid dan siap mengikuti proses verifikasi biometrik wajah jika memilih metode tersebut. Untuk pelanggan lama, kamu bisa bernapas lega karena tidak ada kewajiban registrasi ulang.

Kebijakan registrasi kartu SIM biometrik ini menandai babak baru dalam keamanan digital Indonesia. Dengan pendekatan bertahap, pemerintah berharap transformasi ini bisa berjalan mulus tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat.

Urbie’s, di tengah dunia yang semakin terkoneksi, identitas digital yang aman bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan. Dan mulai 2026, wajahmu akan menjadi kunci utama untuk terhubung.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here