Home Business 1O1 Travel Sketch Gandeng Dinda Puspitasari, Menghidupkan Eksplorasi Budaya Glodok Lewat Sketsa...

1O1 Travel Sketch Gandeng Dinda Puspitasari, Menghidupkan Eksplorasi Budaya Glodok Lewat Sketsa dan Cerita

383
0
1O1 Travel Sketch Gandeng Dinda Puspitasari - sumber foto PHM
1O1 Travel Sketch Gandeng Dinda Puspitasari - sumber foto PHM

Hi Urbie’s, menjelajah kota tak selalu harus cepat dan instan. Di kawasan bersejarah Glodok, Jakarta, eksplorasi justru terasa lebih bermakna ketika dilakukan perlahan—dengan mata yang mengamati, tangan yang menggambar, dan hati yang merasakan. Inilah semangat yang dihadirkan PHM Hotels melalui unit 1O1 URBAN Jakarta Glodok – Kota Tua lewat program “1O1 Travel Sketch: Walking Route Glodok”, yang sukses digelar pada Minggu, 30 November 2025.

Program ini menjadi bentuk experiential marketing berbasis budaya lokal, menggabungkan aktivitas walking tour di kawasan Chinatown Glodok dengan praktik kreatif berupa sketsa dan storytelling. Bukan sekadar jalan-jalan, peserta diajak membangun relasi personal dengan ruang, sejarah, dan kehidupan lokal yang selama ini menjadi denyut nadi Glodok.

Hotel Bukan Sekadar Tempat Menginap

Sebagai hotel yang berdiri di jantung kawasan Kota Tua Jakarta, 1O1 URBAN Jakarta Glodok – Kota Tua secara konsisten memposisikan diri lebih dari sekadar akomodasi. Hotel ini hadir sebagai gerbang eksplorasi budaya, titik temu antara tamu, komunitas kreatif, dan destinasi bersejarah.

Melalui “1O1 Travel Sketch”, peran tersebut diperkuat. Hotel tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga merancang pengalaman yang relevan dengan karakter kawasan sekitarnya. Glodok yang dikenal sebagai kawasan Pecinan tertua di Jakarta menjadi panggung utama, tempat sejarah, budaya, dan kuliner bertemu dalam satu rute berjalan kaki.

Kolaborasi dengan Dinda Puspitasari

Urbie’s, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Dinda Puspitasari, ilustrator yang dikenal dengan gaya personal dan reflektif, dipercaya untuk memandu peserta sepanjang perjalanan. Alih-alih mengajarkan teknik menggambar secara kaku, Dinda mengajak peserta untuk mengamati, merasakan, lalu menuangkannya ke dalam sketsa sesuai sudut pandang masing-masing.

Pendekatan ini membuat setiap karya terasa unik dan otentik. Sketsa bukan dinilai dari “bagus atau tidak”, melainkan dari cerita dan pengalaman di baliknya. Glodok pun hadir dalam beragam versi—ada yang hangat, ramai, spiritual, hingga nostalgik—semuanya sah dan personal.

“Program ini mencerminkan bagaimana 1O1 URBAN Jakarta Glodok – Kota Tua mampu menghidupkan destinasi melalui pengalaman yang relevan dan inklusif,” ujar Greta Indri, Marketing Communication Manager PHM Hotels.
“Kolaborasi yang sukses bersama Dinda Puspitasari serta antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan berbasis budaya dan kreativitas memiliki daya tarik yang kuat.”

Menyusuri Rute Ikonik Glodok

Mengusung tema “See what I see, draw what you feel”, peserta diajak menyusuri rute kurasi yang merepresentasikan wajah Glodok secara menyeluruh. Perjalanan dimulai dari Pancoran Tea House, berlanjut ke Gang Gloria (Kopi Tak Kie) yang legendaris, lalu menyusuri Petak 9 yang kaya aroma dan warna.

Rute kemudian berlanjut ke Klenteng Dharma Bakti, Gereja St. De Fatima, Klenteng Toa Se Bio, hingga kawasan Petak Enam. Setiap titik menyimpan cerita tentang toleransi, sejarah, dan kehidupan urban yang telah berusia ratusan tahun.

Urbie’s, lewat rute ini, Glodok tidak hanya dilihat sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai ruang hidup yang terus bergerak dan bertransformasi.

Baca Juga:

Hangat, Inklusif, dan Ramah Keluarga

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 – 11.00 WIB ini mendapat respons positif. Peserta didominasi oleh perempuan, dengan kehadiran anak-anak yang menciptakan suasana hangat, ramah keluarga, dan edukatif. Antusiasme terlihat sepanjang perjalanan, sesi menggambar bersama, hingga diskusi santai di akhir acara.

Sebagai bagian dari pengalaman, setiap peserta mendapatkan complimentary journal dari Fruit Machine serta refreshment dari 1O1 URBAN Jakarta Glodok – Kota Tua. Sentuhan ini memperkuat kesan personal dan membuat peserta merasa benar-benar diperhatikan.

Program ini juga dirancang sebagai content-driven activation, mendorong peserta membagikan sketsa dan cerita perjalanan mereka secara organik di media sosial. Hasilnya, Glodok hadir dalam narasi baru—lebih intim, kreatif, dan manusiawi.

Fondasi untuk Aktivasi Budaya Berkelanjutan

Keberhasilan “1O1 Travel Sketch: Walking Route Glodok” semakin mengukuhkan positioning 1O1 URBAN Jakarta Glodok – Kota Tua sebagai hotel urban yang aktif mengangkat nilai lokal, budaya, dan kreativitas. Bagi PHM Hotels, program ini bukan sekadar event satu kali, melainkan fondasi untuk pengembangan aktivasi serupa di masa depan.

Urbie’s, di tengah hiruk pikuk Jakarta, inisiatif seperti ini menjadi pengingat bahwa kota menyimpan cerita tak terbatas—asal kita mau berhenti sejenak, melihat lebih dekat, dan menggambarnya dengan perasaan.