Urbie’s!, panggung konser kini tak lagi sekadar soal tata cahaya megah dan koreografi manusia. Di Chengdu, Tiongkok, penyanyi Chinese-American Wang Leehom baru saja membawa pengalaman konser ke level yang benar-benar futuristik. Dalam rangkaian Best Place Tour, Wang Leehom menghadirkan kejutan tak terduga: humanoid robot tampil sebagai backup dancer, menari sinkron bersama musisi dan penari manusia, sekaligus mencuri perhatian penonton.
Momen ini langsung menjadi pembicaraan luas, bukan hanya di arena konser, tetapi juga di media sosial global. Video penampilan tersebut memperlihatkan deretan robot humanoid bergerak presisi mengikuti irama musik, melakukan koreografi kompleks, hingga melompat dengan akrobatik yang jarang terlihat bahkan dalam konser kelas dunia.
Konser Wang Leehom yang Menyatukan Musik dan Teknologi Masa Depan
Konser Wang Leehom di Chengdu sejatinya sudah dinantikan penggemar, mengingat reputasinya sebagai musisi yang kerap bereksperimen dengan konsep visual dan musikal. Namun, kehadiran robot humanoid di atas panggung membuat malam itu terasa seperti cuplikan film sci-fi yang hidup.
Robot-robot tersebut dilaporkan dikembangkan oleh Unitree, perusahaan teknologi asal Tiongkok yang dikenal dengan inovasi robotika canggih. Tak hanya berjalan atau bergerak sederhana, robot ini mampu mengeksekusi koreografi detail, menjaga keseimbangan, hingga melakukan gerakan ekstrem seperti “Webster flip”, sebuah salto ke belakang yang membutuhkan kontrol tubuh tingkat tinggi.
Di tengah lagu-lagu yang dibawakan Wang Leehom, para robot tampil sejajar dengan penari manusia, bergerak sinkron tanpa terlihat canggung. Integrasi antara teknologi dan seni pertunjukan ini membuat batas antara manusia dan mesin di atas panggung terasa semakin kabur.
Sambutan Meriah dan Viral di Media Sosial
Respons penonton di Chengdu tak kalah spektakuler. Setiap kali robot melakukan gerakan akrobatik atau perubahan formasi yang presisi, sorak sorai langsung menggema di arena konser. Banyak penonton mengabadikan momen tersebut melalui ponsel mereka, dan tak butuh waktu lama hingga potongan video penampilan robot penari itu viral di berbagai platform.
Di dunia maya, warganet membanjiri kolom komentar dengan kekaguman, rasa tak percaya, hingga diskusi serius tentang masa depan industri hiburan. Banyak yang menyebut konser ini sebagai contoh nyata bagaimana AI dan robotika mulai masuk ke ranah pop culture secara masif, bukan lagi sekadar eksperimen laboratorium.
Elon Musk Ikut Bereaksi
Daya tarik konser ini bahkan menembus lingkaran penggemar musik Asia. Elon Musk, CEO Tesla yang juga dikenal vokal soal teknologi masa depan, ikut bereaksi setelah melihat cuplikan video robot penari tersebut di media sosial. Dengan singkat, Musk menuliskan satu kata: “Impressive.”
Komentar singkat ini justru memperkuat sorotan global terhadap penampilan Wang Leehom. Jika tokoh teknologi kelas dunia saja terpukau, maka jelas bahwa apa yang terjadi di Chengdu bukan sekadar gimmick konser biasa, melainkan sinyal perubahan arah industri hiburan.
Baca Juga:
- Trifill Pro: Solusi Terbaru untuk Atasi Bopeng dan Bekas Jerawat
- 4 Langkah Trading Forex untuk Pemula Agar Nggak “Kaget Market”
- Daftar Orang Terkaya Indonesia 2025 Versi Forbes, Hartono Bersaudara Masih Tak Tergoyahkan!
Wang Leehom dan Visi Hiburan Masa Depan
Sebagai musisi yang dikenal multitalenta—penyanyi, penulis lagu, produser, sekaligus aktor—Wang Leehom memang kerap mendorong batas kreativitas. Menghadirkan robot humanoid sebagai backup dancer seolah menegaskan visinya bahwa konser bukan hanya soal musik, tetapi juga pengalaman multisensori yang relevan dengan zaman.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus menggantikan manusia, melainkan bisa berdampingan dan saling melengkapi. Di atas panggung Chengdu, robot dan penari manusia tidak berkompetisi, melainkan menyatu dalam satu narasi pertunjukan yang utuh.
Masa Depan Konser: Akankah Robot Jadi Standar Baru?
Penampilan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah robot akan menjadi elemen umum dalam konser di masa depan? Dengan kemampuan melakukan gerakan presisi tanpa lelah, robot berpotensi menjadi solusi kreatif untuk koreografi ekstrem yang sulit dilakukan manusia secara konsisten.
Namun, sisi emosional tetap menjadi faktor utama. Banyak penggemar sepakat bahwa kehadiran robot justru mempertegas peran manusia sebagai pusat emosi dan cerita di atas panggung. Teknologi hadir sebagai aksen futuristik, bukan pengganti jiwa pertunjukan.
Lebih dari Sekadar Konser
Apa yang dilakukan Wang Leehom di Chengdu adalah gambaran bagaimana musik, teknologi, dan budaya pop saling beririsan di era modern. Konser ini bukan hanya hiburan, tetapi juga eksperimen sosial tentang bagaimana manusia merespons kehadiran mesin dalam ruang kreatif.
Bagi Urbie’s!, momen ini menandai babak baru industri live entertainment. Jika robot bisa menari dengan presisi dan mencuri perhatian ribuan penonton, mungkin pertanyaan berikutnya bukan lagi “apakah ini mungkin?”, melainkan “siapa artis berikutnya yang berani melangkah sejauh ini?”.






















































